
"Lalu apa yang kau lakukan di negara ini, Leo? Bukankah cabang perusahaanmu tidak ada yang berada disini" tanya Paman Harry yang terheran-heran mengingat cerita Sandra kalau Leo tengah berada di Australia.
"Tentunya belajar menjadi kuat, paman. Karena lawan kali ini memang membutuhkan ilmu dan kekuatan lebih" ucap Leo dengan santai.
"Kalau untuk kekuasaan, Sandra akan jauh lebih bisa menandingi mereka tapi kalau untuk kekuatan anggota-anggota mafianya tentu masih dibawah mereka" lanjutnya.
"Belajar menjadi kuat yang seperti apa? Apa kamu berguru ilmu gaib seperti itu?" tanya Paman Harry yang mulai tidak jelas pikirannya.
Paman Harry berpikir seperti itu karena saat malam bertemu dengan Leo saat itu terlihat Leo yang berpakaian kumal melewati jalanan yang sepi dan itu termasuk daerah perkampungan dan hutan belantara. Mana Leo juga menggunakan sepeda yang bahkan kalau dikejar hewan buas pun dia akan tertangkap.
"Ilmu beladiri, paman. Ya kali aku belajar mengenai hal gaib kalau masih punya Tuhan yang kita percayai" ucap Leo dengan sedikit kesal atas pemikiran dari Paman Harry.
Sebenarnya dari awal Leo dan semua saudara Sandra hanya mengetahui bahwa Sandra mempunya jaringan mafia nomor 1 di dunia. Namun ada yang belum mereka ketahui bahwa Sandra memiliki banyak jenis anggota bayangan yang selalu disembunyikannya. Leo yang katanya mengetahui semua hal tentang Sandra pun tak bisa mengetahuinya. Mereka hanya 1 kali muncul waktu mengalahkan orang-orang yang sudah menghabisi nyawa kedua orangtua Sandra. Itu pun hanya 2 kelompok anggota saja yang muncul dan itu masih tergolong anggota pemula.
"Lalu mafia? Maksud dari anggota mafia apa? Apakah Sandra masuk ke dalam dunia mafia?" tanya Paman Harry heran.
Paman Harry juga tidak mengetahui mengenai Sandra masuk ke dunia mafia karena saat di mansion Sandra hanya menceritakan mengenai dia mempunyai perusahaan dan beberapa usaha. Sandra juga tak menceritakan tentang nama perusahaannya apalagi bercerita tentang mafia.
"Iya, paman. Sandra masuk ke dunia mafia sama seperti papa Luis, bahkan Sandra menjadi pendirinya dan bisa mengalahkan posisi mafia papa Luis di dunia bawah" ucap Leo.
"Apa? Jadi Kak Luis juga masuk ke dunia mafia?" tanya Paman Harry kaget.
"Paman ini gimana sih, punya banyak anggota dan anak buah untuk mencari tahu semua tentang Rafi dan Papa Luis aja nggak digunakan untuk mencari informasi. Paman ingin mengambil dan balas dendam sama Papa Luis, tapi paman tidak punya informasi sama sekali tentang target. Itu sama saja sia-sia, paman" ucap Leo dengan kesal.
__ADS_1
"Huft... Karena sebenarnya paman itu tak pernah mau tahu dan mendengar apa informasi detail yang mereka dapatkan. Paman hanya menyuruh mereka untuk melaporkan sampai mana pekerjaan mereka. Bagi paman, yang terpenting adalah target musnah. Selesai" ucap Paman Harry santai.
"Kalau anak buah paman berkhianat dengan memberikan informasi palsu bagaimana?" tanya Leo yang heran dengan jalan pikiran Paman Harry.
"Nah itu tugasnya Jack ada disisi paman karena dia lah yang akan melindungi paman dari para pengkhianat itu. Bahkan Jack juga yang memusnahkan para pengkhianat di sekitar paman" ucap Paman Harry dengan polosnya.
"Dih... Bersembunyi dibalik ketiaknya Paman Jack" ejek Leo setelah mendengar penjelasan Paman Harry, namun hanya dibalas gumaman acuh oleh Paman Harry seakan tak peduli.
Sampai saat ini pun Leo masih heran dengan sikap dan sifat Paman Harry yang seakan santai walaupun tanpa tahu informasi apa-apa. Bukannya jika seseorang ingin memusnahkan targetnya, maka seseorang itu harus mencari informasi detail dimulai dari kelemahan dan kelebihan target tetapi Paman Harry kok seperti orang yang asal bertidak.
"Bagaimana kalau Paman Jack yang ternyata mengkhianati paman? Bukankah terkadang musuh terbesar kita adalah orang terdekat kita sendiri" lanjutnya dengan bertanya.
"Jack tak mungkin mengkhianatiku karena dia sudah bersumpah demi keluarganya untuk terus setia bersamaku walaupun nyawa harus jadi taruhannya" ucap Paman Harry tersenyum menyeringai layaknya psikopat.
"Paman, lebih baik sekarang berhati-hatilah karena sepertinya target mereka sekarang adalah paman" peringat Leo dengan mengalihkan pembicaraan.
"Kamu tahu dimana keberadaan si tua itu?" tanya Paman Harry yang mulai tertarik dengan apa yang dibahas Leo.
"Dia ada di Indonesia" ucap Leo dengan santai.
"Apa? Dia ada di Indonesia dan kamu nggak bilang sama kami? Lalu bagaimana kalau si tua bangka itu mencelakai Rafi dan Sandra serta saudaranya yang lain?" seru Paman Harry yang terlihat khawatir.
"Paman tenang saja" ucap Leo dengan santai.
__ADS_1
"Bagaimana paman bisa tenang? Kalau anak-anakku kini sedang dalam bahaya" seru Paman Harry dengan mata melotot tajam menatap kearah Leo.
"Bukankah tadi Leo sudah bilang kalau si tua yang paman maksud itu tidak berbahaya, yang berbahaya itu orang dibaliknya. Kalau kita fokus ke tua bangka itu, pastinya fokus kita akan pecah dan jadi nggak fokus sama yang seharusnya kita hadapi. Itu yang nanti akan dijadikan kesempatan mereka untuk menghabisi kita" ucap Leo dengan acuh tak acuh.
"Ah kau pintar juga anak muda" celetuk Paman Harry tanpa rasa bersalah sedikitpun padahal tadi sudah mengintimidasi Leo.
"Lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Paman Harry dengan serius.
"Pengen tahu rencana apa yang bagus untuk memusnahkan mereka?" tanya Leo dengan mimik wajah tak kalah serius dan dijawab anggukan kepala oleh Paman Harry.
Paman Harry benar-benar serius sampai menatap Leo tanpa berkedip, ia pun memasang kedua telinganya dengan lebar-lebar agar tak ada satupun kalimat dari Leo yang terlewat dari pendengarannya.
"Rencananya adalah... MIKIR" seru Leo dengan sinis.
Paman Harry yang sudah serius mendengarkan seketika reflek menendang kaki Leo yang berada dibawah meja dengan kerasnya karena kesal dengan jawaban dari Leo.
"Sialan kau... Kalau bukan kekasih Sandra, sudah ku habisi kau siang ini juga" kesal Paman Harry.
"Dih... Sebelum paman menghabisiku, akan ku buat paman keluar dari restorant ini dengan tinggal nama saja" ucap Leo dengan sinis sambil mengusap kakinya yang terasa sakit akibat tendangan dari Paman Harry.
"Sudahlah, aku pamit pergi untuk berguru lagi. Disini sama paman tidak akan menambah ilmuku tetapi malah menambah beban hidupku" ucap Leo dengan acuh tak acuh.
"Sialan kau... Huh, kabari aku kalau akan pulang ke Indonesia dan jangan lupa beri aku informasi mengenai mereka" pesan Paman Harry yang sebenarnya menyimpan kesal dihatinya akibat ucapan Leo, namun ia sedikit menurunkan egonya.
__ADS_1
"Malas" ucap Leo yang kemudian keluar pergi dari area restorant itu, sedangkan Paman Harry yang mendengar jawaban Leo hanya bisa mengelus dadanya sabar kemudian pergi dari restorant dengan mobilnya.