SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Satu Petunjuk (Lagi)


__ADS_3

Saat ini Sandra, Erick, dan papa Luis sedang menuju ke sebuah hutan belantara yang jarang sekali di datangi oleh penduduk sekitar karena banyaknya hewan buas disana. Butuh waktu 1 jam perjalanan untuk sampai di depan pintu masuk utama hutan itu. Mereka bertiga masuk ke dalam hutan itu dengan langkah santai, bahkan tak ada kesan takut terpancar dari wajah mereka bertiga.


"Arva in here" seru Sandra saat mereka telah sampai di tengah-tengah hutan itu.


Setelah mendengar sebuah seruan itu, bagai mantra dan perintah, pohon-pohon yang berada di hadapan mereka seakan membuka membentuk jalan setapak dengan di kanan dan kirinya terdapat pohon tersebut. Setelah jalan itu terbentuk, Sandra berjalan di atas jalanan itu dengan langkah tegasnya dan terlihatlah beberapa buah gua disitu. Gua tersebut adalah penjara bagi tahanan-tahanan Sandra.


Kemarin bukannya ketua mafia tahanan Sandra itu dibawa anak buah Leo? Kok anak buah Leo tahu ada penjara ini? Ya, memang kemarin anak buah Leo yang membawa ketua mafia itu. Namun malamnya anak buah Papa Luis memindahkan orang itu ke tahanan milik Papa Luis dan juga Sandra. Dan hanya orang-orang tertentu di keanggotaan mafia papa Luis yang bisa masuk ke dalam kawasan penjara ini. Mereka hanya bisa masuk menggunakan suara dari pemilik kode. Disana juga tak ada yang berjaga, hanya sesekali orang kepercayaan papa Luis datang ke sana untuk memberikan makanan.


Sandra segera berjalan mendekati sebuah gua disana kemudian tampaklah seseorang sedang bersandar di dinding gua. Sepertinya ia sedang tidur atau melamun.


"Sepertinya anda menikmati hidup disini?" tanya Sandra atau bahkan lebih mirip dengan sebuah sindiran. Namun yang disindir hanya diam saja dan hanya membuka matanya saja saat mendengar ada suara seseorang.


"Bagaimana disini? Disini tenang, udaranya juga bagus untuk kesehatan. Tapi sayang sekali karena anda hanya akan menikmati suasana seperti ini sampao hari ini saja" lanjut Sandra sambil tersenyum sinis.


"Ternyata anak kecil sepertimu masih bertahan hidup juga disaat orangtuamu pergi dan kedua saudaramu dibawa. Hebat juga kau ternyata" ucap ketua mafia itu setelah daritadi hanya diam.


"Jelas, aku bukan wanita lemah seperti yang kalian pikirkan dulu. Mungkin jika dulu kalian juga membawaku pergi bersama kedua saudaraku, aku takkan bisa menjadi seperti sekarang ini. Mandiri, kuat, dan bisa dengan mudah menghancurkanmu" ucap Sandra dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


"Aku hanya disuruh dan dibayar, jadi silahkan saja kalau kau ingin membunuhku. Lagipula dalang yang sebenarnya masih diluaran sana dan saat ini sedang merencanakan sesuatu untuk kalian". Sang ketua mafia itu berbicara dengan santainya, seperti tanpa takut kalau hari itu ia akan segera menemui ajalnya.


"Ya aku tahu kau hanya disuruh dan dibayar. Tapi apa kau tak punya rasa sedikit bersalah saja dengan saya dan keluarga saya, hah? Apa yang ada dipikiranmu hanya uang dan membunuh?" teriak Sandra dengan wajah menahan emosinya.


"Hahaha dulunya saya memang merasa bersalah karena melihat wajah-wajah anak tak berdosa yang menangis karena orangtuanya tiada, namun semua itu mengalahkan ego saya untuk mendapatkan uang lebih jika saya berhasil. Uang yang bisa membuat anak-anak saya tetap hidup dengan makanan yang layak". Ucapannya begitu getir, seakan ia sudah putus asa memikirkan bagaimana caranya ia mendapatkan uang demi anak-anaknya makan.


"Ah sudahlah, jadi mau kapan saya di tembak atau di apalah itu?" tanyanya dengan santai. Membuat Sandra, Erick, dan papa Luis hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarkan hal itu.


"Sebelum saya melakukan itu, saya mau tanya kepada anda. Siapa yang menyuruh anda untuk membunuh keluarga saya?" tanya Sandra dengan wajah datar dan mata tajamnya.


"Apa syarat itu? Kalau syarat dengan membebaskan anda dari sini, tentu saya takkan mengabulkannya" jawab Sandra setelah memikirkan matang-matang.


"Saya tahu anda takkan melepaskan saya. Saya hanya minta jika nanti saya tiada, tolong rawat anak-anak saya di Pantiasuhan Mutiara Karya. Berilah kehidupan yang layak untuk mereka, bukan hal yang mewah cukup penuhi kebutuhan makan dan pendidikannya. Didik mereka dengan baik agar kelak mereka tak seperti saya" ucapnya. Sontak hal itu membuat Sandra, Erick, dan papa Luis kaget karena ketua mafia yang terkenal kejam dan sangat licik bisa memikirkan hal kemanusiaan semacam itu. Benar kata orang, jangan menilai orang hanya dari luarnya saja. Coba selami dan kenali juga dalamnya.


"Saya setuju dengan syarat yang anda ajukan. Saya akan merawat, mendidik, dan memberikan kehidupan yang layak untuk mereka. Jadi?" ucap dan tanya Sandra lagi.


"Yang menyuruh saya adalah seoranh CEO misterius pemilik perusahaan Alfonso Group. Perusahaan milik keluarga Alfonso, yang dulu sebenarnya adalah perusahaan keluarga Arvasyad. Namun karena keluarga Arvasyad sudah tak ada, perusahaan itu berpindah tangan ke keluarga Alfonso" jawabnya.

__ADS_1


"Bukannya itu perusahaan terkaya nomor 5 di dunia? Perusahaan kosmetik terbesar di Asia kan? Yang CEO nya tak pernah hadir apabila ada kerjasama, hanya asisten kepercayaannya saja" tanya Sandra.


"Benar. CEO nya tak pernah menampakkan diri, hanya asistennya saja. Sebenarnya asistennya itu kontra dengan sang CEO atau bisa disebut musuh dalam selimut. Dia terpaksa menerima pekerjaan sebagai asisten karena keluarganya berada dalam sekapan sang CEO" jelasnya.


"Kau bisa manfaatkan dia untuk membantumu menghancurkan sang CEO" lanjutnya.


"Terimakasih karena kau sudah mau menjelaskan dan membongkar semua yang tak kami tahu. Tapi maaf saya tak bisa membebaskan anda karena bagaimanapun anda juga ikut andil dalam kehancuran hidup keluarga saya" ucap Sandra yang kemudian menembak ketua mafia itu tepat di jantungnya secara tiba-tiba.


Dorr... Dorr...


Dengan dua tembakan yang bersarang di jantungnya, ia pun seketika tewas di tempat.


"Akhirnya satu petunjuk lagi sudah kita ketahui. Tinggal kita cari cara bagaimana menemukan CEO itu" ucapnya pelan namun masib di dengar oleh Papa Luis dan Erick.


"Iya benar. Lebih baik kita pulang dulu, lalu kita pikirkan bagaimana rencana selanjutnya karena untuk selanjutnya kita akan melibatkan kedua saudaramu dalam hal ini" saran Papa Luis dan diangguki Sandra.


Erick segera menyuruh anak buah papa Luis untuk membereskan mayat ketua mafia itu untuk segera dimakamkan dengan layak. Tak lupa ia juga menyuruh beberapa orang untuk memantau Pantiasuhan Mutiara Karya. Mereka bertiga segera keluar dari hutan dan memacu mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata karena hari yang sudah mulai gelap. Mereka hanya takut anak dan saudara mereka khawatir karena seharian mereka bertiga tidak ada kabar sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2