SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Part 27


__ADS_3

Hari ini Sandra memutuskan untuk pindah dari apartement Leo ke mansion pribadinya. Tapi sebelumnya ia akan meminta ijin terlebih dahulu pada kekasihnya itu.


"Hmm" dehem Sandra agar menyadarkan kekasihnya itu yang sedang sibuk dengan game di hp nya.


"Eh... Ada apa, baby?" tanya Leo sambil menepuk ruang kosong di sebelahnya mengisyaratkan Sandra untuk duduk.


"Sibuk amat pak, sampai cewek cantik disini dianggurin" sindir Sandra sambil mendudukkan dirinya di samping Leo.


"Idih... Cemburu kok sama hp" goda Leo.


"Iya lah kan kamu nggak pernah dekat sama cewek lain selain aku, mana bisa aku cemburu tentang cewek kalau sama kamu" ucap Sandra.


"Tau aja sih kesayanganku ini" balas Leo sambil menoel-noel pipi Sandra gemas.


"Ish... Kak Leo ih, merah nih pipi Sandra" kesal Sandra yang dibalas kekehan oleh Leo.


"Emm... Kak, aku mau ngomong serius sama kakak" ucap Sandra setelah aksi bercanda mereka.


"Apa?" tanya Leo sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Aku mau pindah ke mansion pribadiku kak" ucap Sandra cepat yang membuat Leo seketika menatap Sandra dengan tajam.


Tak ada raut senyum dan lembut dari wajah atau mata Leo, ia menatap tajam dan dingin Sandra yang menyiratkan amarah memuncak dalam dirinya.


"Coba ulangi" ucap Leo dengan menekan setiap katanya dengan nada datar membuat Sandra sedikit takut sehingga tak berani menatap ke arah Leo.


"Aku mi minta ijin untuk pindah ke mansion pribadiku kak" jawab Sandra cepat dengan menundukkan kepalanya.


"Alasan?" tanya Leo singkat.

__ADS_1


"Aku rasa tak baik kalau kita tinggal dalam satu apartemen bersama, aku tak ingin ada fitnah diluar sana. Aku juga tak ingin saudara-saudaraku berpandangan buruk terhadapku karena tinggal satu atap dengan lelaki yang bukan mahram nya walaupun aku tau mereka percaya padaku. Bukankah sedari awal aku setuju untuk tinggal bersamamu agar kamu bisa menjagaku dan mengelabuhi musuhku?" jelas dan tanya Sandra dengan tenang.


"Kalau aku tinggal disini terus tentu mereka juga akan curiga atau bahkan sudah mencium jejakku. Jadi ku mohon ijinkan aku untuk tinggal di mansion pribadiku, kamu bisa menjagaku dari jauh. Aku akan selalu menjaga diriku agar semua baik-baik saja, percaya padaku" lanjutnya dengan memohon.


"Kalau begitu ayo menikah" ucap Leo dengan tegas.


"Mana bisa? Itu bukan solusi dari semua masalah ini. Aku nggak mau melibatkan kamu terlalu jauh dengan masalah keluargaku, aku tahu kamu punya masalah lain dan musuh-musuh yang jauh lebih berbahaya. Kamu juga harus menjaga dirimu sendiri dan juga keluargamu" ucap Sandra sedikit berteriak.


"Jangan berteriak di depanku, Sandra. Aku nggak mau menerima penolakan, aku ingin kita menikah agar aku bisa menjaga kamu 24 jam. Dan apa tadi? Tidak melibatkanku dalam masalah keluargamu? Jangan harap itu terjadi. Masalahmu adalah masalahku juga, kita akan selesaikan ini bersama-sama. Kalau kamu tak ingin aku terlibat berarti kamu tak menganggapku sebagai salah satu orang yang kamu percaya" ucap Leo dengan nada dinginnya.


"Tapi kak? Umurku saja belum mencukupi untuk nikah. Aku ingin kakak-kakakku dulu yang menikah. Please kak aku mohon ya, jangan mempersulit semuanya. Kalau kakak ijinin, aku janji nggak akan selingkuh, akan selalu kabari kamu kemanapun aku pergi, dan aku akan selalu jaga diri. Aku juga memperbolehkan kakak ikut bersamaku menyelesaikan masalahku dan masalahmu bersama. Please" ucap Sandra dengan memohon sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Baiklah. Kalau kamu melanggar 1 saja janji yang kamu ucapkan, aku akan tetap menikahi kamu dengan cara apapun. Dengan cara licik sekalipun" ucap Leo dengan menampilkan seringai liciknya di depan Sandra.


Sandra yang melihat itu pun menegang, ia sebenarnya sangat takut apabila Leo sudah seperti itu tapi apa boleh buat ini semua untuk kebaikan semua jadi ia pun menyetujuinya. Sandra tahu Leo sedari tadi menahan emosi dan amarahnya agar tak menyakiti atau membentak Sandra, jadi ia berusaha untuk berbicara hati-hati agar tak membuat suasana semakin tegang.


"Tapi apa itu tak berbahaya kak?" tanya Sandra ragu.


"Aku yang menjamin kalau semuanya akan baik-baik saja. Anak buahku dan papa mu akan mengirimkan anak buah terbaik di mansion mu nanti untuk menjagamu dan keluargamu. Aku juga akan mengajarkan Willy bela diri agar ia bisa menjaga adik-adiknya" ucap Leo meyakinkan.


"Baiklah kak, aku akan menghubungi mereka untuk siap-siap pindah ke mansion" ucap Sandra.


"Terimakasih kak selalu mendukung dan menjagaku. Aku akan berusaha untuk menjadi seseorang yang selalu ada untuk kakak kapanpun kakak butuh" lanjutnya menghambur ke pelukan Leo.


"Sama-sama, baby. Jangan pernah kecewakan aku. kamu tahu kan kalau aku orang yang nekat dan licik" ucap Leo sambil mengelus punggung Sandra lembut.


"Iya, aku akan berusaha untuk itu" balas Sandra.


***

__ADS_1


Sesuai kesepakatannya dengan Leo, Sandra bersiap-siap untuk pindah ke mansionnya. Ia juga telah menghubungi ke enam saudara untuk siap-siap. Mereka akan dijemput oleh anak buah Leo, sedangkan Sandra sendiri akan diantar oleh Leo. Ketujuh saudara itu akan bertemu langsung di mansion Sandra.


Tak terasa sudah 1 jam perjalanan menuju mansion Sandra. Sebenarnya jarak antara apartemen Leo dan mansion Sandra dekat cukup 15 menit saja, namun tadi mereka berdua mampir ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan. Mansion itu masih baru jadi belum ada bahan makanan dan juga pekerja, hanya ada beberapa anak buah Leo dan papanya saja di sana untuk menjamin keselamatan Sandra dan keluarga.


"Maaf ya kak, dek ... Kami lama, karena harus mampir supermarket dulu" ucap Sandra tak enak karena membuat keenam saudaranya menunggu.


"Nggak papa dek, lagipula kami baru sampai" jawab Willy mewakili semua saudaranya.


"Ayo masuk" ajak Sandra sambil membuka pintu utama mansion dengan kuncinya, sedangkan Leo sedang berbicara dengan anak buahnya.


Ceklek


"Wah... besar banget" kagum Alin, Damar, dan Fatah.


"Ini beneran mansion kamu dek?" tanya Sandro yang menatap takjub mansion itu.


"Iya lah kak. Kalau bukan mansion Sandra masa kita dibolehin tinggal disini. Mulai sekarang mansion ini milik kita bukan hanya milik Sandra aja" ucap Sandra dan diangguki semuanya.


"Harusnya kakak yang bekerja untuk mendapatkan semua ini, tapi malah adik kakak ini duluan yang sukses" ucap Willy sambil merangkul bahu Sandra.


"Jangan bilang seperti itu kak. Kakak sudah jadi kakak yang terbaik walaupun tak memberi kemewahan pada kami tapi sifat kakak yang dewasa dan mengayomi kami itu sangat membantu kami. Iya kan kak, dek?" tanya Sandra pada kelima saudaranya yang lain selain Willy.


"Betul" ucap Sandro, Yusuf, Alin, Damar, dan Fatah serentak.


Hahahaha


Mereka saling pandang saat memberikan jawaban yang sama kemudian tertawa bersama.


Ternyata, bahagia itu sederhana.

__ADS_1


__ADS_2