
Tak... Tak... Tak...
Bunyi ketukan sandal dan lantai menggema memasuki ruang tamu yang di huni oleh tiga orang manusia.
"Kak Leo..." panggil seorang perempuan yang baru saja datang memasuki ruang tamu.
"Iya baby" jawab Leo lembut pada Sandra.
Hal itu membuat Aurora dan ayahnya yang masih di situ menganga tak percaya. Leo yang mereka kenal adalah orang yang kejam dan dingin pada semua partner bisnisnya. Bahkan ia tak pernah terlihat dekat dengan perempuan. Lalu apa ini?
"Hmm" dehem Leo saat menyadari bahwa Aurora dan ayahnya melamun karena melihat sikapnya barusan.
"Eh... Maaf" sadar Tuan Tim dengan canggung.
"Wait... Ada gerangan apa yang membuat perempuan sekelas Nona Aurora mampir di gubuk saya ini?" tanya Sandra setelah menyadari kehadiran Aurora dan ayahnya.
Sebelumnya mereka membelakangi Sandra hingga Sandra tak mengenal tamu itu. Aurora yang di tanya i Sandra seperti itu hanya menundukkan kepalanya. Dan apa kata Sandra? Gubuk? Rumah mewah bagai istana di sebut gubuk? Astaga...
"Bisa kita bicara sebentar Nona? Sebelumnya perkenalkan saya ayah Aurora, Daniel Tim" ucap Tuan Tim sopan dengan memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
Sandra duduk di sofa sebelah Leo sambil menunggu apa yang di lakukan kedua tamunya itu di rumahnya.
__ADS_1
"Ya... Perkenalkan saya Sandra" ucap Sandra dengan tersenyum tipis.
"Jadi ada keperluan apa nona dan tuan kemari?" lanjutnya bertanya.
"Saya kesini dengan anak saya ingin minta maaf pada anda nona atas perbuatan anak saya. Saya mohon jangan balas perlakuannya kepadanya, balaskan saja pada saya karena ini semua murni atas kesalahan saya yang kurang memperhatikan anak saya. Hingga anak saya jadi sombong dan angkuh" ucap Tuan Tim dengan tersenyum sendu.
Mendengar dan melihat hal itu jelas membuat Sandra merasa terharu akan apa yang di lakukan oleh ayah Aurora. Begitu besar cinta nya pada anaknya membuatnya mau berkorban agar anaknya tak di sakiti. Sandra benar-benar iri karena Aurora masih mempunyai ayah yang menyayangi dan menjaganya. Sedangkan Aurora yang mendengar hal itu merasa sangat bersalah, akibat ulah nya malah menjatuhkan nama ayahnya.
"Beruntunglah kamu Aurora masih punya ayah yang menyayangi dan menjagamu di dunia ini" ucap Sandra dengan senyuman tipisnya.
"Ia bahkan mau meminta maaf dan mengorbankan dirinya karena kesalahan yang anaknya lakukan" lanjutnya.
"Jadi hukuman apa yang harus saya jalankan nona? karena ulah anak saya" tanya Tuan Tim setelah melepaskan pelukannya.
"Aku tahu anakmu itu baik, tuan. Hanya saja dia kurang perhatian dari anda hingga membuatnya mencari-cari masalah" ucap Sandra dengan tenang dan di benarkan oleh Tuan Tim.
"Benar nona Sandra, aku memang kurang kasih sayang apalagi ayah sibuk kerja dan aku nggak ada teman berbagi. Saudara apalagi, aku anak tunggal" ucap Aurora membenarkan pernyataan Sandra dengan menundukkan kepala.
"Berubahlah" ucap Sandra dengan tenang.
"Bukan untuk orang lain, ayahmu, temanmu, atau siapapun. Tapi untuk dirimu sendiri" lanjutnya.
__ADS_1
"Iya nona, saya akan berubah menjadi lebih baik lagi dan tak menyusahkan ayah lagi. Saya minta maaf nona atas apa yang sudah saya lakukan pada anda" ucap Aurora dengan tatapan bersalah.
"Kemarilah" titah Sandra menyuruh Aurora mendekat.
Aurora menatap ayahnya dan di balas anggukan oleh ayahnya. Aurora berdiri di depan Sandra yang juga telah berdiri.
"Jadilah kakakku" ucap Sandra pelan namun masih terdengar oleh semua orang sembari menarik Aurora ke dalam pelukannya.
Ia yakin Aurora adalah wanita baik-baik jadi Sandra ingin Aurora menganggap dirinya sebagai adik agar Aurora tak merasa sendirian atau kesepian ketika ditinggal ayahnya bekerja.
Aurora masih terpaku dan diam membeku di pelukan Sandra, ia benar-benar tak menyangka ini terjadi.
"Hukuman untuk tuan Tim dan nona Aurora cukup menjadi uncle dan kakak saya" lanjutnya.
"Ini beneran? Aku punya adik? Jadi kalau aku pergi kemana-mana bisa ajak adik aku dong" seru Aurora dengan membalas pelukan Sandra erat.
"Huft... Baiklah, panggil aku uncle Tim. Ah... Itu terdengar sangat keren" ucap Tuan Tim terkekeh diikuti Sandra dan Aurora sedangkan Leo hanya tersenyum tipis.
"Kamu benar-benar malaikat baby. Orang yang ingin mencelakaimu malah kamu jadikan saudara. Aku beruntung memiliki wanita sepertimu" batin Leo dengan senyum tipisnya melihat ketiga orang di depannya sudah akrab bercanda ria.
Dikit dulu hari ini... Besok aku lanjut, lagi sibuk banget akhir-akhir ini nggak sempat pegang hp
__ADS_1