
"Apa? Jadi perusahaan keluarga kami bangkrut. Siapa yang membuat keluarga kami bangkrut pa?" tanya Leo.
"Dia adalah orang yang sama dengan dalang dari pembunuhan keluarga Sandra" ucap Papa Luis membuat mereka semua terkejut.
"Memang benar-benar dia, kalau kemarin aku hanya ingin bermain-main dengan anaknya itu maka sekarang aku juga akan ikut mengabisi orang itu dengan tanganku sendiri" ucap Leo dengan tangan yang mengepal karena menahan emosinya. Sedangkan yang lain hanya diam seperti sedang memikirkan sebuah rencana.
"Sebenarnya strategi yang kalian pakai kurang tepat dengan menjadikan anaknya sebagai umpan" ucap Papa Luis tiba-tiba.
"Kenapa pa?" tanya Willy heran.
"Dia bukan orang yang akan menyerah hanya dengan ancaman dengan kata "keluarga". Walaupun anak, istri atau keluarga yang lain kalian sandera pun, hanya ada 5% kemungkinan dia akan panik. Karena keluarga bukan prioritas dalam hidupnya" jawab Papa Luis.
"Hancurkan beberapa cabang perusahaannya, maka dia akan keluar dengan sendirinya. Lebih baik sekarang kalian cari identitas lengkap tangan kanannya, dia akan membantu kalian untuk menghancurkan perusahaan dan orang itu" lanjutnya.
Sandra dan Leo yang mendengar itu segera berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke kursi dekat meja kerja Sandra. Mereka berdua membuka laptop yang ada disana dan mulai berperang dengan keyboard dan kode-kode yang sulot dimengerti orang awam.
***
Sandra dan Leo kini tengah berada di ruangan private sebuah restorant mewah. Mereka tengah menunggu seseorang yang akan memperlancar rencana mereka.
Ceklek
"Maaf saya terlambat, tadi ada kendala sedikit" ucap seseorang yang sudah mereka tunggu beberapa menit yang lalu.
"Tidak masalah, kami juga baru datang" jawab Sandra dengan santai.
Orang itu pun duduk setelah dipersilahkan duduk oleh Sandra. Sandra dan Leo juga sudah memesankan makanan untuk semuanya.
__ADS_1
"Kenalkan saya Vito, orang kepercayaan tuan Alfonso" ucap orang yang tadi ditunggu, Vito.
"Saya Sandra dan ini Leo. Tentu anda sudah mengenal dan mengetahui tentang kami bukan" ucap Sandra dengan nada penuh sindirian dan hal itu pun disadari oleh Vito.
"Ya, saya sudah mengetahui sebagian tentang kalian terutama Sandra" ucap Vito dengan mencoba untuk tenang menghadapi orang-orang di depannya ini.
"Saya tahu anda tak benar-benar loyal kepada tuan anda itu. Maukah anda bekerjasama dengan kami?" tanya Sandra to the point membuat Vito sedikit kaget karena Sandra mengetahui tentang dirinya.
"Apa untungnya saya bekerjasama dengan anda?" tanya Vito.
"Untung? Hmm... Kau tak lupa bukan dengan keluargamu yang saat ini di sekap oleh tuan mu itu heh? Kamu terlalu percaya pada tuanmu itu kalau sudah menghancurkan saya. Dia berjanji akan membebaskan keluargamu tapi pada faktanya dia juga akan ikut menghancurkanmu dan keluargamu setelah berhasil menghancukan saya" ungkap Sandra pada Vito mengenai informasi yang tadi pagi ia dapatkan.
"Sepertinya memang saya akan kalah jika harus bernegosiasi dengan anda, nona. Saya akan membantu anda menghancurkan dia tapi saya mohon bebaskan keluarga saya dari dia" ucap Vito dengan penuh keyakinan dan diangguki puas oleh Sandra.
"Baik kalau begitu. Dimulai dari kamu sabotase bahan baku di tempat produksi perhiasannya. Jangan lupa tekan beberapa investor di perusahaan itu, kamu bisa mulai dengan menekan investor yang terlihat tak suka dengan bos mu itu" ucap Leo dengan nada datarnya.
"Kalian yakin bisa menyelamatkan keluarga saya hanya dalam waktu 2 hari? Saya saja yang sudah bertahun-tahun mencoba belum bisa membebaskan mereka, bahkan saya tak tahu dimana mereka berada" ucap Vito tak yakin.
"Jika lusa mereka belum ada bersama kami, nyawa kami taruhannya" ucap Sandra dengan nada tegasnya membuat Vito yakin bahwa dua orang di depannya ini bisa dipercaya.
"Baik tuan, nona. Saya percaya pada kalian, saya juga akan melaksanakan tugas saya dengan baik" ucap Vito dengan yakin.
Mereka bertiga pun segera pergi dari restorant itu agar tak ada yang mencurigai terlebih Vito yang tadi ijin ke atasannya itu akan pergi cari makan sebentar.
***
Sandra, Leo, dan Willy tengah dalam perjalanan menuju sebuah tempat dengan beberapa anak buah Leo dan Papa Luis di belakangnya. Willy tadi ingin ikut membantu kedua saudaranya ini karena merasa sudah mampu untuk melindungi Sandra.
__ADS_1
Butuh waktu 2 jam perjalanan untuk sampai tempat itu, sebuah tempat kumuh bahkan disekitarnya tak ada rumah penduduk lain selain rumah itu sendiri. Bahkan rumah itu di kelilingi oleh lautan sampah yang entah berasal darimana.
"Ini benar tempatnya?" tanya Willy setelah turun dari mobil.
"Iya kak" jawab Sandra singkat.
"Ini yakin tempatnya disini? Bahkan orang yang berada disini baru beberapa menit aja sudah pusing dengan bau sampah tapi ini udah bertahun-tahun pula mereka disini. Disini juga tak ada penjagaan apa-apa" ucap Willy yang tak yakin karena memang benar ini bukan seperti tempat penyekapan, tidak ada pengawal atau penjaga disini.
"Jika siang hari para penjaga akan mengawasi di beberapa titik agar mereka tak kabur, kalau malam hari seperti ini para penjaga semua pada kembali ke markas mereka. Orang-orang yang disandera akan diikat dan dikurung di sebuah ruangan agar mereka tak kabur pada malam hari" jelas Sandra dan diangguki paham oleh Willy.
Beberapa pengawal Sandra dan Leo sudah berpencar di area rumah itu untuk mensterilkan keadaan, siapa tahu ada pengawal tuan Alfonso yang berpatroli.
"Ayo masuk" ajak Sandra setelah ada anak buah nya yang memberitahu bahwa kondisi di sekitar aman.
Sandra, Willy, dan Leo masuk ke dalam rumah itu dengan membawa pistol untuk berjaga-jaga. Mereka mengelilingi rumah itu seakan mereka sudah paham dengan letak ruangannya. Memang benar dari kemarin para anak buah Leo sudah mengawasi rumah itu dan memahami denah setiap ruangan di rumah itu beserta beberapa titik jebakan yang diletakkan.
Sandra beberapa kali menembakkan pistolnya ke arah ranjau-ranjau berkabel agar sambungan jebakan itu terputus, yang tentu saja dengan pistol anti suara.
"Ruangan itu terlihat berbeda" tunjuk Leo pada sebuah pintu dengan ada sedikit lapisan emas. Berbeda dengan pintu yang lainnya yang hanya polos.
Leo segera mendekat ke arah pintu itu dan ketika ia akan membukanya...
"Stop" seru Sandra.
"Jangan di buka dulu, lihat itu ada sebuah kabel tipis yang terhubung dengan sebuah bom di bawah pintu" lanjutnya. Leo seketika menajamkan penglihatannya dan memang benar ada sebuah kabel yang sangat tipis, kalau bukan orang yang jeli jelas akan menimbulkan ledakan besar apabila kita tak mematikan arusnya.
"Sepertinya ini benar-benar ruang penyekapan itu, pintu yang lain tak terlihat ada pengamanan seperti bom ini" ucap Sandra dan diangguki setuju oleh Leo dan Willy.
__ADS_1