SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kebersamaan Keluarga Vito


__ADS_3

Brukkk....


Suara benda terjatuh dari tempat tinggi membuat dua orang yang sedang tidur disana kaget dan seketika bangun dari alam mimpinya.


"Kamu kenapa dek di kolong tempat tidur?" tanya Willy heran yang melihat Sandra tiduran di kolong tempat tidur dengan posisi tengkurap. Sandra hanya diam tak bergeming.


"Kamu kenapa baby?" tanya Leo yang masih sedikit linglung karena masih mengantuk.


Sandra tetap tak menjawab pertanyaan kedua orang itu membuat Leo dan Willy saling pandang kemudian segera mendekat ke arah Sandra. Willy mengangkat Sandra agar bisa melihat wajah Sandra. Setelah dibalik, ternyata Sandra masih tidur terbukti dengan dengkuran halus teratur yang keluar dari mulutnya.


"Astaga" gumam Willy dan Leo sambil menepuk dahinya pelan.


"Jadi suara tadi itu karena Sandra jatuh dari tempat tidur. Tapi kok ya dia nggak bangun, apa nggak merasa sakit" ucap Willy geleng-geleng kepala melihat kelakuan Sandra yang masih seperti dulu kalau tidur tidak pernah bisa tenang.


"Mungkin dia kelelahan karena baru tidur menjelang pagi" ucap Leo dan diangguki setuju oleh Willy.


Willy segera mengangkat Sandra kembali ke tempat tidur, kemudian ia membersihkan dirinya bergantian dengan Leo. Setelah Willy selesai dari kamar mandi, ia segera membangunkan Sandra.


"Dek, bangun. Udah siang, ayo kita harus bergegas pulang" ucap Willy membangunkan Sandra dengan menepuk-nepukkan tangannya di pipi Sandra pelan.


Eunghhhh....


"Sudah pagi kak?" tanya Sandra dengan suara serak habis bangun tidurnya.


"Iya, udah sana kamu bersih-bersih dulu. Untuk pakaian gantinya udah ada di kamar mandi, tadi anak buah papa yang membawanya" titah Willy yang langsung dilaksanakan oleh Sandra.


Tak berselang lama, Sandra keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar. Ia juga telah memakai pakaian yang sudah disediakan di kamar mandi. Ia segera mendekat ke arah Willy dan Leo yang tengah sibuk dengan hp nya.


"Ayo kita jenguk keluarga Vito sebentar, lalu bergegas pulang" ajak Willy setelah melihat Sandra yang mendekat kepadanya.


"Iya ayo, aku juga sudah menghubungi Vito kalau keluarganya berada disini" ucap Leo dan diangguki oleh Sandra.


***

__ADS_1


Mereka bertiga keluar dari ruangan di sebelah ruang keluarga Vito dirawat dan melihat seseorang berdiri di depan pintu membelakangi ketiganya sambil mengintip dan tak terlihat ada pengawal yang mereka sediakan seperti semalam. Karena melihat gerak-gerik mencurigakan dari orang itu, akhirnya Sandra memberanikan diri untuk menegur orang itu.


"Siapa anda? Ngapaian anda berdiri disini?" seru Sandra dengan nada dinginnya.


Seketika orang yang berada di depan pintu itu pun membalikkan badannya karena merasa ia tengah diajak berbicara.


"Eh nona Sandra, tuan" ucap seseorang itu yang tak lain adalah Vito sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku kira siapa" gumam Sandra sedikit menghela nafasnya lega.


"Kenapa tidak masuk? Apa kau tak rindu dengan keluargamu? Tenang saja anak buah bos mu itu takkan bisa masuk ke rumah sakit ini untuk mengawasimu. Jadi kau bisa bebas bertemu dengan mereka" ucap Sandra dengan nada datarnya seakan ia tahu ada keraguan di mata Vito untuk menemui keluarganya. Vito yang sudah percaya dengan Sandra pun menganggukkan kepalanya.


Ceklek...


Vito memasuki ruang rawat keluarganya diikuti oleh Sandra, Leo, dan Willy dibelakangnya.


"Mas Vito"


"Vito"


Seruan panggilan itu pun menggema di ruang rawat keluarga Vito saat pintu terbuka. Tanpa basa-basi Vito segera berlari untuk mendekat ke arah keluarganya. Tangis haru benar-benar pecah di ruangan itu.


"Maafkan Vito bu, sudah melibatkan kalian dalam kerjaan Vito. Harusnya kalian bisa hidup enak bukan diperlakukan layaknya binatang oleh atasanku hiks" ucap Vito pada wanita paruh baya di pelukannya yang tak lain adalah ibunya.


"Maaf" gumam Vito sambil menangis sesenggukan dipelukan ibunya.


"Tak apa nak, itu sudah terjadi. Biarkan yang kemarin kita jadikan pelajaran. Yang penting kamu baik-baik saja dan sehat, serta sudah bersama kami kembali" ucap ibu Vito sambil menangis di pelukan anak yang sangat ia sayangi. Vito segera melepas pelukannya pada sang ibu kemudian beralih ke sang istri.


"Maaf sayang, sudah melibatkanmu. Aku akan pastikan kalau kejadian seperti ini takkan pernah terulang lagi, kedepannya hanya akan ada kejadian bahagia di keluarga kita" ucap Vito pada istrinya yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Kevin, Keano, Kinara" panggil Vito pada ketiga anaknya.


Kevin dan Keano menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca, mereka berdua benar-benar merindukan sang ayah yang selama 8 tahun tak pernah mereka temui. Sedangkan si bungsu, ia diam mencerna semuanya karena ia tidak kenal dengan orang yang dipanggil "ayah" oleh kedua kakaknya itu. Ia hanya merasa dekat dan pernah melihatnya, namun ia sendiri lupa dan dimana.

__ADS_1


Vito segera memeluk ke dua anak laki-lakinya dengan terus menggumamkan kata maaf, begitupun dengan Kinara. Namun Vito juga tak lupa memperkenalkan dirinya pada sang anak bungsu.


"Ayah hiks hiks Ayah hiks... Jangan tinggalin Kinara lagi hiks" gumam Kinara di pelukan ayahnya sambil menangis.


Semua yang ada disana ikut bahagia dengan mata berkaca-kaca, mereka terharu dengan pertemuan Vito dengan anak yang belum terlalu mengenalnya.


***


Sandra, Willy, dan Leo yang melihat pemandangan di depannya merasa sedikit tersentuh. Namun karena mereka setelah ini ada acara jadi mereka terpaksa menghentikan acara kangen-kangenan itu.


Ekhemmm....


Suara deheman seseorang itu segera mengalihkan pandangan satu keluarga itu.


"Eh... Nona, tuan. Maaf sampai melupakan kalian" ucap Vito tak enak hati dan hanya diangguki oleh Sandra.


"Maaf sebelumnya mengganggu acara kangen-kangenan kalian. Tapi kami mau pamit karena setelah ini kami ada acara" pamit Sandra mewakili Willy dan Leo.


"Oh iya nona, tuan. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas bantuan kalian untuk menyelamatkan keluarga saya. Saya berjanji akan memenuhi apa yang sudah kita sepakati" ucap Vito dengan nada penuh keyakinan.


"Iya saya percaya kau akan memenuhi janjimu. Ah satu lagi aku hampir saja lupa. Lebih baik setelah keluarga anda pulih, keluarga anda bisa tinggal di rumah yang sudah saya siapkan karena disana masih berada di kawasan saya jadi kemungkinan bosmu itu akan sulit menjangkau keluargamu lagi. Saya pastikan disana keamanan keluargamu lebih terjamin" saran Sandra.


Vito terdiam sebentar untuk memikirkan saran dari Sandra.


"Baik nona, saya setuju dengan saran anda. Saya percaya dengan pengawasan dari nona dan tuan. Setelah urusan itu selesai saya akan membawa kembali mereka di rumah yang sudah saya siapkan" ucap Vito yakin dan diangguki oleh Sandra.


"Kalau begitu kami permisi dulu" pamit Sandra lagi.


"Terimakasih kakak cantik" seru Kinara dengan tersenyum walaupun wajahnya masih terlihat pucat. Sandra hanya membalas ucapan itu dengan tersenyum manis kemudian berlalu dari sana meninggalkan keluarga yang kini tengah bahagia karena berkumpul kembali.


*Double Update Readers....


Jangan lupa dukungannya*....

__ADS_1


__ADS_2