SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Seperti Mirip?


__ADS_3

Yusuf dan Sandro masih menjalani sekolah SMA nya dengan tenang, tak ada lagi yang mengganggu mereka semenjak kejadian pertandingan bola basket waktu itu. Bahkan banyak sekali siswa siswi yang ingin mengajak mereka bergabung di ruang lingkup persahabatan, namun tetap pada prinsip bahwa Yusuf dan Sandro membatasi itu semua. Mereka hanya ingin fokus pada pendidikannya. Bukan berarti pertemanan itu tidak penting, namun selama ini mereka selalu dijauhi karena dari kalangan anak beasiswa lalu setelah memenangkan pertandingan basket mengapa mereka mau mendekat. Jelas mereka hanya ingin memanfaatkan ketenaran dari Yusuf dan Sandro, jadi mereka berdua tak mau.


Saat ini waktu mereka berisitirahat, mereka berdua memutuskan untuk ke taman belakang untuk makan bekal yang telah dibuatkan oleh bu Ratmi. Suasana sepi, tenang, dan sejuk menyapa mereka berdua. Disana benar-benar sepi, jarang sekali ada murid yang mau kesana karena suasana sepi membuat mereka takut kecuali Yusuf dan Sandro tentunya.


"Hari ini kita dapat bekal apa ya?" tanya Sandro pada Yusuf yang sudah duduk disampingnya di bawah pohon mangga. Mereka berdua duduk lesehan dengan beralaskan koran bekas.


"Sepertinya tadi bu Ratmi masak seafood deh, tapi entahlah" jawab Yusuf sambil mengedikkan bahunya.


Sandro dan Yusuf pun membuka kotak bekalnya dan melihat bahwa bekal hari ini adalah cumi pedas manis dan udah crispy disertai capcay.


"Wah, pasti enak nih" gumam Sandro yang kemudian berdo'a terlebuh dahulu sebelum makan diikuti oleh Yusuf.


Mereka berdua makan dengan tenang, namun baru dua suap mereka makan ketenangan mereka terganggu.


Kriukkk... Kriukkk...


"Suara apaan tuh? Kaya suara perut. Kamu lapar?" tanya Sandro pada Yusuf.


"Iya aku lapar, tapi kan kita baru makan masa perutku bunyi" elak Yusuf tak terima dengan tuduhan Sandro.


"Lha terus perut siapa dong? Masa ada setan yang perutnya bunyi kalau kelaparan. Mana sepei banget nih taman" ucap Sandro sambil melihat ke arah sekelilingnya.


"Iya, nggak ada orang. Tapi tadi suara apa?" heran Yusuf.


"Masa ada setan siang-siang" lanjutnya.


"Ya siapa tau ada. Nih di depanku juga ada setan" saut Sandro, membuat Yusuf mengalihkan pandangannya ke arah Sandro.


"Maksudmu aku?" tanya Yusuf dengan mata melotot setelah memahami bahwa Sandro mengejeknya.


"Aku nggak ada bilang gitu ya" elak Sandro.


Kriukkk... Kriukkk...

__ADS_1


"Nah lho... Iya kan, suara itu lagi" ucap Sandro yang kemudian berkeliling untuk mencari arah suara itu diikuti Yusuf.


"Liat" tunjuk Yusuf pada Sandro dengan mengarahkan telunjuknya ke atas pohon mangga.


"Astaga setan" kaget Sandro saat melihat ada orang yang tertidur di atas dahan pohon. Padahal suara perdebatan antara Yusuf dan Sandro lumayan keras, namun orang itu tak juga terganggu tidurnya.


"Dia sebenarnya tidur atau tidak? Kenapa dia tidur tapi perutnya bunyi" heran Yusuf.


"Ayo kita bangunkan dia. Takutnya dia bukan tidur tapi pingsan karena kelaparan" ajak Sandro pada Yusuf.


Yusuf memanjat pohon mangga itu dan menggoyangkan pelan kaki orang itu agar saat terbangun nanti dia tak kaget dan malah membuat orang itu celaka.


Eungh...


"Eh... Ngapain loe disini, mau ngintip gue ya" seru orang itu yang tak lain adalah seorang perempuan saat ia tersadar dari tidurnya, kemudian merapatkan kaki dengan roknya.


"Mana ada kita ngintip loe, justru kita mau mastiin loe siapa tau loe pingsan karena kelaparan. Dari tadi tuh perut loe bunyi terus, ganggu kita disini yang lagi makan" gerutu Yusuf yang kemudian turun dari pohon mangga itu.


"Udah, turun sini. Anak gadis kok main manjat pohon, mana pakai rok lagi" seru Sandro dari bawah.


"Iya gue turun. Tapi kalian madep sana dan tutup mata, jangan sampai ngintip ya" seru gadis itu yang langsung dilakukan Yusuf dan Sandro tanpa menjawabnya.


Gadis itu pun turun dari pohon mangga dan segera berlalu dari taman itu. Namun, sebuah cekalan tangan menghentikan langkah gadis itu.


"Kenapa?" tanya gadis itu saat melihat ada seseorang yang mencekal lengannya.


"Makan dulu sini. Kita bisa makan bertiga" ajak Sandro pada gadis itu.


"Nggak usah, gue nggak laper" tolak gadis itu.


Kriukk... Kriukkk...


"Eh..." Mendengar hal itu sontak gadis itu memegang perutnya dan tersenyum malu pada Yusuf dan Sandro.

__ADS_1


"Udahlah nggak usah malu-malu sama kita. Ayo kita berbagi" ajak Yusuf yang menarik tangan gadis itu untuk ikut duduk bersama mereka berdua di bawah pohon mangga.


Biasanya Yusuf dan Sandro yang menolak bila ada yang ingin dekat dengan mereka, tapi entah mengapa dengan gadis ini mereka merasa sudah sangat dekat dan nyaman.


Yusuf dan Sandro membagi makanannya kepada gadis itu dan memakannya dengan tenang. Setelah selesai makan dan minum mereka duduk sebentar disana sambil berbincang untuk menunggu bel masuk kelas.


"Oh iya... Loe kelas berapa?" tanya Sandro pada gadis itu.


"Gue kelas 12" jawab gadis itu.


"Lah... Kakak kelas kita dong. Kita kelas 11. Kenalin nama aku Yusuf dan ini kakak aku kak Sandro" ucap Yusuf.


"Nama aku Ayudia Prahastiwi, panggil aja Ayu. Kalau Sandro ini kakak loe kok kalian bisa satu angkatan?" tanya gadis yang bernama Ayu itu.


"Aku dulu ikut kelas akselerasi kak" jawab Yusuf dan diangguki paham oleh Ayu.


"Btw thanks ya buat makanannya. Gue baru pertama kali makan makanan seenak itu. Dan jangan panggil aku kak, aku ntar jadi keliatan tua hehe" ucap Ayu sambil bercanda yang membuat Sandro dan Yusuf bingung dengan ucapan itu.


"Maksudnya?" tanya Sandro yang penasaran.


"Nggak papa hehe" ucap Ayu dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


"Maaf bukan maksud menyinggung. Tapi emang kakak belum pernah makan makanan seperti itu?" tanya Sandro hati-hati.


"Ya gitu deh" Ayu hanya memberikan jawaban yang mengandung teka-teki bagi Yusuf dan Sandro.


"Emang selama ini kakak makan dengan apa?" tanya Yusuf.


"Apa aja yang ada aku makan. Kalau nggak ada ya nggak makan" jawab Ayu dengan santai membuat Yusuf dan Sandro kaget. Mereka berdua memperhatikan penampilan Ayu, memang sih seragam yang dipakai sudah sedikit lusuh dan sepatunya pun sudah robek di depan, ada kemungkinan kalau Ayu adalah anak beasiswa dan kurang mampu.


Namun ada satu hal yang mengganjal ketika melihat wajah Ayu. Sandro dan Yusuf merasa wajah Ayu sangat familiar dan hampir mirip dengan seseorang yang mereka kenal. Yusuf pun dengan kode nya pada Sandro, mengambil hp nya dan memotret wajah Ayu untuk ditunjukkan kepada seseorang tanpa sepengetahuan Ayu tentunya. Entah mengapa mereka berdua begitu yakin bahwa Ayu adalah saudara dari orang yang mereka kenal.


Karena sudah merasa tak enak dengan pembicaraan diantara mereka, akhirnya mereka menyelesaikan perbincangan itu dan masuk ke kelas masing-masing karena bel masuk juga sudah berbunyi.

__ADS_1


__ADS_2