SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kepulangan Leo


__ADS_3

Berita panas yang menyebar di perusahaan Sandra itu juga telah sampai di telinga Leo. Walaupun Leo tak berada disampingnya, namun ia tetap berusaha mencari tahu semua informasi mengenai Sandra lewat kepintarannya dalam dunia hacker. Leo juga yang menghalau berita itu agar tak meluas keluar karena itu bisa menyebabkan image dari perusahaan Sandra menjadi buruk. Leo tak ingin akibat berita ini, perusahaan Sandra bangkrut karena disini Sandra tak sepenuhnya bersalah.


"Kau sungguh luar biasa mengerikan, sayang. Bahkan kekejamanmu dalam menyelesaikan sesuatu sangat patut di acungi jempol. Aku saja mungkin kalah dengan dirimu" gumam Leo menatap layar laptop yang menampilkan berita dan bagaimana aksi Sandra dalam menangani para pengkhianat di perusahaannya.


"Tunggu aku, sayang. Sebentar lagi aku akan membantumu menyelesaikan semua masalahmu lalu kita bisa hidup bahagia bersama orang-orang yang kita cintai" lanjutnya dengan binaran mata penuh ambisi.


***


Selang satu minggu berlalu, kini seorang laki-laki tampan dengan menggunakan jas casual yang melekat tepat dibadannya dan kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya sedang berdiri dengan gagahnya di tengah lautan manusia yang memenuhi Bandara. Yap, Leo kini sudah berada di Bandara. Bukan untuk melakukan perjalanan, namun memang ia sudah sampai di negara tujuannya.


Kemarin saat berita panas mengenai Sandra terdengar di telinganya, Leo segera bergegas untuk pulang ke Indonesia agar kegilaan Sandra sedikit mereda. Tak ada satu orangpun dari keluarga atau teman-temannya yang mengetahui kalau Leo akan kembali hari ini karena mereka semua pun tak ada yang tahu Leo selama ini berada dimana.


"Taksi" panggil Leo saat melihat ada taksi yang melintas di dekatnya.


Taksi itu pun berhenti kemudian Leo masuk. Leo menunjukkan sebuah alamat yang akan ia tuju kepada sopir taksi kemudian terdiam seraya menikmati suasana negara kelahirannya. Sepanjang perjalanan, ia hanya melamun mengingat semua yang telah terjadi selama setahun terakhir ini.


"Maaf tuan, sudah sampai" ucap sopir taksi itu membuyarkan lamunan Leo.


"Terimakasih dan ini biayanya" ucap Leo sembari memberikan beberapa lembar uang setelah tersadar dari lamunannya akibat ucapan dari sang sopir.


Sang sopir menerima uang itu dan Leo turun dari taksi tepat di depan sebuah gedung tinggi yang tak lain adalah Perusahaan milik Sandra. Ia menatap sejenak bangunan megah di depannya yang tampak tak berubah walaupun sudah ia tinggal selama satu tahun. Ia segera melangkahkan kakinya masuk ke perusahaan dengan membawa sebuah tas ransel hitam berisi laptop dan barang penting lainnya.


"Permisi, apa nona Sandra berada diruangannya?" tanya Leo dengan nada datarnya kepada resepsionis yang tengah berjaga.


"Ada tuan, silahkan bisa langsung naik ke lantai 8 dan bisa tanyakan langsung pada sekretaris beliau" ucap resepsionis itu dengan ramah.

__ADS_1


Resepsionis itu memang sudah mengenal Leo karena dulunya Leo sering menemani Sandra ke perusahaan. Bahkan karyawan lama yang sudah bekerja di perusahaan pastinya hampir semua tahu mengenai Leo.


Setelah mengucapkan terimakasih, Leo segera menuju ke lantai dimana Sandra berada. Sesampainya di lantai itu, Leo langsung saja masuk ke ruangan Sandra tanpa mengetuk pintu karena melihat ruangan depan tempat sekretaris kosong.


Ceklek...


"Siapa yang berani-beraninya masuk ke ruanganku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?" seru Sandra emosi tanpa mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang dibuka.


"Apa sambutanmu seperti ini pada kekasih tampanmu ini?" ucap seseorang yang baru saja masuk yang tak lain adalah Leo.


Mendengar suara seseorang yang amat ia kenali, Sandra segera saja mengalihkan pandangannya ke arah pintu ruangannya.


Deg...


Jantung Sandra seketika berdegup dengan kencangnya saat melihat seseorang yang telah hilang dari pandangannya selama satu tahun ini kini berada tepat di hadapannya. Sandra menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan bayangan yang ia kira sebagai halusinasinya saja.


"Hei... ini bukan khayalan maupun mimpi, sayang. Ini nyata, aku ada didepanmu. Kekasihmu kembali" ucap Leo dengan lembut berusaha untuk meyakinkan kekasihnya itu.


Leo juga sudah melangkahkan kakinya menuju ke depan meja kerja Sandra agar Sandra bisa melihat secara langsung wujudnya. Akhirnya Sandra mau juga untuk melihat ke arah suara yang masuk ke dalam pendengarannya. Seketika mata Sandra membelalak kaget karena seseorang yang mirip dengan Leo itu kini berada tepat di hadapannya.


"Ini beneran nggak sih" gumam Sandra sembari menepuk-nepuk pelan pipinya.


Ia pun juga mencubit kedua pipinya dan terasa sakit, ia kembali melihat ke arah depan dan Leo masih berada disana yang artinya ia sedang tidak bermimpi atau berkhayal.


"Jadi ini beneran kak Leo?" tanya Sandra yang kemudian berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Ya ini benar aku" jawab Leo dengan tersenyum manis.


Tanpa aba-aba, Sandra segera saja mendekat ke arah Leo dan tiba-tiba...


Plakkk...


Bunyi sebuah tamparan di sebuah pipi menggema di ruangan Sandra membuat suasana ruangan itu seketika menjadi dingin dan sunyi. Hanya ada suara tarikan nafas Sandra yang terlihat memberat dan tak teratur karena emosinya yang tidak stabil.


"Setelah kak Leo ninggalin aku tanpa kabar, sekarang kak Leo datang juga tanpa permisi" seru Sandra dengan mata berkilat marah.


"Kak Leo pikir hati Sandra ini tempat playground yang hanya dibutuhkan untuk bersenang-senang saja" lanjutnya dengan menatap sinis Leo.


Leo yang mendapatkan tamparan dan ucapan pedas dari Sandra hanya diam mematung, ia merasa sangat bersalah dengan apa yang ia lakukan pada kekasihnya itu. Apalagi melihat Sandra yang menatapnya dengan penuh kebencian.


"Sekarang kak Leo pergi dari sini" usir Sandra yang kemudian berbalik dan berjalan menuju ke kursi kerjanya.


Grepppp...


Leo langsung saja memeluk Sandra dari belakang, bahkan terdengar isak tangis yang menggema di ruangan itu saat Leo memeluknya. Isakan tangis Sandra diiringi dengan tubuhnya yang memberontak ingin dilepaskan pelukannya.


"Maaf... Maaf... Tolong dengarkan penjelasanku dulu baru kamu boleh marah" ucap Leo dengan lembut tepat di telinga Sandra.


"Jahat... Jahat..." gumam Sandra sembari memukul-mukul tangan Leo yang melingkar tepat di perutnya.


"Iya, aku memang jahat. Maaf sayang" ucap Leo dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


Setelah beberapa menit bertahan dengan posisi seperti itu, akhirnya Leo melepaskan pelukannya dari Sandra. Ia membalikkan badan Sandra dan menatap matanya dalam. Ia pun segera menghapus air mata Sandra yang masih terus mengalir di pipinya dengan lembut.


"Ayo kita bicara" ucap Leo dengan lembut kemudian menggenggam tangan Sandra menuju sofa yang ada di ruangan itu.


__ADS_2