
Saat ini Sandra tengan berada di perusahaannya, ia sibuk dengan beberapa berkas kerjasama dan dokumen penting lainnya. Walaupun perusahaannya sudah terkenal di luar negeri dan Indonesia namun ketika perusahaan pusatnya berpindah ke Indonesia tentu ia harus berusaha menggaet client dari Indonesia. Sebelumnya ia pernah menjadi mendapat client dari Indonesia, namun kebanyakan client nya berasal dari luar negeri. Perusahaan? Kira-kira nama perusahaannya apa ya?
Tok... Tok... Tok...
"Dek, ada yang ingin aku bicarakan" ucap seseorang yang menjadi orang kepercayaannya saat ini sekaligus sekretarisnya di perusahaan. Kalau posisi sedang berdua saja mereka akan memanggil dengan panggilan "adek-kakak", kalau di pertemuan bisnis ia akan memanggil dengan bahasa formal "nona".
"Mengenai apa kak?" tanya Sandra tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
"Pantiasuhan yang pernah ditinggali Alin, Damar, dan Fatah" jawab Leo yang membuat Sandra membenarkan posisi duduknya menjadi tegak.
"Oh iya... Bagaimana kak tentang mereka dan pantiasuhannya? Aku bahkan hampir lupa untuk membaca dokumen tentang mereka yang waktu itu kakak berikan. Astaga... Ceroboh sekali aku ini" ucap dan tanya Sandra dengan menepuk keningnya pelan.
"Mereka bertiga saudara kandung yang sengaja ditinggalkan di Pantiasuhan oleh kedua orangtuanya saat berusia 3 tahun. Orangtua mereka masih ada, bahkan mereka juga punya anak lain dan hidup bahagia seperti tanpa ingat kalau ada ketiga anak mereka yang lain" jelas Erick.
"Apa alasan mereka meninggalkan ketiga anak itu di Pantiasuhan?" tanya Sandra.
"Mereka dianggap pembawa sial karena saat mereka lahir perusahaan keluarga mereka di ambang kebangkrutan dan itu selalu setiap tahunnya terjadi ketika ketiga anak itu akan merayakan ulangtahunnya" ucap Erick.
"Padahal ada musuh dalam selimut di keluarga mereka yang memang sudah merencanakan ini semua" lanjutnya.
"Pikiran yang amat kolot. Bagaimana seorang pengusaha bisnis berpikiran seperti itu? Masih saja percaya dengan hal-hal seperti itu" ucap Sandra sambil geleng-geleng kepala heran.
"Biarkan saja lah, yang penting ketiga anak itu sudah bahagia dengan keluargaku. Tapi kalau sampai mereka kelak mengusik ketiga adikku, jangan salahkan aku kalau sampai aku menghabisi mereka" ucap Sandra dengan seringaian iblisnya yang membuat Erick bergidik ngeri melihatnya.
"Tentang Pantiasuhan sudah diselidiki polisi dan Dinas Sosial terkait 3 hari yang lalu" ucap Erick mengalihkan pembicaraan agar Sandra menghilangkan seringai wajahnya itu.
Buat kalian yang tanya darimana Sandra atau anak buah Leo kemarin dapat data-data ketiga adik angkat Sandra untuk pendaftaran sekolah? Jadi 3 hari lalu saat diadakan pemeriksaan di Pantiasuhan itu, anak buah Leo juga mengajukan surat adopsi untuk mereka pada Dinas Sosial dan 1 hari itu juga langsung jadi. Nama ketiga adik angkat Sandra juga sudah langsung bisa di urus data kependudukannya dan masuk di dalam Kartu Keluarga Willy dan saudara.
"Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Sandra yang melihat Erick sedikit ragu untuk berbicara.
__ADS_1
"Pantiasuhan itu ilegal, tak terdaftar di Dinas Sosial" jawab Erick.
"Bagaimana bisa? Jadi selama ini anak-anak disana?" tanya Sandra.
"Selama ini Pantiasuhan itu menggunakan plakat Pantiasuhan hanya untuk menarik para donatur saja. Uang yang mereka dapat digunakan pribadi oleh pengurus, sedangkan anak-anak disana disuruh bekerja. Alin, Damar, dan Fatah sering diperlakukan berbeda karena mereka berani membantah pengurus sedangkan anak lain selalu diam jadi ya begitu ketiga adik angkatmu itu selalu dihukum dan jarang diberi makan" jelas Erick.
"Astaga... Kenapa banyak orang yang hilang akal karena uang? Anak-anak yang tak berdosa jadi korbannya, kasihan. Lalu anak-anak yang lain bagaimana sekarang?" tanya Sandra.
"Mereka sekarang sudah dibawa oleh Dinas Sosial untuk diasuh, sedangkan pengurus Pantiasuhan itu sudah ditangkap pihak kepolisian" jelas Erick dan diangguki oleh Sandra.
"Untung ketiga adikmu kemarin bertemu denganmu jadi kamu bisa membantu mereka untuk mengungkap kasus ini, kalau tidak kan kasihan anak-anak yang disana" lanjutnya.
"Iya aku juga bersyukur mereka datang dihidup aku walaupun kita nggak bisa tinggal serumah saat ini" ucap Sandra sambil tersenyum sendu.
"Kamu harus bersabar, semua pasti akan segera teratasi" ucap Erick sambil tersenyum dan diangguki Sandra.
***
"Lanjutkan saja makan kalian, tak usah hiraukan keberadaan kami" ucap Sandra dengan nada dinginnya saat melihat karyawannya yang sepertinya tak nyaman dengan kedatangan mereka.
Para karyawan hanya mengangguk dan melanjutkan kegiatan makan siang mereka. Erick segera memesan makanan untuk Sandra, sedangkan Sandra menunggu di tempat duduk yang telah disediakan.
"Enak juga" gumam Sandra setelah mencoba makanan yang dipesankan oleh Erick.
Mereka berdua menghabiskan makanan dengan sangat lahap, entah karena kelaparan atau makanannya yang enak.
***
"Kantin ini jadi ajang pesta topengkah?" seru seorang wanita yang baru masuk ke area kantin.
__ADS_1
"Maksud loe apaan, Ren?" tanya seorang wanita yang ada disamping orang yang dipanggilnya "Ren".
"Itu ada dua orang mau pesta topeng di kantin" tunjuk wanita yang bernama Irene itu ke arah Sandra dan Erick.
Teman Irene yang berada disebelahnya pun mengalihkan pandangannya ke sesuatu yang ditunjuk oleh Irene. Seketika matanya membulat melihat apa yang ditunjuk oleh temannya itu.
"Ren..." bisik temannya itu yang bernama Sani.
"Apaan sih loe? Loe nggak liat orang yang salah tempat, mau pesta topeng kok di kantin. Siang hari pula hahaha" ucap Irene sambil tertawa keras menyebabkan ia menjadi pusat perhatian dari karyawan lain yang ada dikantin itu.
"Kalau terjadi apa-apa sama loe, gue nggak ikutan ya" ucap Sani kemudian mencari tempat duduk meninggalkan Irene yang bingung dengan ucapan temannya itu.
*Dia nggak tau apa kalau yang ia tunjuk itu bos kita
Kemarin kan dia nggak berangkat sewaktu pengumuman
Gila berani banget sih dia
Auto langsung di pecat kayanya habis ini*
Bisik-bisik para karyawan pun tak terelakkan lagi, sedangkan orang yang sedang disindir oleh Irene tampak tak menghiraukan itu semua.
"Heh... Minggir sana kalian, kalau mau pesta topeng jangan disini. Disini tempatnya orang makan" ucap Irene pada Sandra dan Erick yang ada di depannya.
"Memangnya anda siapa berani mengusir kami?" tanya Erick dengan nada datarnya melihat Irene dari atas ke bawah.
"Penampilan sopan, attitude? No" batin Erick sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Ngapain anda lihat-lihat saya? Pasti anda tertarik dengan saya kan, tuan. Saya tau saya cantik, body saya juga bagus tapi sorry saya nggak tertarik dengan anda" ucap Irene pada Erick dengan sarkas.
__ADS_1
Mereka semua yang mendengar ucapan Irene membulatkan matanya terkejut dan ada juga yang ingin muntah seperti Sandra.
Wah... Wah... Berani, beraninya sama singa wkwkwk