
Paman Harry yang mendengar cerita dari Sandra pun diam-diam mengepalkan kedua tangannya karena menahan emosi dan rasa bersalah yang membuncak di dadanya. Sungguh ia tak menyangka kalau ayah kandungnya bisa berlaku seperti itu kepada istri dan anak-anaknya. Entah apa yang membuat Paman Harry seketika langsung percaya dengan apa yang diungkapkan oleh Sandra, namun dari mata Sandra memang terpancar sebuah kejujuran.
"Jadi selama ini aku salah mengincar dan membenci orang? Astaga kak Luis, maafkan aku karena membuat kamu celaka" gumam Paman Harry merasa bersalah pada kakaknya itu.
"Andai saja waktu itu aku mendengarkan semua penjelasanmu dulu, pastinya kita akan hidup rukun dan bersama-sama membalas perlakuan si tua bangka itu" lanjutnya dengan menundukkan kepala.
"Paman tak perlu menyalahkan diri seperti itu, yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari keberadaan orang tua itu agar kalian semua bisa hidup tenang karena sesuai dengan apa yang diceritakan papa Luis kalau dia dibantu oleh seseorang yang berkuasa hingga kita susah untuk menemukan jejaknya" saran Sandra dan diangguki oleh Paman Harry.
"Rafi, maafkan paman yang sudah menghabisi papamu dan membuatmu menjadi anak yatim piatu. Maafkan paman, paman rela jika harus mati ditanganmu atau dipenjara" ucap Paman Harry meminta maaf pada Rafi.
"Paman tidak boleh mati atau dipenjara dulu sebelum menemukan orang yang telah membuat hidup papa, paman, dan nenek sengsara. Dan Rafi sudah memaafkan paman asal paman mau menjadi orangtua Rafi yang punya kewajiban untuk menjaga Rafi dan saudara-saudaraku yang lain seperti apa yang dilakukan papa" ucap Rafi dengan tegas.
Mendengar hal itu, sontak saja membuat Paman Harry terkejut karena semudah itu bagi Rafi untuk memaafkan orang yang telah membuat papa nya pergi. Rafi pun sebenarnya sudah mengetahui siapa dalang dibalik kecelakaan papanya yaitu pamannya sendiri karena sebelumnya ia sudah diberitahu oleh Sandra dan Leo.
"Kamu beneran udah maafin paman?Apakah bisa semudah itu kamu memaafkan orang yang telah membuat papamu pergi?" tanya Paman Harryy yang heran begitu pula anak buahnya.
"Karena sebenarnya aku sudah mengetahui sedikit tentang permasalahan keluarga papa dulu. Dulu papa bilang untuk jangan membenci adik dari papa yang tak lain adalah paman Harry karena ia tak sepenuhnya bersalah. Semua yang terjadi memang karena kesalahpahaman saja. Bahkan papa bilang untuk membantu paman Harry kembali ke jalan yang benar hehehe" ucap Rafi dengan cengengesan.
"Yayaya memang benar kalau paman harus kembali ke jalan yang benar" pasrah Paman Harry setuju dengan apa yang diucapkan oleh keponakannya itu.
__ADS_1
"Lebih baik kita pergi dari sini, nggak enak bicara ditempat dekat pembuangan akhir sampah seperti ini" saran Sandra menyela pembicaraan Rafi dan Paman Harry.
"Ah baiklah... Lebih baik kita bicara lebih banyak di cafe atau restorant saja sekalian makan" saran Paman Harry.
"Maaf paman kalau aku harus menolak saran darimu karena aku dan Rafi harus segera pulang ke rumah. Semua saudara kami pasti kini sedang khawatir karena kami belum juga memberikan kabar mengenai semua ini. Lebih baik paman ikut kami saja ke rumah untuk makan dan istirahat disana" tolak Sandra dengan lembut.
"Apa tidak masalah jika paman ikut bersama kalian? Nanti orangtua kamu gimana, nak Sandra?" tanya Paman Harry dengan ragu.
"Orangtua Sandra sudah pergi ke surganya Allah, paman. Sandra dan Rafi tinggal bersama saudara-saudara kami yang lain. Kami tidak masalah jika ada yang mau bersilaturahmi kesana apalagi paman adalah pamannya Rafi yang berarti pamannya kami semua" ucap Sandra dengan senyum tipisnya.
"Ah maafkan paman, nak. Paman tak tahu kalau orangtuamu sudah pergi" ucap Paman Harry tak enak hati.
"Baiklah jika kalian tak keberatan. Ayo semua kita mengikuti mereka, sembari aku akan menyelesaikan semua permasalahan ini dan mencari jalan keluarnya" ucap Paman Harry pada semua anak buahnya.
"Baik tuan" ucap mereka serentak.
Mereka semua pun akhirnya keluar dari gedung tua itu dan masuk ke dalam mobil masing-masing. Sandra, Rafi, dan Paman Harry juga Jack bersama dalam satu mobil diikuti oleh anak buah Paman Harry dibelakangnya. Sandra juga sudah menyuruh seluruh anggota bayangannya untuk kembali ke tempat mereka untuk tetap mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan.
***
__ADS_1
Tak lama mereka berkendara dengan kecepatan diatas rata-rata, iring-iringan mobil itu telah sampai di depan sebuah mansion yang mewah dan megah. Mereka segera memasuki area gerbang yang sudah dibuka oleh bodyguard Sandra dan masuk ke dalam halaman mansion. Tak disangka-sangka, kedatangan mereka sudah ditunggu-tunggu oleh semua saudara-saudara Sandra dan Rafi.
"Kak Sandra, Kak Rafi" seru Alin saat melihat kedua kakaknya turun dari mobil yang mereka tumpangi.
Alin segera berlari ke arah keduanya dengan riang dan memeluk mereka erat. Tak kalah dengan Alin, semua saudaranya seketika berkerumun mengerubungi Sandra dan Rafi. Mereka saling berpelukan seakan merasa lega bahwa Rafi dan Sandra kembali dengan keadaan yang baik-baik saja.
"Rafi, kamu baik-baik saja kan? Ada yang terluka nggak? Kalau ada, mana yang luka?" cerocos Sandro bertanya pada Rafi dengan memutar-mutar badan Rafi untuk meneliti apakah ada yang terluka atau tidak pada tubuhnya.
"Aku baik-baik saja kak, tidak ada yang luka" jawab Rafi yang kemudian memegang tangan Sandro agar berhenti memutar badannya karena ia sudah merasa pusing.
"Sudah ayo masuk, kasihan Rafi pasti kelelahan. Ayo paman kita masuk dan makan dulu" ajak Sandra pada semuanya.
"Mereka siapa, dek?" tanya Sandro sebelum mereka akan berjalan memasuki mansion karena heran dengan banyaknya orang-orang berbaju hitam.
"Nanti Sandra ceritakan dan kenalkan siapa mereka. Lebih baik kita masuk dulu, makan, lalu istirahat" ucap Sandra dan diangguki semuanya.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam mansion Sandra untuk makan bersama kecuali anak buah Paman Harry yang memilih untuk makan bersama bodyguard rumah Sandra. Jack, asisten Paman Harry pun niatnya juga ingin ikut bersama anggota yang lainnya tapi tak diperbolehkan oleh Paman Harry. Akhirnya Jack mengikuti saja perintah dari bosnya itu untuk makan bersama Sandra dan saudara-saudaranya yang lain.
****
__ADS_1
Terimakasih semua atas dukungannya selama ini, mohon maaf bila beberapa bulan kemarin author nggak bisa update karena harus fokus sama kesehatan ibu dan menemani ibu untuk kemoterapi di rumah sakit. Semoga kedepannya author bisa setiap hari update dan segera menyelesaikan cerita ini.