
"Bisakah kami menemuinya?" tanya Pak Adam.
"Ya dan jelaskan padaku dan dia apa yang sebenarnya terjadi selama ini" ucap Leo dan diangguki Pak Adam.
"Baiklah. Sekarang kalian tinggal dimana? Biar nanti kami kesana untuk menemuimu dan dia" tanya Pak Adam berbicara dengan santai.
"Kami tinggal di rumah keluarga besar kekasihku. Lebih tepatnya Ayu karena aku jarang sekali berada di rumah jadinya aku menitipkan Ayu disana agar ia tak kesepian jika ku tinggal" ucap Leo dengan nada datar namun sudah terkesan santai.
"Kau sudah punya kekasih, nak?" tanya Ibu Mia dengan antusias.
"Ya" jawab Leo singkat.
"Ya sudah lebih baik kita pulang, jam kerja juga sudah selesai. Besok hari libur kami akan mengunjungi Ayu untuk meminta maaf" ajak Ibu Mia pada suami dan anaknya.
"Mengapa tak sekarang saja?" tanya Leo.
"Maaf nak kami tak bisa. Kami masih ada pekerjaan di rumah" jawab Ibu Mia tak enak hati.
"Pekerjaan apa?" tanya Leo dengan menampilkan raut wajah yang mulai tak bersahabat.
"Kami buka jasa laundry kecil-kecilan di kontrakan nak dan ada beberapa baju yang malam ini akan diambil pemiliknya" ucap Ibu Mia dengan hati-hati.
"Apa?" seru Leo meninggikan suaranya membuat kedua orangtuanya menunduk takut.
"Aku tak mau tahu kalian besok siang harus sudah ikut aku untuk bertemu dengan Ayu, aku ingin kalian tinggal bersamaku dan Ayu. Jadi selesaikan semuanya hari ini dan esok urusan kalian, kalian nggak usah masuk kerja besok" titah Leo tanpa ingin dibantah.
"Tapi nak, tadi kan kami sudah berjanji kalau setelah mendapat maaf dari kalian maka mama dan papa takkan mengganggu kalian lagi" ucap Ibu Mia sambil tersenyum lembut pada anak sulungnya itu.
"Kalian mau meninggalkanku dengan Ayu setelah bertahun-tahun kami tak mendapatkan kasih sayang dari kalian? Iya? Kalian egois. Jika kalian sudah menyadari kesalahan kalian, harusnya kalian memperbaiki semuanya dari awal bukan meninggalkan kami lagi dan membuat luka baru kembali" ucap Leo dengan mata menatap tajam kedua orangtuanya.
__ADS_1
"*Hik*s... Maaf nak, maaf" isak Ibu Mia dengan Pak Adam mengelus punggung istrinya lembut. Pak Adam juga bingung dia harus bagaimana, kalau ikut anak-anaknya ia hanya takut akan merepotkan terlebih dalam hal keuangan mereka yang saat ini sedang terlilit hutang.
"Buat apa meminta maaf kalau pada akhirnya kalian akan membuat kami kecewa kembali" ucap Leo dengan mata yang menyiratkan kekecewaan yang mendalam atas keputusan kedua orangtuanya.
"Kami sudah besar bukan anak kecil lagi yang tak tahu permasalahan orang dewasa, jadi Leo mohon jika memang kalian benar-benar menyesal dengan perbuatan kalian di masa lalu, perbaikilah apa yang sudah seharusnya kalian perbaiki" lanjutnya.
"Baik nak, papa dan mama akan tinggal bersama kalian setelah kami menyelesaikan semua urusan kami di rumah" putus Pak Adam membuat istrinya terkejut dan Leo menyunggingkan senyum tipisnya.
"Apa maksud papa? Mama nggak mau ngebebanin anak-anak kita mengenai masalah kita" tegur Ibu Mia.
"Demi anak-anak ma, lagi pula kita juga masih bisa bekerja sampingan kan untuk menyelesaikan permasalahan itu. Pikirkanlah kedua anak kita yang sudah lama tak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya" ucap Pak Adam menasihati istrinya dan dibalas anggukan pasrah oleh istrinya itu.
Leo yang melihat perdebatan antara kedua orangtuanya hanya diam saja mengamati sambil sesekali membaca email yang dikirimkan orang kepercayaannya.
"Papa dan mama punya hutang?" tanya Leo tiba-tiba pada kedua orangtuanya dengan nada yang santai.
"Jujur sama Leo pa, ma" lanjutnya saat melihat kedua orangtuanya ragu untuk menjawab.
"Buat apa uangnya?" tanya Leo.
"Buat modal buka laundry dan makan sehari-hari" jawab Pak Adam.
Leo berdiri dari duduknya, berjalan menuju ke meja kerjanya. Tak lama ia kembali duduk di kursinya dengan membawa amplop coklat yang ia ambil dari laci meja kerjanya dan menaruhnya di meja dekat kedua orangtuanya.
"Itu untuk membayar semua hutang papa dan mama. Mulai hari ini juga kalian aku pecat, kalian tak perlu bekerja. Cukup di rumah menikmati masa tua kalian bersama aku, Ayu, kakek, dan nenek" ucap Leo dengan tegasnya.
"Tapi nak..." Ucapan Pak Adam pun langsung dipotong oleh Leo.
"Aku tak menerima bantahan apapun dari kalian ma, pa. Untuk usaha laundry kalian, kalian cukup memantaunya saja. Biarkan orang lain yang bekerja jika kalian masih ingin punya usaha sendiri" ucap Leo dengan nada dinginnya membuat kedua orangtuanya tak mampu berkutik.
__ADS_1
"Baiklah kami akan menuruti apa yang kamu mau. Kami hari ini dan esok akan menyelesaikan semua urusan kami di kontrakan dulu, siang besok kami akan tinggal bersama kalian" putus Pak Adam.
"Ya" jawab singkat Leo.
Ibu Mia dan Pak Adam pun pamit pulang ke kontrakan untuk beres-beres diantar oleh anak buah Leo. Sedangkan Leo juga bergegas pulang ke mansion Sandra untuk memberitahu sang adik tentang kedua orangtuanya.
***
Leo telah sampai di mansion Sandra sekitar satu jam yang lalu. Ia juga sudah membersihkan diri dan melakukan makan malam bersama keluarga Sandra dan Ayu. Dan kini disinilah mereka semua berada di ruang keluarga.
"Hmm... Maaf semua, besok aku dan Ayu akan pindah ke rumah kami" ucap Leo tiba-tiba pada semuanya. Semua yang ada disana kaget dengan keputusan Leo yang mendadak tak terkecuali Ayu yang belum tahu apa-apa.
"Kenapa nak?" tanya Papa Luis saat melihat semua orang hanya diam masih dalam keterkejutannya.
"Orangtuaku dan Ayu sudah aku temukan. Kami akan tinggal bersama kembali dengan kakek dan nenek juga dalam satu rumah" jawab Leo dengan nada santainya.
"Kakak sudah memaafkan mama dan papa? Kapan kalian bertemu?" tanya Ayu beruntun.
"Ya, tadi siang kakak ketemu papa dan mama di tempat kerja kakak. Mereka karyawan baru di tempat kerja kakak" jelas Leo pada adiknya itu.
"Besok kita pindah ya? Tenang saja kakak pastikan kamu nggak akan kesepian kok di rumah karena mama dan papa sudah tidak bekerja lagi" lanjutnya saat melihat keraguan di mata Ayu. Ayu pun hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban, pasrah akan apa yang di putuskan kakaknya.
"Kenapa nggak tinggal sekalian disini saja kak? Kan disini juga masih banyak kamar kosong, Sandra nggak keberatan kok" ucap Sandra.
"Aku dan Ayu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan keluarga kami lagi jadi biar semua nyaman lebih baik kami tinggal bersama dulu. Terimakasih atas semuanya untuk selama ini, sudah mau menjadi sandaran kami disaat kami lelah. Di rumah ini kami menemukan apa artinya "sejauh-jauhnya kalian pergi, suatu saat pasti akan kembali juga ke rumahnya"" ucap Leo dengan senyum tipisnya.
"Tapi nanti kalau kita sudah menikah, kita akan tinggal bersama lagi kok, baby" lanjut Leo dengan nada menggoda Sandra membuat rona pipi Sandra memerah.
"Cieee.... Kak Sandra blushing hahaha" seru Alin, Damar, Fatah, dan Akbar bersamaan sambil tertawa membuat Sandra semakin malu.
__ADS_1
Semua yang ada disana pun tertawa bahagia dengan candaan-candaan yang mereka buat hingga larut malam, setelahnya pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat.