SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Kejutan


__ADS_3

Leo dan Sandra bersama beberapa bodyguardnya kini tengah menuju lokasi yang berhasil didapatkan oleh Sandra melalui simcard yang digunakan oleh peneror itu. Ternyata lokasi yang mereka tuju adalah sebuah mansion mewah yang terletak lumayan jauh dari kota. Mobil milik Sandra dan bodyguardnya pun terparkir tak jauh dari mansion mewah itu.


"Ini benaran lokasinya, sayang? Berarti dia bukan orang sembarangan, mansionnya aja mewah kaya gini" ucap Leo sembari melihat ke arah sekeliling.


"Semua yang berurusan denganku selalu bukan orang sembarangan kak, orang lawannya aja luar biasa kaya gini" ucap Sandra dengan nada sombongnya.


"Hahaha yayaya kamu memang benar sayang. Dan aku mengakui semua itu" ucap Leo dengan bangganya memuji istrinya yang memang sangat luar biasa itu membuat Sandra tersenyum lebar karena dipuji suaminya.


"Kalian turunlah dan awasi sekitar mansion itu, menyebarlah dan tetap berhati-hati. Siapa tahu ada jebakan yang kita tak tahu" titah Sandra pada bodyguardnya melalui earphone yang terpasang di telinga semua bodyguardnya.


"Aku akan meretas semua CCTV yang ada di area sekitar sini dan di dalam mansion" lanjutnya.


Semua bodyguard turun dari mobil kemudian berjalan mendekat ke arah mansion dan menyebar ke segala arah. Sandra dan Leo mengawasi semuanya dari mobil sembari mengotak-atik laptop yang ada dipangkuan Sandra.


"Tidak ada tanda-tanda adanya hal mencurigakan disini nona. Bahkan seperti tak ada kehidupan sama sekali" lapor sang bodyguard melalui earphonenya.


"Ada orang di dalam mansion dan dia mengawasi kita lewat lantai atas" ucap Sandra memberitahu semuanya.


"Kalian bersikaplah santai seperti orang biasa yang sedang lewat, jangan sampai membuatnya curiga kalau kita sedang mengawasi mansion itu" lanjutnya.


"Baik nona" patuh bodyguard itu.


Setelah beberapa saat tak ada pergerakan apa-apa dari luar mansion, akhirnya Sandra menarik para bodyguard kembali karena dia yang akan turun tangan secara langsung.

__ADS_1


"Kalian kembali ke mobil, aku yang akan turun kesana secara langsung" titah Sandra setelah melihat sesuatu di laptopnya.


Semua bodyguard menuruti perintah Sandra untuk kembali masuk ke dalam mobil yang terparkir tak jauh dari mansion mewah itu. Akhirnya Sandra dan Leo keluar mobil kemudian berjalan menuju mansion mewah itu. Mereka menekan bel yang ada di gerbang berulang kali namun tak ada respons dari dalam mansion.


"Aku yakin orang itu bersembunyi di mansion mewah ini, tadi saja aku melihat ada bayangan seseorang yang berdiri mengawasi keadaan sekitar dari lantai atas. Bahkan dalam CCTV aku juga melihat ada beberapa orang yang berada dalam rumah ini" ucap Sandra kekeh dengan pada pendiriannya.


Tanpa aba-aba, Leo mengeluarkan pistol kedap suara kemudian menembak gembok kunci gerbang hingga gembok itu jatuh dan rusak sehingga pintu gerbang dapat mereka buka.


"Kita masuk sekarang, mumpung area sekitar sepi" ucap Leo sambil melihat ke arah sekitar mansion.


"Kalian awasi sekitar, kalau ada bahaya mengintai langsung kabari kami dan singkirkan kalau memang itu sangat mendesak" ucap Sandra saat ia mulai memasuki mansion mewah itu bersama Sandra.


"Baik nona" jawab semua bodyguard lewat earphone.


"Kenapa sepi sekali disini? Perasaan tadi di CCTV terlihat sekali banyak maid berlalu lalang" ucap Sandra dengan sedikit heran.


Prok... Prok... Prok...


"Berani sekali kalian memasuki mansion orang tanpa permisi" seru seseorang yang datang dari belakang Sandra dan Leo.


Leo dan Sandra segera saja membalikkan badannya dan melihat seseorang menggunakan jaket bertudung hitam sampai menutupi matanya dan masker hitam sehingga sama sekali tak terlihat wajahnya berada di hadapan mereka berdua. Namun dapat dipastikan dari suara dan rambut panjangnya, kalau orang didepannya ini adalah seorang perempuan.


"Saya kesini bermaksud untuk menanyakan apa motif anda meneror saya?" tanya Sandra dengan nada datarnya.

__ADS_1


"Oh... Ternyata kau sangat cerdas, nona Sandra. Kau ternyata dengan mudahnya mengetahui kalau aku adalah dalang dari semua ini" ucap seorang gadis itu dengan terkekeh sinis.


"Ya aku memang cerdas, apakah baru saja anda sedang memuji saya?" tanya Sandra dengan nada sombongnya.


"Kalau kau memang cerdas harusnya kau tahu siapa aku, nona Sandra? Bahkan hanya mendengar suaraku saja kau harusnya sudah mengenaliku. Namun ternyata kau tak secerdas itu atau aku memang sengaja kau lupakan, nona? Bahkan saat pernikahanmu saja aku tak diundang sama sekali. Oh... Kasian sekali diriku ini" ucap seorang gadis itu dengan nada mengejek.


Sandra terdiam sejenak seperti mengingat-ingat sesuatu yang sedikit ia lupakan, ia seperti mengenal suara gadis di depannya ini namun dia tak ingat kapan terakhir kali mendengarnya sebelum hari ini. Tanpa diduga, seorang gadis di depannya membuka tudung jaket dan maskernya membuat mata Sandra membelalak kaget.


"Kejutan..." seru gadis itu dengan senyuman sinisnya.


"Astaga... Kak Aurora" seru Sandra dengan mata membelalak kaget.


Masih ingatkah dengan Aurora? Seorang gadis yang tinggal bersama Sandra dan diangkat menjadi saudaranya karena ayahnya menitipkan padanya. Satu tahun yang lalu, Aurora pergi menyusul ayahnya ke luar negeri untuk membantu ayahnya di perusahaan. Saat disana, Aurora mendengar berita bahwa Sandra akan menikah dengan kekasihnya namun sayangnya Sandra tak memberitahu dirinya sama sekali. Karena terlalu kesal, akhirnya Aurora nekat kembali ke Indonesia dan menyusul Sandra yang sedang honeymoon. Setelah itu ia berencana untuk membuat kejutan yang berbeda dengan yang lainnya. Tetapi rencana yang ia susun ternyata gagal karena Sandra sudah menemukan tempatnya berssembunyi terlebih dahulu.


"Maafkan aku, kak. Maafkan aku tak memberitahumu tentang pernikahanku. Saking sibuknya dengan beberapa masalah yang terjadi di keluarga Papa Luis membuatku melupakanmu" ucap Sandra merasa bersalah.


"It's okay, adikku tercinta. Karena acara kejutan untukmu gagal karena kau sudah terlanjur kesini, maka sebagai gantinya aku akan menyiapkan makan siang spesial untuk kalian berdua" ucap Aurora dengan tersenyum lebar.


"Makasih kak, jangan lupa yang banyak ya karena kau telah membuang-buang tenaga dan pikiranku hanya untuk memikirkan aksi teror yang kau lakukan pada kami" gerutu Sandra.


"Hahaha kan aku mau membuat kejutan yang berbeda dari oranglain. Ayo kita ke ruang makan" ajak Aurora yang diangguki oleh Sandra dan Leo.


Leo sedari tadi hanya diam memperhatikan kedua wanita yang tengah bercanda dan berbicara. Ia bagaikan obat nyamuk diantara kedua perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2