SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Keributan di Mall 2


__ADS_3

"Berani bayar berapa anda menginginkan jam yang sudah saya design khusus untuk keluarga saya?" tanya Sandra dengan nada datar.


"Tenang saja, berapa pun harganya pasti akan saya bayar. Bahkan harga diri nona pun saya mampu membayarnya" ucap sombong perempuan itu sambil mengibaskan rambut panjangnya dengan tangannya.


"Oh..." tanggap Sandra dengan mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar apa yang perempuan itu ucapkan.


"Maaf, sebenarnya permasalahan ini bagaimana kronologinya. Agar tidak menimbulkan keributan dan mengganggu pengunjung lain" sela salah seorang satpam yang berada di belakang Sandra dan Rafi.


"Nona ini merebut jam tangan yang sudah saya pesan dan beli. Saat akan saya pakaikan ke arah adik saya, nona ini merebutnya dan ingin memiliki jam tangan punya saya" jelas Sandra sambil menunjuk ke arah perempuan sombong itu.


"Hei... Saya tidak merebut. Saya hanya akan membelinya dari anda, tapi anda tak memberikannya" ucap perempuan itu tak terima dengan suara kerasanya.


"Kalau emang anda mau membeli ya silahkan beli, tapi bukan membeli barang yang sudah di beli oleh orang lain" ucap Sandra dengan nada datarnya.


Satpam yang sedari tadi mendengarkan perdebatan mereka pun kini paham bahwa Sandra dan Rafi tak bersalah.


"Tolong nona jangan bikin keributan di mall ini. Harusnya kalau memang nona berniat membeli, sebaiknya nona membeli barang yang ada di toko bukan dari orang yang tidak menjual barangnya" tegur satpam itu.


"Hei... Kalian itu siapa sih main memutuskan saja saya harus gimana. Yang jelas saya hanya mau jam tangan itu titik" ucap perempuan itu dengan keras kepala.


"Sungguh buang-buang waktuku saja" gumam Sandra pelan namun masih bisa di dengar oleh Rafi dan beberapa satpam disana.


"Sudah jelas kan pak satpam, kalau disini saya tidak bersalah sama sekali. Nona ini saja yang kurang kerjaan hingga mengganggu waktu saya" ucap Sandra dengan ketus membuat beberapa satpam itu merasa tidak enak hati.


"Maafkan kami nona. Kami hanya tak ingin membela yang salah" ucap salah satu satpam dengan rasa menyesal.


"Ya dan tolong urus itu perempuan" ucap Sandra yang sudah malas berurusan dengan perempuan itu ditambah adanya bisikan-bisikan ghaib dari para pengunjung mall itu.


"Hei... apa-apaan ini?" seru perempuan itu saat dua satpam memegangi kedua tangannya untuk segera menarik perempuan itu keluar dari toko jam.


"Saya bisa saja menghancurkan kalian dan mall ini jika kalian memperlakukan saya seperti ini. Apa kalian nggak tahu kalau saya adalah Aurora Fradella Tim, anak dari salah satu investor di mall ini" serunya seperti orang gila membuat orang-orang disana tetap tak mempedulikan teriakan itu.

__ADS_1


Walaupun ia mengaku salah satu investor mall ini namun tetap saja mereka takkan mau diinjak-injak harga dirinya oleh perempuan sombong. Toh... Kalau mall ini tanpa ada pengunjungnya pasti akan berujung kerugian, jadi para pengunjung, pegawai, satpam, Sandra, dan Rafi hanya biasa saja dengan ancaman itu.


"Nama bagus tak menjamin dengan sikap dan perilakunya" ucap Sandra geleng-geleng kepala melihat Aurora memberontak ketika di bawa paksa oleh satpam.


"Pulang yuk dek" ajak Sandra pada Rafi yang sedari tadi hanya diam.


"Iya kak" jawab Rafi.


***


Butuh waktu 1 jam akhirnya Sandra dan Rafi sampai rumah, waktu sudah menunjukkan hampir senja saat mereka sampai di rumah.


"Sore" sapa Sandra dan Rafi saat melihat di dalam ruang tamu sedang berkumpul semua anggota keluarganya.


"Sore juga" jawab mereka serentak.


"Habis darimana Sandra? Kenapa baru pulang jam segini?" tanya Papa Luis.


"Ini ada hadiah buat kalian" ucap Sandra sambil memberikan beberapa box kecil berisi jam tangan khusus untuk keluarganya. Di atas box kecil itu pujmn sudah tertera nama dari masing-masing pemilik jam tangan itu.


"Dalam rangka apa nak?" tanya Papa Luis sembari mengambil box kecil yang ada tulisan namanya.


"Tidak ada, hanya ingin" jawabnya santai dan diangguki oleh Papa Luis.


Semua anggota keluarga Sandra pun mengambil box kecil milik mereka masing-masing dan membukanya. Seketika mereka kaget, senang, terharu, dan tak percaya.


"Ini bagus banget kak" ucap Yusuf.


"Ini lucu, Alin suka" ucap Alin dengan riang.


"Makasih kaka Alin" ucap Damar dan Fatah bersamaan.

__ADS_1


"Ini pasti mahal banget ya dek, design nya aja beda dan baru pertama kali ini kakak melihat" ucap Willy sambil mencoba memakai jam tangan itu ke tangan kirinya.


"Tidak ada kata mahal di dalam kamus seorang Sandra" ucap Sandra dengan nada sedikit sombong.


"Aish... Dasar, nyesel kakak muji kamu" kesal Willy.


"Hahaha ya sorry kakak ku yang tampan. Yang jelas apapun yang Sandra berikan kepada kalian jangan pernah dilihat dari harganya tapi lihatlah manfaat dari barang yang ku berikan" ucap Sandra dan diangguki semuanya.


"Terimakasih nak. Papa tahu pasti ada sesuatu di jam ini hingga kau mendesign khusus jam tangan ini untuk kami" ucap Papa Luis yang mulai meneliti jam itu.


"Papa tahu aja maksud Sandra. Jadi jam tangan ini memang aku design khusus untuk keluarga kita dan keluarga kak Leo. Jam tangan ini bisa memberikan sinyal bahaya pada jam tangan pengguna lainnya. Jika kalian dalam bahaya, kalian bisa memencet tombol on itu maka semua jam tangan akan menerima sinyal bahaya itu dengan adanya warna merah menyala sebagai tanda" jelas Sandra.


"Jam tangan itu juga akan memberikan sinyal kepada penggunanya di mana keberadaan pengguna. Di jam tangan itu ada tombol power itu untuk mengeluarkan senjata berupa jarum kecil yang bisa kalian gunakan untuk melumpuhkan musuh. Kalian tak usah khawatir tentang jarumnya akan habis, jarum itu takkan pernah bisa habis karena aku sudah memprogramnya unlimited selama 3 bulan. Setelah 3 bulan akan ku program ulang lagi, begitu seterusnya" lanjutnya menjelaskan panjang lebar.


"Wah... Ini keren. Canggih sekali" puji Alin, Damar, Fatah, dan Rafi.


"Efek dari jarum itu apa dek?" tanya Sandro.


"Jarum itu berisi racun yang bisa melumpuhkan anggota tubuh lawan menjadi lumpuh selama 12 jam" jawab Sandra membuat mereka semua menganga lebar akan kehebatan Sandra.


"Wah... Berarti..." Ucapan Papa Luis pin terpotong oleh protes dari Sandra.


"Nggak ada ya untuk anggota mafia Papa. Khusus mafia akan Sandra buatkan senjata khusus lainnya nanti" potong Sandra yang sudah mengerti akan jalan pikiran Papa Luis.


"Astaga Sandra... Kau pelit sekali" gerutu Papa Luis.


"Biarin" ucap Sandra kemudian melengos pergi dari ruang tamu untuk masuk ke kamarnya.


"Dasar anak itu" gerutu Papa Luis membuat semua yang ada disana tertawa dengan tingkah dan gerutuan Papa Luis.


Hahahaha

__ADS_1


__ADS_2