SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Fakta Tersembunyi Leo 2


__ADS_3

Keesokan harinya, Leo bangun sangat pagi bahkan semua penghuni mansion belum ada yang bangun kecuali para penjaga yang mendapat shift malam. Entah apa yang dipikirkannya, ia hanya takut bahwa hari ini ia menemukan fakta yang membuatnya merasa bersalah dan menyesal.


Leo membuka pintu menuju ke balkonnya, ia berdiri disana dengan menghirup udara pagi yang menyejukkan pernafasannya. Ia sedikit lebih tenang saat ini, suasana sepi dan tenang membuat perasaannya lebih nyaman.


Tepat pukul 6 pagi, Leo masuk kembali ke dalam kamar dan melakukan aktivitas mandinya. Setelah mandi, ia segera turun untuk segera sarapan bersama anggota keluarga yang lainnya.


"Selamat pagi" sapa Leo pada Sandra, Willy, dan papa Luis yang sudah ada di meja makan.


"Pagi" jawab semuanya dengan senyumnya.


"Bagaimana perasaanmu pagi ini, nak Leo?" tanya papa Luis sambil menyesap kopi buatan anak perempuannya, Sandra.


"Kurang baik" jawab Leo singkat. Sandra, Willy, dan Papa Luis pun mengerti perasaan Leo, akhirnya mereka terdiam setelah Leo menjawab hal itu. Mereka tal ingin suasana hati Leo bertambah buruk.


Tak berapa lama, semua anggota keluarga telah berkumpul di meja makan. Mereka segera memulai sarapan pagi itu dengan tenang.


***


Sarapan telah selesai, Willy, Leo, Sandra, Sandro, Yusuf, dan papa Luis pergi ke suatu tempat untuk memastikan sesuatu. Sedangkan yang lainnya berada di mansion saja.


"Dimana alamat tepatnya Sandro, Yusuf?" tanya papa Luis yang membawa kemudi mobil. Willy disebelah papa Luis, Yusuf dan Sandro di tengah, sedangkan Sandra dan Leo berada di belakang. Yusuf dan Sandro mengarahkan jalannya.


Leo tengah menyandarkan kepalanya di bahu Sandra dengan Sandra yang mengusap rambut Leo pelan. Sandra membiarkan Leo sedikit tenang karena ia tahu bahwa saat ini hati Leo sedang gugup, gusar, dan takut.


Tak berapa lama, akhirnya mereka telah sampai di tempat yang mereka tuju. Mobil mereka parkirkan di depan supermarket seperti kemarin.


"Kita harus jalan untuk masuk perkampungan itu karena jalan gang nya tidak muat di masuki mobil" ucap Yusuf yang melihat kebingungan papa Luis saat mobil mereka parkir di depan supermarket.

__ADS_1


Akhirnya mereka berenam turun dari mobil, Yusuf dan Sandro memimpin jalan di depan diikuti Papa Luis dan Willy kemudian yang paling belakang Sandra yang menggandeng tangan Leo.


"Apa benar adikku tinggal di lingkungan seperti ini?" gumam Leo pelan namun masih bisa di dengar oleh Sandra. Sandra tak menjawab apa-apa, ia hanya mengusap lengan Leo untuk menenangkan. Leo mengamati lingkungan sekitar yang menurutnya kurang baik untuk kesehatan apabila untuk di gunakan sebagai tempat tinggal.


"Itu rumahnya" tunjuk Yusuf pada sebuah rumah dari kardus dengan atap plastik terpal. Membuat atensi semuanya tertuju pada rumah itu.


"Adik-adik dan bapak ini siapa ya? Ada keperluan apa di tempat ini?" tanya seorang bapak-bapak dari belakang mereka dengan tiba-tiba.


Sontak keenam orang itu membalikkan badannya ke arah belakang dan terlihatlah seorang pria paruh baya yang sedang membawa beberapa kardus bekas di tangannya.


"Eh... Maaf pak kami disini ingin menemui seseorang. Apa bapak kenal dengan seorang gadis bernama Ayudia Prahastiwi?" tanya papa Luis dengan nada santainya.


"Oh... Neng Ayu ya. Sepertinya kalau jam segini dia masih ada di rumahnya. Mari saya antar" jawab dan ajak bapak itu. Mereka langsung mengikuti bapak itu untuk menujuk ke rumah Ayu.


"Neng, Neng Ayu" seru bapak itu di depan sebuah rumah kardus.


"Iya pak, sebentar" seru Ayu dari dalam rumah itu.


"Lho Sandro, Yusuf. Kalian ngapain disini?" tanya Ayu kaget.


"Neng Ayu kenal mereka? Tadi bapak ketemu mereka di depan katanya mau ketemu Neng Ayu. Kalau begitu bapak permisi pulang dulu ya" pamit bapak itu.


"Ah iya pak. Terimakasih" jawab Ayu dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Emm... Silahkan masuk dulu. Tapi maaf nih kalau memang rumahnya sempit" ajak Ayu tak enak hati.


"Tak apa nak" jawab papa Luis yang kemudian masuk ke dalam rumah kardus itu dengan diikuti Leo dan Sandra. Yusuf, Willy, dan Sandro tak ikut masuk karena jelas tak akan muat.

__ADS_1


"Ada apa ya? Terus kok Sandro dan Yusuf tak ikut masuk, padahal aku kenalnya sama mereka" tanya Ayu sedikit tak nyaman karena pemuda di depannya sedari tadi melihatnya seperti menelisik sesuatu.


"Hmm... Nak Leo, silahkan dibicarakan" ucap papa Luis mempersilahkan Leo.


"Hmm... Apa benar nama kamu Ayudia Prahastiwi Subrata?" tanya Leo dengan to the point.


Deg...


"Emm... Darimana kakak tahu nama lengkapku? Pasalnya aku hanya selalu memakai nama Ayudia Prahastiwi saja" tanya Ayu sedikit heran.


"Apa kamu anak dari keluarga Subrata? Dulunya kamu punya kakak laki-laki bernama Leonard Subrata?" tanya Leo tanpa mengindahkan pertanyaan dari Ayu sebelumnya.


"Maaf kakak ini siapa ya? Sepertinya tak etis apabila kakak menanyakan hal yang pribadi sedangkan kita saja baru bertemu hari ini" tanya Ayu dengan kesal.


"Hmm... Perkenalkan sebelumnya saya adalah Luis, ini Sandra, dan ini adalah Leo, ah lebih tepatnya Leonard Subrata" ucap Papa Luis menyela pembicaraan mereka karena sepertinya suasana mulai tak kondusif.


"Kak Leon?" gumam Ayu pelan dengan mata berkaca-kaca namun masih bisa terdengar oleh semuanya.


"Hiks... Ini kak Leon kakaknya Tiwi kan? Hiks kakak kemana aja? Kenapa nggak ngajak Tiwi waktu kakak pergi? Hiks" ucap Ayu sambil menangis dengan menyebutkan nama panggilan mereka waktu kecil. Sontak hal itu membuat Leo menegang dengan tatapan kosongnya.


Sandra yang memang sudah mengetahui kebenaran informasinya dari papa Luis pun memegang tangan Leo untuk menyadarkan Leo. Leo yang mendapatkan kesadarannya pun segera melepaskan pegangan tangan Sandra dan mendekat ke arah Ayu memeluknya dengan erat.


"Tiwi hiks" gumam Leo di pelukan adiknya.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu tinggal di tempat seperti ini? Maaf hiks kakak meninggalkanmu sendirian" ucap Leo sambil menangis lirih.


Ayu tak menjawab apa-apa, ia hanya menangis dan membalas pelukan kakaknya dengan erat.

__ADS_1


"Tiwi kangen kak Leon hiks jangan tinggalkan Tiwi lagi. Tiwi takut hiks" ucap Ayu pelan di pelukan Leo sambil terus menangis, sedangkan Leo mengusap punggung adiknya agar lebih tenang.


Semalam Papa Luis telah menerima informasi dari penyelidikan anak buahnya tentang Ayu dan keluarganya. Disana juga terdapat fakta bahwa Ayu dan Leo memang adik kakak yang berasal dari keluarga Subrata. Bahkan terdapat fakta tersembunyi yang mereka temukan mengenai keluarga mereka, baru Sandra dan papa Luis lah yang tahu mengenai hal ini. Hari ini mereka akan menjelaskan kepada Leo dan Ayu agar semua permasalahan mereka di masa lalu selesai.


__ADS_2