SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kebersamaan Leo dan Ayu


__ADS_3

Semalam Papa Luis telah menerima informasi dari penyelidikan anak buahnya tentang Ayu dan keluarganya. Disana juga terdapat fakta bahwa Ayu dan Leo memang adik kakak yang berasal dari keluarga Subrata. Bahkan terdapat fakta tersembunyi yang mereka temukan mengenai keluarga mereka, baru Sandra dan papa Luis lah yang tahu mengenai hal ini. Hari ini mereka akan menjelaskan kepada Leo dan Ayu agar semua permasalahan mereka di masa lalu selesai.


Sandra, Papa Luis, Sandro, Yusuf, dan Willy sudah kembali ke mansion mereka sekitar 1 jam yang lalu. Mereka membiarkan Leo dan Ayu untuk menikmati kebersamaan mereka tanpa adanya gangguan mereka.


***


"Kamu udah makan dek?" tanya Leo pada Ayu yang kepalanya bersandar di bahunya. Mereka masih berada di rumah kardus itu.


"Nanti siang kak, biar nanti malam nggak lapar" jawab Ayu.


"Lho maksudnya gimana dek?" tanya Leo heran, masa makan menunggu siang biar malamnya nggak lapar. Kalau lapar ya makan kak, pikirnya.


"Hehe Aku terbiasa makan sehari sekali kak dan itu siang hari. Soalnya kan berada di tengah-tengah makan pagi dan malam, jadinya malamnya pasti aku nggak kelaparan begitu" ucap Ayu santai membuat Leo benar-benar merasa bersalah. Ia selama ini hidup berkecukupan ya walaupun dulunya ia hampir sama dengan Ayu, sedangkan adiknya tinggal di tempat seperti ini dan makan hanya sehari sekali.


"Sebenarnya apa yang terjadi setelah kakak pergi dek?" tanya Leo.


"Aku lagi nggak mau bahas itu dulu lah kak, bikin ingat yang sedih-sedih. Lebih baik kita cerita-cerita yang senang-senang aja" jawab Ayu yang terlihat enggak membahas masa lalunya.


"Baiklah, ayo kita keluar cari makan buat kamu. Kamu itu harus makan yang sehari 3 kali biar sehat dan gemuk. Kakak nggak suka badan kamu kurus begini" ucap Leo mengalihkan pembicaraan.


"Ya iyalah kakak nggak suka aku yang kurus begini, kan kakak sukanya sama Sandra tadi" goda Ayu pada kakaknya.


"Ada-ada aja kamu ini" ucap Leo dengan menjawil hidung adiknya karena gemas dengan tingkahnya.


"Udah ayo kita cari makan" ajaknya.


"Ih... Kakak gimana sih? Tadi kan aku udah bilang aku makannya satu hari sekali aja" tolak Ayu.

__ADS_1


"Enggak ada satu kali sehari mulai sekarang, harus makan teratur dengan makanan bergizi" tegas Leo membuat Ayu tak berani menolak karena wajah Leo yang menyeramkan.


"Baiklah" pasrah Ayu yang kemudian berdiri dan keluar dari rumah kardus itu mengikuti kakaknya yang sudah keluar.


Begitu keluar dari rumah kardus itu, mereka disuguhi pemamdangan orang-orang yang sedang membawa dan mengumpulkan beberapa barang bekas. Leo hanya menghela nafas pelan, ia merasa semakin bersalah dengan adiknya.


"Ayo" ajak Ayu pada kakaknya yang terpaku pada pandangan di sekitarnya. Leo hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu menggandeng tangan adiknya.


Mereka berjalan keluar area pemukiman itu, sambil sesekali menyapa beberapa orang yang berpapasan dengan mereka.


***


"Kak, kita beli nasi uduk disana ajalah nggak usah di sini. Di sini mahal tahu" saran Ayu setelah mereka sampai di sebuah restorant mahal dan menunjuk ke arah taman depan restorant yang ada beberapa penjual makanan seperti nasi uduk karena hari memang masih lumayan pagi.


"Nggak, kita beli disini" tolak Leo dengan tegas kemudian menarik tangan Ayu untuk segera masuk ke dalam restorant itu.


"Ada yang bisa saya bantu nona, tuan?" sapa dan tanya waitress setelah pintu restorant itu dibuka oleh Leo.


"Silahkan tuan, nona. Untuk pesanannya akan segera kami siapkan" ucap waitress itu yang kemudian berlalu keluar ruangan setelah mendapatkan anggukan dari Leo dan Ayu.


"Huft... Kak, aku ngerasa nggak pantes tau makan di tempat ini" ucap Ayu dengan wajah lesunya.


"Apanya yang nggak pantes? Semua yang makan disini pantas-pantas saja, toh kita bayar bukan nyuri makanan disini" jawan Leo santai.


"Ish... Kakak mah nggak paham. Lihat nih penampilanku cuma pakai sandal jepit yang bahkan bawahnya aku kasih paku karena udah jebol sebagai penyangga, terus aku pakai celana pendek dan baju kumal begini masa bisa makan di restorant semewah ini" kesal Ayu.


"Nggak papa dek, yang penting kita makan kenyang dan bayar selesai. Nggak usah mikirin pendapat orang apalagi mereka hanya menilai dari penampilan kita saja" ucap Leo menenangkan adiknya yang terlihat gusar itu.

__ADS_1


Mereka pun makan makanan yang sudah datang dengan hening, bahkan beberapa kali Ayu menambah makanan lagi karena benar-benar merasakan lapar tanpa lagi rasa canggung. Setelah selesai makan, Leo segera membayarnya dan pergi dari restorant itu.


***


Saat ini Leo dan Ayu berada di sebuah mall terbesar di Indonesia, mall milik Sandra. Leo menarik tangan Ayu memasuki beberapa toko barang branded disana. Dimulai dari baju, sepatu, tas, alat tulis, dan semua kebutuhan Ayu. Setelah selesai berbelanja keperluan Ayu, Leo mengajak Ayu untuk membeli beberapa kebutuhan sembako untuk di bagikan ke beberapa tetangga di area pemukiman tempat tinggal Ayu.


"Kita beli ini buat apa kak?" tanya Ayu yang kini sedang mengekori kakaknya untuk membeli beberapa kebutuhan pokok.


"Buat orang-orang disekitar tempat tinggalmu. Udah kamu pilih aja mana yang kira-kira mereka butuhkan" ucap Leo dan diangguki oleh Ayu. Ayu memilih bahan pokok seperti beras, gula, minyak, telur, dan memasan beberapa daging agar mereka bisa merasakan bagaimana rasanya makan daging.


"Sudah?" tanya Leo setelah memberikan total daftar pesanan itu kepada kasir dan diangguki oleh Ayu.


"Mbak, tolong dipisahkan masing-masing dengan plastik ya. Dicampur aja seplastik di isi beberapa barang, tolong dibagi rata lalu kirim ke alamat ini" titah Leo dengan nada datarnya.


"Baik tuan. Totalnya 53.200.000 tuan" ucap kasir itu dan segera Leo membayar semua ini dengan kartunya.


Ayu dan Leo pun keluar dari mall karena hari sudah mulai sore. Ayu dan Leo memakai mobil yang sudah dibawakan oleh anak buah Leo. Beberapa barang kebutuhan Ayu juga sudah dibawa oleh anak buah Leo


"Mulai sekarang kamu tinggal sama kakak" ajak Leo pada Ayu.


"Tapi kak..." Tolakan Ayu pun langsung di sela oleh Leo.


"Nggak ada tapi-tapian. Kita kembali ke rumahmu, ambil semua barang-barang yang penting lalu kamu tinggal sama kakak, tidak ada bantahan" ucap Leo tegas dan diangguki pasrah oleh Ayu.


Tak berapa lama, Ayu dan Leo telah sampai di pemukiman tempat Ayu tinggal. Ia segera membereskan beberapa dokumen dan barang-barang penting untuk dibawa. Selesai membereskannya, tepat itu juga sembako yang tadi di pesan Leo juga sampai. Leo dan Ayu pun membantu membagikannya kepada warga sekitar sekaligus Ayu berpamitan.


"Terimakasih pak, bu sudah menerima Ayu disini. Sudah mau membantu Ayu selama Ayu tinggal disini. Ayu pamit, Ayu mau tinggal sama kakak Ayu" pamit Ayu pada beberapa warga sekitar.

__ADS_1


"Iya nak, hati-hati. Jaga diri baik-baik ya, semoga kalian selalu dilimpahkan kesehatan dan kebahagiaan. Terimakasih juga atas bantuan sembakonya kepada kami" balas salah satu warga disitu mewakili semuanya dan diangguki Ayu dan Leo.


Ayu dan Leo pun pergi dari area pemukiman itu. Mereka pergi untuk memulai lembaran baru di tempat yang baru pula.


__ADS_2