SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Sabotase


__ADS_3

Sandra dan Erick kini telah berada di ruang kerja Sandra dengan memantau CCTV yang telah mereka retas sebelumnya. Di CCTV itu menampilkan Vito yang sedang melaksanakan tugasnya seperti apa yang sudah disepakati dengan Sandra waktu itu. Bukannya ia tidak percaya dengan Vito, namun Sandra mengantisipasi adanya pengkhianat di dekatnya jadi ia memutuskan untuk memantaunya lewat CCTV.


***


"Maaf tuan Vito, kita sedang ada masalah besar kali ini di produksi" lapor salah seorang bawahannya yang ternyata adalah bagian kepala produksi.


"Masalah apa?" tanya Vito tenang saat ia memantau keadaan pabrik tempat produksi olahan bahan baku menjadi perhiasan itu.


"Bahan baku yang baru saja datang sebagian rusak dan ada juga yang palsu, tuan. Kami sudah mengkonfirmasi ke pihak distributor langsung tapi mereka mengatakan kalau sudah mengirimkan barang sesuai pesanan seperti biasanya" jelas kepala produksi itu.


"Bagaimana bisa seperti itu? Bukannya distributor itu sudah sering bekerjasama dengan kita? Tak mungkin mereka mengirim barang rusak dan palsu kepada kita" ucap Vito seakan ia berpura-pura terkejut dan tak tahu menahu. Padahal semua ini jelas ulahnya sebagai permulaan untuk menghancurkan perusahaan atasan liciknya itu.


Semuanya berawal dari Vito yang memerintahkan beberapa orang suruhannya yang juga sangat membenci atasannya itu untuk bekerjasama. Mereka menyabotase bahan baku yang tengah dalam perjalanan dengan membuat para pengantarnya lengah sehingga anggota Vito menukar bahan baku yang mereka kirim ke perusahaan tuan Alfonso. Bahan baku sebenarnya disimpan Vito di suatu tempat tertentu.


"Kami juga tak paham tuan, saya akan mencoba mengecek semuanya kembali siapa tahu memang ada yang sengaja menyabotase bahan baku kita" ucap kepala produksi itu.


"Apa mungkin ini karma karena dulu tuan Alfonso sering menyabotase bahan baku produksi perusahaan lain yang mengakibatkan perusahaan itu bangkrut ya? Ah aku tak paham dengan orang-orang berjabatan tinggi seperti itu... Lebih baik aku bekerja dengan baik untuk beli susu anakku daripada memikirkan hal-hal tak berguna seperti itu" gumam pelan kepala produksi itu namun masih bisa di dengar oleh Vito.


"Memang benar ini karma untuknya karena telah banyak berbuat curang pada perusahaan rekanan mereka. Jangan lupa perbuatan bengis dengan membunuh keluarga dari beberapa pemilik perusahaan" batin Vito dengan wajah yang terlihat datar dan dingin.


Sang kepala produksi itu pun segera berlalu masuk ke dalam pabrik meninggalkan Vito dengan beberapa anak buahnya.


"Setelah ini akan aku hancurkan pabrik ini biar kerugian di perusahaan semakin bertambah" gumam Vito dengan seringai liciknya.


***

__ADS_1


Malam menjelang, malam ini Vito akan menyelesaikan tugas pertamanya.


Mengapa dilakukan malam hari? Karena disana tak ada pekerja yang sedang bekerja. Vito tak ingin sampai ada korban nyawa disana karena ia sudah mengecek semua karyawan yang bekerja di bagian produksi bahwa tidak ada karyawan yang melakukan kecurangan disana. Jadi ia takkan melibatkan orang yang tidak bersalah disini.


Vito dan beberapa anak buahnya menyelundup masuk ke dalam pabrik bagian produksi perhiasan. Disana ia menanam beberapa bom dan minyak serta beberapa puntung rokok. Sekitar 1 jam mereka bekerja dengan rapi, mereka keluar untuk menjauh dari lokasi tersebut. Setelah 10 menit berlalu, bunyi ledakan tak terelakkan disusul dengan kobaran api besar dan asap yang membumbung tinggi di langit.


*Duarrr...


Duarrr....


Duarrr*...


Bunyi ledakan itu seketika membuat penduduk sekitar ribut dan berteriak panik padahal jarak pabrik dan rumah warga lumayan jauh. Namun tetap saja mereka takut setelah melihat api yang benar-benar membuat langit menjadi berwarna orange.


"Selesai" ucap Vito yang kini berada di mobil yang berada tak jauh dari lokasi bersama beberapa anak buahnya.


"Ya hallo" jawab Vito


"Maaf tuan, saya mau melaporkan kalau terjadi kebakaran di pabrik produksi. Saya sudah menghubungi pemadam kebakaran dan pihak kepolisian setempat"


"Saya akan segera kesana"


Tut...


"Kita tunggu disini sekitar 20 menit an baru kita melaju ke sana agar tak ada yang curiga" titah Vito pada anak buahnya yang menjadi sopirnya dan diangguki patuh olehnya.

__ADS_1


Sekitar 20 menit berlalu, Vito dan anak buahnya segera melaju menuju ke pabrik tersebut. Vito juga belum mengabari atasannya itu. Setelah sampai disana, ia segera mendekat ke arah beberapa satpam yang berkumpul.


"Bagaimana ini bisa terjadi pak?" tanya Vito pada satpam yang berjaga dengan nada seperti orang panik.


"Saya juga tidak tahu tuan. Tadi saya dan yang lainnya berada di pos satpam tiba-tiba ada bunyi ledakan besar diikuti ledakan lainnya, setelah itu api muncul lalu kami hubungi pemadam kebakaran dan polisi" jawab salah satu satpam disana.


"Tuan, bagaimana kalau Tuan Alfonso sampai marah dengan kita karena kejadian ini? Kami takut dipecat lalu tak punya pekerjaan untuk membiayai keluarga" tanya satpam itu dengan wajah panik dan ketakutannya.


Ada terbesit sedikit rasa bersalah akibat tindakannya ini akan merugikan beberapa pekerja disana, namun apa boleh buat ini konsekuensi yang harus dijalankan. Vito akan menanggung semuanya dengan bantuan Sandra tentunya.


"Kalian tak usah pikirkan itu dulu, yang penting kita selamat dari insiden ini dan tak ada nyawa yang jadi korbannya. Untuk pekerjaan, aku pastikan kalian akan dapat pekerjaan lain apabila memang di pecat oleh tuan Alfonso" ucap Vito menenangkannya dan diangguki setuju oleh semuanya. Para satpam itu percaya bahwa Vito takkan setega itu untuk menelantarkan orang-orang tak bersalah dan pekerja keras seperti mereka.


Butuh waktu 6 jam untuk pemadam kebakaran memadamkan api di pabrik itu. Para polisi segera melakukan investigasi setelah dilakukan pendinginan oleh pihak pemadam kebakaran.


"Lokasi sudah aman pak, sudah bisa dilakukan investigasi penyebab kebakaran pabrik ini" lapor kepala pemadam kebakaran kepada polisi yang ada disana.


"Baik terimakasih atas bantuan kalian" jawab polisi itu.


Pabrik diberi garis polisi agar tak ada warga yang mendekat sehingga menyulitkan investigasi polisi. Polisi juga meminta keterangan beberapa orang saksi yang saat itu berada disana termasuk para satpam. Vito segera menghubungi tuannya untuk memberitahukan keadaan pabrik.


"Hallo tuan" sapa Vito


"Ya ada apa? Kau mengganggu tidurku, apa kau tak lihat sekarang jam berapa?" kesal tuan Alfonso yang berada di seberang sana. Ya memang ini sudah jam 3 dini hari.


"Maaf tuan jika saya mengganggu istirahat anda. Tapi saya mau memberitahu bahwa tadi siang kepala produksi bilang kalau bahan baku kota disabotase saat pengiriman" ucap Vito.

__ADS_1


"Lalu saat ini saya sedang berada di pabrik, pabrik mengalami kebakaran namun saat ini sudah padam. Sekarang polisi sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakarannya" lanjutnya.


"Apa?..............


__ADS_2