SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Aksi


__ADS_3

Rafi kini tengah menunggu saudara-saudaranya yang lain di dekat pintu gerbang sekolahnya. Entah hanya perasaannya saja atau bukan, lingkungan sekolah saat ini dalam keadaan sangat sepi padahal siswa-siswa angkatannya semua sudah selesai kelas bersamaan dengannya. Bahkan satpam yang biasanya berjaga di dekat pintu gerbang pun tak terlihat batang hidungnya.


"Ini kok sepi banget ya? Perasaan bel pulang sekolah juga sudah berbunyi. Satpam yang biasanya ada juga kok ini nggak ada" heran Rafi sambil melihat sekeliling sekolah yang terlihat sangat sepi.


"Padahal aku harus berada di keramaian seperti apa yang dibilang kak Sandra, tapi disini malah sepi. Apa aku keluar aja ya dari area sekolah buat cari tempat yang ramai? Tapi nanti kalau yang lain bingung nyariin aku gimana ya" gumamnya sambil berpikir-pikir.


Rafi pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari area sekolah demi mencari tempat yang ramai karena ia merasa ada yang janggal dengan keadaan sekolahnya. Namun baru saja akan melangkahkan kakinya pergi dari area gerbang sekolah, mata dan hidungnya ditutup dengan sebuah sapu tangan yang diberi obat bius sehingga tak berapa lama penglihatannya mulai kabur dan ia pingsan.


***


Disisi lain...


Dua orang laki-laki paruh baya yang sedang mengamati keadaan sekitar dari dalam mobil merasa senang bukan main seperti mendapatkan sebuah berlian runtuh. Bagaimana tidak? Saat ini orang yang diincarnya sudah berada di depan mata, bahkan tak ada satu orangpun yang mengawasinya. Memang anak buahnya itu perlu diberi tambahan bonus karena sudah menjalankan perintahnya dengan sangat baik.


"Segera lakukan" titah sang bos pada anak buahnya melalui sebuah alat yang terpasang pada telinga masing-masing anak buahnya.


Sang bos hanya memperhatikan semua detail dari aksi yang dilakukan oleh anak buahnya itu dari dalam mobilnya. Ia berjanji akan memberikan bonus kepada semua anak buahnya jika kelak ia berhasil mendapatkan apa yang selama ini diincarnya.

__ADS_1


"Gotcha... Akhirnya berhasil juga, setelah ini aku akan jadi seseorang yang kaya raya dan disegani oleh banyak orang hahahaha" khayal dari sang bos yang hanya ditanggapi geleng-geleng kepala oleh sang anak buah yang duduk disampingnya.


"Bawa anak itu ke markas" titahnya setelah melihat anak buahnya berhasil melumpuhkan targetnya dan segera saja ia melajukan mobilnya menuju tempat yang disebutnya dengan markas mengikuti anak buahnya yang sudah berjalan lebih dulu dengan membawa target.


***


Di ruang kerja Sandra...


"Bagaimana bisa Rafi nggak ada di sekolah? Bahkan saat ini semua saudaranya tidak bisa menghubunginya" seru Sandra setelah mendapatkan kabar dari salah satu saudaranya mengenai hilangnya Rafi.


Saking paniknya, ia sampai bingung dengan mondar-mandir di ruang kerjanya. Ia juga kini tak bisa meminta bantuan Leo karena Leo sedang berada di luar negeri untuk menyelesaikan masalah di perusahaannya.


Sandra mencoba untuk menenangkan diri dan pikirannya sebelum membuat keputusan. Ia tak ingin keputusan dan apa yang akan ia lakukan nanti bisa membahayakan orang-orang disekitarnya terutama Rafi.


"Sandra, astaga kenapa kau bodoh sekali sih. Kan kamu bisa lacak keberadaan Rafi lewat alat pelacak yang kamu pasang di jam tangannya" pekik Sandra tersadar dari kebodohannya.


Tanpa basa-basi, Sandra bangkit dari duduknya kemudian menuju meja kerjanya. Ia fokus pada laptop yang ada di hadapannya dengan melacak keberadaan Rafi saat ini melalui alat pelacak yang ia pasang di jam tangan milik Rafi. Setelah beberapa menit berkutat dengan laptop, akhirnya keberadaan Rafi pun diketahui oleh Sandra.

__ADS_1


"Gedung tua dekat pembuangan sampah di ujung kota" gumam Sandra di tengah keheningan di ruang kerjanya.


Sandra segera berdiri dan berlalu pergi dari perusahaan untuk menuju ke tempat Rafi saat ini. Ia berpikir bahwa yang membawa Rafi kesana adalah orang yang mengincar Rafi saat ini. Kalau memang tebakannya benar, berarti prediksinya dengan Leo selama ini meleset. Sandra dan Leo memprediksi orang itu akan melakukan aksinya dua hari lagi. Dan ia masih heran, bukannya penjagaan untuk Rafi dan saudara-saudaranya itu diperketat, tetapi kenapa masih saja bisa kecolongan bahkan dari semua anak buah Leo yang mengawasi Rafi juga tidak ada laporan sama sekali mengenai hilangnya Rafi.


Sandra segera melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju tempat dimana penyekapan Rafi berada. Tak lupa didalam perjalanan tadi, ia menyuruh beberapa anggota bayangan miliknya untuk bersiap-siap berada disana. Ia juga sudah menghubungi Leo, namun Leo tidak mengangkat panggilannya. Setelah beberapa menit berkendara, sampailah Sandra di tempat yang ia tuju. Sandra memarkirkan mobilnya tak jauh dari gedung tua itu.


"Astaga... Bisa-bisanya mereka menyekap Rafi di gedung itu. Dari jarak yang lumayan jauh dari tempat itu saja aku sudah tak tahan dengan bau sampahnya, apalagi Rafi yang berjarak 2 meter dari tempat pembuangan sampah itu" gumam Sandra di dalam mobil smbil tersenyum miris.


"Sabar Rafi, kakak pasti akan segera menyelamatkanmu" lanjutnya bergumam lirih.


"Bagaimana kondisi didalam?" tanya Sandra menghubungi anggota bayangannya melalui sebuah earphone.


"Diluar tak ada penjagaan apa-apa nona karena memang tempat ini jauh dari tempat tinggal warga dan untuk menghindari adanya kecurigaan. Untuk mobil dari semua anggota target berada di belakang gedung tua ini, sedangkan di dalam gedung terdapat sekitar 40 orang penjaga ditambah 2 orang laki-laki yang sepertinya adalah bos mereka. Dan di ruangan paling pojok itu adalah tempat dimana tuan Rafi disekap" lapor salah satu anggota bayangannya.


"Bagus, awasi pergerakan mereka semua. Aku akan segera kesana, jangan bergerak sebelum aku memberi kode" ucap Sandra memberi perintah.


"Baik nona" jawab anggota bayangan itu.

__ADS_1


"Let's play the game, orang-orang serakah. Kita akan melihat siapa yang akan hancur hari ini" gumam Sandra kemudian keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju gedung tua itu.


__ADS_2