
Pagi menyapa, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para siswa-siswi Arva International High School terutama yang kemarin mengikuti turnamen basket. Sandro dan Willy tak kalah antusiasnya, selain karena hadiah pastinya. Mereka berdua juga berhasil membuktikan pada semua orang bahwa walaupun tak mengikuti ekstrakulikuler non akademik namun mereka juga jago dalam bidang itu.
"Wah hari ini kak Sandro dan kak Yusuf dapat motor sport. Alin nggak sabar mau jalan-jalan" seru Alin setelah mereka menyelesaikan sarapannya.
"Setelah pulang sekolah nanti kita jalan-jalan ya kak" tambah Damar dengan semangat.
"Hahaha boleh deh nanti sehabis pulang sekolah kita jalan-jalan ya atau nanti malam saja sekalian ke pasar malam" saran Sandro yang menambah keantusiasan mereka.
"Mau kak, mau. Kita ke pasar malam" saut Sandra dengan bersemangat saat mendengar kata "pasar malam".
"Hahaha yang ditanya siapa, eh yang jawab siapa" ucap Willy sambil tertawa.
"Ih... Kak Willy jahat. Pokoknya kita jalan-jalan ke pasar malam nanti" Sandra benar-benar begitu bersemangat sampai semua yang disana geleng-geleng kepala melihat tingkah Sandra yang seperti anak kecil.
"Baiklah, nanti kita jalan-jalan pakai motor baru ke pasar malam. Sandra jangan lupa ijin dengan Leo, jangan sampai buat dia khawatir lagi" ucap dan peringat Willy.
"Siap kak" ucap Sandra dengan tegas.
Setelah semua siap, mereka segera berangkat ke kampus, sekolah, dan kantor.
***
Sandro dan Yusuf sudah sampai di sekolah dengan mengendarai sepeda motor bebeknya. Walaupun Sandra sudah memberikan mereka sepeda motor sport terbaru, namun mereka enggan menggunakannya karena bukan hasil dari kerja keras mereka sendiri.
Sesampainya di sekolah mereka segera memarkirkan sepeda motornya di tempat parkir biasa. Mereka berdua berjalan di koridor sekolah menuju kelasnya. Sandro dan Yusuf masih duduk berdua karena mereka tak terlalu akrab dengan teman sekelasnya.
"Ayo segera ke lapangan, upacara akan dimulai" seru ketua kelas mereka.
Tak menunggu lama, semua siswa berbondong-bondong keluar kelas menuju lapangan upacara. Setelah 45 menit melaksanakan upacara, tiba-tiba dari arah gerbang terdapat banyak orang berpakaian hitam masuk ke dalam lingkungan sekolah. Mereka menyebar di semua area sekolah.
Banyak siswa yang histeris ketakutan dan juga bingung ada apa sebenarnya, tak terkecuali Yusuf dan Sandro. Sandro yang mempunyai masa lalu yang kelam mengenai orang-orang berbaju hitam, tanpa basa basi menggenggam erat lengan dari Yusuf dan memejamkan matanya untuk meredakan ketakutannya. Yusuf yang merasakan lengannya di cengkeram erat langsung menoleh dan melihat kakaknya yang memejamkan mata ketakutan.
"Kak, lawan rasa takut kakak. Yusuf akan selalu ada disini sama kakak" ucap Yusuf menenangkan Sandro. Yusuf sudah tahu mengenai masa lalu dan ketakutan ketiga kakaknya.
__ADS_1
Sandro hanya diam tak menanggapi ucapan Yusuf, ia tetap memejamkan matanya untuk menetralisir rasa takutnya.
Brum... Brum...
Bunyi mobil sport keluaran terbaru memasuki area sekolah menimbulkan rasa bingung dan histeris kagum para siswa siswi sekaligus guru disana. Mobil sport itu diikuti beberapa orang berpakaian hitam yang mdmbawa mobil pick up berisi beberapa motor sport keluaran terbaru.
*Itu hadiah buat yang turnamen basket
Gila hadiahnya
Kaya mendadak uyyyy
Mobil sport nya auto berasa pingin jual ginjal
Motor sportnya uyyyy, keren abis*
Mobil sport itu berhenti di dekat lapangan upacara yang masih di penuhi penghuni sekolah. Bak slow motion, pemilik mobil itu keluar menggunakan topeng berbahan emas.
Pemilik perusahaan terbesar dunia datang ke sekolah
Cantik banget walaupun pakai topeng
Barang-barang yang dipakai branded semua lah*
Pekikan histeris benar-benar membuat gaduh area sekolah yang menyadari bahwa pemilik sekolah dan perusahaan terbesar di dunia datang ke sekolah mereka. Para guru seketika tersadar dan langsung menertibkan siswa nya agar tak membuat malu pemilik sekolah. Mereka tak menyangka bahwa pemilik sekolah akan mengunjungi sekolah karena sebelumnya tak ada pemberitahuan apa-apa, yang mereka dengar hanya sekretarisnya saja yang datang bukan pemiliknya.
"Perhatian... Kepada seluruh siswa siswi diharap segera kembali ke barisan seperti semula"
Pengumuman itu menggema membuat semua siswa dan siswi kembali ke barisan. Sedangkan para guru menyiapkan ruangan yang akan digunakan untuk menyambut pemilik sekolah dan sebagian lagi mengatur acara tambahan di lapangan.
"Selamat siang nona, tuan" sambut kepala sekolah dengan menunduk hormat pada pemilik sekolah dan sekretarisnya yang hanya dijawab anggukan kecil.
Kepala sekolah yang menyambut pemilik sekolah dan sekretarisnya segera mengarahkan ke arah mimbar upacara.
__ADS_1
"Selamat pagi anak-anak, mari kita sambut pemilik sekolah kebanggaan kita, nona Arva" seru kepala sekolah.
Nona Arva, pemilik perusahaan terbesar di dunia dan pemilik sekolah Arva International High School. Nona Arva yang berada di dekat mimbar pun segera melangkahkan kakinya menuju mimbar upacara dengan langkah yang anggun dan berwibawa membuat yang disana semakin bsrdecak kagum.
"Selamat pagi semua" seru Nona Arva dengan nada datar andalannya dan juga senyum tipisnya.
"Selamat pagi" jawab semuanya.
"Saya disini hanya ingin mengucapkan selamat atas kemenangan tim basket dalam turnamen kemarin. Seperti yang saya janjikan kemarin, bahwa semua tim yang ikut dalam turnamen basket kemarin akan mendapatkan masing-masing sebuah motor sport" seru Sandra dengan nada tegasnya. Sontak semua yang mendengar hal itu pun bersorak senang.
"Kalian bisa mengambil hadiahnya di kepala sekolah dan untuk motor sportnya sudah terparkir rapi di parkiran khusus. Semoga dengan adanya hadiah ini, bisa memotivasi siswa lainnya untuk berprestasi dalam hal akademik atau non akademik lainnya. Saya tak akan tanggung-tanggung untuk memberikan hadiah kepada kalian yang membanggakan sekolah ini. Sekali lagi selamat, permisi" lanjutnya.
Semua siswa siswi disana benar-benar merasa bangga dan dihargai bersekolah disana. Selama ini ketika mereka mendapatkan penghargaan sekolah Arva inilah yang selalu memberikan mereka apresiasi. Dari beasiswa sampai perguruan tinggi, motor sport, atau hadiah uang akan diberikan, namun baru kali ini pemilik sekolahnya hadir.
Di sisi lain
Sedangkan disisi lain, dua orang remaja laki-laki yang sedang mendengarkan apa yang disampaikan oleh pemilik sekolah itu merasa curiga akan sesuatu.
"Aku kok kaya kenal ya pemilik sekolah itu" ucap Sandro pada Yusuf.
"Iya, terasa familiar. Dari suara dan bahasa tubuhnya" ucap Yusuf yang juga merasakan hal yang sama.
"Tapi siapa ya? Coba lihat matanya" ucap Sandro pada Yusuf untuk fokus pada mata pemilik sekolah itu.
"Sandra" pekik Sandro dan Yusuf tertahan karena tak ingin menjadi pusat perhatian orang lain.
"Tapi apa mungkin? Kak Sandra pemilik perusahan terbesar dunia itu?" tanya Yusuf yang masih ragu.
"Iya juga ya. Lebih baik nanti kita tanyakan pada Sandra ketika bertemu dirumah" ucap Sandro dan diangguki oleh Yusuf.
"Ayo kita ambil kunci di ruang kepala sekolah" ajak Yusuf setelah menyelesaikan pembicaraan tentang pemilik sekolah dan perusahaan terbesar dunia itu.
Mereka berjalan beriringan menuju ruang kepala sekolah untuk mengambil kunci motornya agar nanti malam bisa jalan-jalan bersama keluarganya.
__ADS_1