SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kembali ke Indonesia


__ADS_3

Rafi, Leo, dan Sandra memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia karena masalah perusahaan dan aset milik Tuan Luis sudah selesai mereka urus. Perusahaan sudah ia serahkan kepengurusannya pada Edward sementara waktu dengan Sandra yang masih mengawasi dari jauh. Sandra pun sudah merombak total jajaran petinggi perusahaan. Tak tanggung-tanggung, bahkan ia memecat hampir 40% karyawan dan petinggi yang bermasalah. Leo dan Sandra pun sudah mengetahui siapa dalang sebenarnya dari semua kekacauan perusahaan kemarin, namun mereka belum akan bergerak karena harus memikirkan rencana yang matang agar tidak melukai dan membahayakan Rafi nantinya. Walaupun Rafi sudah memberikan kebebasan pada mereka untuk melakukan apapun pada orang yang sudah membunuh papanya.


"Kak Sandra, Kak Leo... aku tahu pasti yang menyebabkan semua kekacauan perusahaan dan yang membunuh papa adalah orang yang sama atau bahkan mungkin orang yang masih sedarah dengan kami. Aku tak masalah dengan apa yang akan kakak lakukan pada orang itu karena bagiku keluargaku hanyalah kalian dan aku hanya ingin ikut dilibatkan dalam setiap rencana yang akan kakak lakukan" ucap Rafi saat dia mendengar percakapan antara Sandra dan Leo yang sedang membahas tentang dalang dari semua kejadian ini.


"Hah... akhirnya kembali juga kesini" gumam Sandra pelan namun masih terdengar oleh Leo daan Rafi yang berada di sampingnya.


Saat ini Sandra, Leo, dan Rafi sudah berada di Bandara Indonesia setelah beberapa menit yang lalu pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna. Mereka menunggu jemputan dari anak buah Leo.


"Ayo... yang jemput sudah datang" ajak Leo setelah mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau mereka telah sampai. Sandra dan Rafi pun mengangguk kemudian berjalan mengikuti Leo yang telah berjalan lebih dahulu.


***


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka bertiga sampai di mansion mewah milik Sandra. Semua anggota keluarga yang ada di Indonesia tak ada yang mengetahui tentang kepulangan mereka bahkan mereka bertiga sampai di Indonesia tengah malam di saat semua orang di mansion tengah istirahat.


"Pasti mereka semua akan terkejut dengan kehadiran kita esok hari" ucap Rafi dengan senyum tipisnya.


"Ya benar, bahkan selama satu minggu ini kita sama sekali tak memberi kabar pada mereka" ucap Sandra dan diangguki setuju oleh Leo.


"Ayo masuk, angin malam semakin dingin dan tak bagus untuk kesehatan. Malam ini kak Leo nginap di sini saja, lagi pun ini sudah tengah malam sangat berbahaya kalau kakak pulang" lanjut Sandra.


"Baiklah, ayo Rafi" pasrah dan ajak Leo pada Rafi.

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam mansion kemudian berpisah menuju kamar masing-masing untuk istirahat.


***


Keesokan harinya...


Semua anggota keluarga di mansion Sandra sudah berkumpul di meja makan kecuali Sandra, Leo, dan Rafi. Tampak wajah mereka lesu walaupun di meja makan terdapat beragam makanan lezat yang berjajar begitu banyaknya.


"Sandra kenapa nggak bisa di hubungi ya semingguan ini" ucap Sandro dengan lesu.


"Iya, mana kak Leo dan Rafi di hubungi juga tak bisa lagi. Sibuk apa sih mereka? Sampai tak sempat mengabari kita di sini" kesal Yusuf dan diangguki oleh saudaranya yang lain.


Tak... Tak... Tak...


"Sandra/ Kak Sandra, Kak Leo/ Leo, Rafi/ Kak Rafi" seru semua orang yang ada di meja makan memanggil ketiga orang yang tengah berjalan menuruni tangga.


"Halo semua..." sapa Sandra di depan mereka semua dengan melambaikan tangannya sambil tersenyum manis, sedangkan Leo dan Rafi hanya tersenyum saja.


Semua orangpun seketika berdiri dan langsung menghambur ke dalam pelukan Sandra, Leo, dan Rafi untuk sekedar mengurangi kerinduan yang telah membuncah di dalam dada.


"Kalian dari mana saja? Di sana ngapain? Sampai-sampai nggak sempet ngabarin kita di sini selama seminggu ini, hah?" tanya Sandro dengan beruntun tanpa jeda dan diangguki oleh semuanya karena pertanyaan Sandro sudah mewakili semua saudaranya yang sudah selesai berpelukan.

__ADS_1


"Hehe..." Sandra hanya menjawab dengan cengengesan kikuk saja.


"Kita sarapan dulu baru kita interogasi mereka bertiga" sela Willy yang menyela pembicaraan mereka agar tak berlanjut panjang hingga melewatkan sarapan pagi itu.


Akhirnya semua menuruti apa yang di ucapkan oleh Willy. Semua duduk di kursinya masing-masing kemudian sarapan dengan tenang.


***


Setelah semua selesai dengan sarapannya, akhirnya mereka berkumpul di ruang keluarga untuk mendengarkan penjelasan dari Sandra, Leo, dan Rafi.


"Jadi..." tanya Willy memecah keheningan di antara mereka padahal mereka sudah duduk di sana sekitar 20 menit, namun sama sekali tak ada pembicaraan apa-apa. Semua melamun dengan pikirannya masing-masing.


"Tapi sebelumnya kakak mewakili semua yang ada di sini mau ngucapin turut berduka cita buat Rafi. Maaf di saat-saat terburuk kamu, kami yang ada disini tak ada di sampingmu. Tapi yakinlah bahwa do'a kami selalu menyertai kamu dan papa karena bagaimanapun papa Luis adalah papa kami juga walaupun bukan kandung" lanjut Willy dengan memeluk Rafi.


"Iya kak tidak apa-apa, toh aku paham kalau kalian tak mungkin untuk bisa ke sana dengan kejadian yang begitu mendadak kemarin. Aku atas nama papa, mau minta maaf apabila selama kalian mengenal papa, papa ada salah. Dan terimakasih... terimakasih masih menerima Rafi jadi salah satu bagian dari keluarga ini" ucap Rafi dengan lirih di pelukan Willy.


Semua yang ada di sana begitu terharu bahkan sampai menitikkan air mata nya. Mereka benar-benar kehilangan sosok papa pelindung dan pengayom dalam keluarga. Namun apalah daya manusia, kematian memang tak bisa di cegah kapan datangnya. Sebagai manusia kita hanya bisa menerima apa yang sudah di takdirkan oleh Tuhan.


"Udah... udah kenapa jadi sedih-sedih kaya gini. Papa pasti sudah tenang di alam sana karena berkumpul dengan mama lagi. Yang pasti apapun yang terjadi, Rafi akan selalu menjadi bagian dari kita" ucap Sandra mengakhiri moment sedih itu.


"Ah iya, kita nggak boleh sedih-sedih lagi karena hidup akan terus berjalan dengan atau tanpa adanya papa. Kita sekarang hanya bisa berdo'a saja untuk papa agar papa di berikan tempat terbaik di sana" tutup Willy dan diangguki oleh semuanya.

__ADS_1


"Jadi... Kak Sandra, coba jelaskan kenapa kalian tidak menghubungi kami selama seminggu ini? Kami khawatir dengan keadaan kalian, bahkan kalian tak bisa di hubungi sama sekali" tanya Yusuf mengalihkan pembicaraan.


Next...


__ADS_2