
"Jadi kami kemarin sedang sibuk mengurus masalah perusahaan papa yang ada di sana. Perusahaan itu untuk sementara akan di pegang oleh aku sebelum nantinya akan di serahkan ke Rafi kalau dia sudah bisa memimpin perusahaan. Kami juga sedang sibuk mengatasi dalang dari pembunuhan papa dan kekacauan perusahaan. Pasti kalian juga merasa bingung bukan dengan bertambahnya bodyguard di rumah, sekolah, kampus, bahkan perusahaan? Itu adalah bentuk upaya kami untuk melindungi kalian semua dari dalang atas kejadian yang menimpa kita beberapa minggu ini. Keselamatan kalian kali ini sedang di pertaruhkan makanya kami tak mau sering menghubungi kalian karena pasti banyak sekali mata-mata yang sedang mengawasi gerak-gerik kalian terutama kami" jelas Sandra menjelaskan semua permasalahan yang ada dengan nada seriusnya.
"Jadi papa Luis meninggal karena di sengaja bukan murni kecelakaan? Wah siapa tuh orang, beraninya nyebabin papa meninggal? Nggak punya hati memang" kesal Yusuf dengan menggebu-gebu.
"Kalian sudah tahu siapa dalang sebenarnya? Lalu pelakunya sekarang ada dimana?" lanjutnya dengan memberikan banyak pertanyaan membuat semua orang yang ada di sana geleng-geleng kepala atas ketidaksabaran Yusuf.
"Sabar Yusuf, biarkan Sandra atau Leo yang menjelaskan" tegur Willy yang melihat Yusuf begitu tidak sabaran.
"Hmm... sudah" jawab Leo dengan singkat.
"Kalau sudah tahu, sekarang dimana orang itu? Apakah sudah di bunuh?" tanya Yusuf kembali dengan menggebu-gebu.
Semua orang disana melongo dengan yang di ucapkan oleh Yusuf, terlebih Yusuf daritadi sangat antusias dengan pembahasan mengenai apa yang terjadi sebenarnya selama mereka bertiga tak tinggal di Indonesia.
__ADS_1
"Yusuf, perhatikan ucapanmu apalagi di sini ada anak kecil yang belum sepatutnya mendengar kalimat seperti itu" tegur Sandro, sang kembaran dan di balas cengengesan kikuk saja oleh Yusuf.
"Kami belum melakukan apa-apa, maka dari itu mulai kemarin kami memperketat penjagaan pada semua anggota keluarga kita. Terutama Rafi dan aku karena mereka berdua adalah kunci dari semua ini. Apabila kalian nanti merasa atau melihat sesuatu yang mencurigakan, segeralah bilang pada aku atau kak Leo" jelas Sandra dan diangguki mengerti oleh semua yang ada di sana.
***
"Lapor bos, anak Tuan Luis telah kembali ke negara asal mereka. Mata-mata yang kita masukkan ke dalam perusahaan sudah di singkirkan semua oleh orang-orang kepercayaannya" lapor sang anak buah pada bos nya yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Cari tahu orang-orang kepercayaan Luis selain Edward. Aku yakin ada orang dengan kekuasaan besar ada di balik perusahaan Luis karena walaupun sudah kita goncangkan tetapi tetap saja perusahaan itu tak goyah sama sekali" titah sang bos.
"Kau sudah kirimkan mata-mata untuk di Indonesia?" tanya sang bos setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh anak buahnya itu.
"Sudah bos, tapi sampai sekarang belum ada kabar sama sekali. Semalam mereka sudah mengabari kalau target sudah sampai di Indonesia, namun setelah itu mereka belum bisa kami hubungi lagi" ucap sang anak buah.
__ADS_1
"Malam ini juga kita susul mereka ke sana, aku ingin segera menyingkirkan Rafi dan mengambil semua apa yang harusnya aku miliki" titah sang bos pada anak buahnya tanpa bantahan.
"Baik bos" patuh sang anak buah.
"Aku yakin kalau anak buah si bos yang memata-matai orang kepercayaan Tuan Luis sudah di hilangkan oleh orang itu. Hah... semoga saja aku bisa selamat dari mereka-mereka itu karena aku yakin mereka bukanlah orang sembarangan" batin sang anak buah sambil berjalan meninggalkan ruangan si bos dengan hati yang tak tenang.
"Kalian tunggu saja kedatanganku, karena akan ku pastikan kalian akan habis di tanganku apabila kalian mencoba menghalangiku semua rencanaku" batin sang bos sambil tersenyum mengerikan dalam arti menyimpan banyak sekali rencana busuk di dalam otaknya.
***
"Sepertinya musuh kita mulai terlihat menampakkan batang hidungnya. Ku rasa kita harus siap-siap untuk menyambut kedatangannya" ucap seorang gadis yang tengah duduk di kursi kebesarannya, yang tak lain adalah Sandra.
"Ah... Ya jelas, kita akan menyambutnya dengan sebuah penyambutan yang takkan pernah bisa terlupakan" balas seorang laki-laki yang duduk di depan Sandra yang tak lain adalah Leo.
__ADS_1
Hah... Memang benar-benar pasangan yang sangat serasi kalau soal urusan menghancurkan seseorang yang ingin mengusik keluarga mereka. Kompakkkkk....