SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Aksi 2


__ADS_3

Sandra berjalan mengendap-endap memasuki gedung tua yang ada di hadapannya. Ia juga terlihat mengawasi sekitar gedung dengan sangat hati-hati karena mungkin saja ada jebakan yang dipasang tanpa sepengetahuannya dan anggota bayangannya. Namun setelah berjalan untuk mencari celah agar bisa masuk, ia sama sekali tak menemukan adanya jebakan berupa bom ataupun yang lainnya. Mungkin saja karena tempat ini jauh dari jangkauan penduduk sekitar dan tempat yang berada di area tempat pembuangan akhir sampah membuat orang yang menyekap Rafi berpikir tempat ini sudah aman dan susah untuk ditemukan.


"Sekarang posisi mereka semua ada dimana?" tanya Sandra pada anggota bayangannya melalui earphone yang terpasang ditelinganya.


"Berada di ruang depan, nona. Semua berkumpul disitu, tidak ada yang menjaga ruang dimana Rafi disekap. Kami sudah bersiap, tinggal menunggu nona Sandra memberikan aba-aba" jawab salah satu anggota bayangan yang mengawasi keadaan didalam gedung.


Setelah mendapatkan laporan dari anggotanya, ia segera menyusup masuk ke dalam gedung dari pintu belakang yang terbuka. Setelah masuk ke dalam, ia disuguhkan dengan keadaan dalam gedung yang terlihat sangat kotor dan berantakan. Banyak sekali debu, sarang laba-laba, bahkan ada beberapa alat-alat dapur yang tak terpakai berserakan di lantai. Benar-benar cocok dijadikan tempat untuk menyekap seseorang.


Sandra kembali berjalan mengendap-endap untuk bisa sampai ke ruangan dimana Rafi disekap. Namun tentu saja itu takkan semulus seperti bayangannya. Ada salah satu anggota diantara mereka yang melihat bayangan seseorang yang tengah berjalan di gedung itu karena jalan menuju ruangan Rafi memang harus sedikit melewati ruang depan tempat mereka berkumpul.


"Seperti ada seseorang yang berjalan disana" seru salah satu anggota musuh menunjuk ke arah bayangan Sandra.


Semua yang mendengar seruan itu, segera mengarahkan pandangan mereka ke arah yang ditunjuk oleh salah satu anggota musuh. Sandra yang mendengar seruan itu, seketika berhenti berjalan agar tak semakin membuat curiga orang-orang disana.


"Kalian berkelilinglah di dalam gedung dan cari apa yang tadi berjalan disana. Kalau ada yang menyusup, segera musnahkan. Aku dan Jack akan ke ruangan anak itu" titah sang bos dan dilaksanakan oleh semuanya.


Sang bos dan tangan kanannya yang bernama Jack itu segera pergi menuju ke arah ruangan yang digunakan untuk menyekap target.

__ADS_1


Ceklek...


"Wow... Ternyata keponakanku yang tampan dan manis ini sudah bangun rupanya. Bagaimana rasanya duduk dengan posisi terikat seperti itu?" tanya sang bos yang ternyata adalah paman dari orang yang disekapnya.


"Paman Harry..." terkejut seseorang yang merupakan keponakan dari orang yang menyekapnya, yang tak lain adalah Rafi.


"Maksud paman apa menculikku? Aku tahu kalau paman sedari dulu mengincar nyawa papaku, tapi kalau paman ingin menemui papa untuk menyelesaikan masalah, tentunya takkan bisa lewat Rafi karena papa sudah meninggal" ucap Rafi setelah sadar dari rasa terkejutnya.


"Hahahaha aku sudah tahu kalau saudaraku itu sudah meninggal karena aku sendiri yang menghabisinya hahaha" ucap Paman Harry dengan tertawa seakan puas dengan apa yang dilakukannya.


"Apa? Paman yang yang sudah membuat papaku meninggal? Paman benar-benar tidak punya hati" seru Rafi marah mendengar pernyataan dari pamannya itu.


"Kalau saja papamu itu tidak membuat ibuku meninggal, aku takkan membuat papamu seperti itu. Bahkan mungkin kau takkan pernah merasakan kesakitan seperti ini" lanjutnya dengan mata yang memerah menahan segala emosinya dengan menunjuk-nunjuk ke arah wajah Rafi.


"Tidak mungkin papaku seperti itu, tak mungkin papa berbuat jahat pada nenek" bantah Rafi mengingat papanya selama ini selalu bercerita betapa ia menyayangi nenek dan pamannya itu.


"Tapi itu adalah kenyataan yang sebenarnya, bocah. Papamu itu yang sudah membuat ibuku pergi untuk selamanya. Kalau saja waktu itu papamu memberikan sedikit saja rejekinya untuk membawa ibuku berobat ke rumah sakit dan membawa kami dari rumah kumuh itu, tentu saja nyawa ibuku akan selamat" ucap Paman Harry dengan mata berkaca-kaca saat mengingat apa yang terjadi waktu itu.

__ADS_1


"Astaga... Ku kira tuan Harry ingin membalaskan dendam ke tuan Luis karena kalah saing dalam hal kekayaan tapi ternyata karena masalah itu. Kalau aku jadi tuan Harry, pasti aku juga akan melakukan hal yang sama" batin Jack yang hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


Flashback on


Saat itu Luis dan Harry adalah sepasang kakak beradik yang tampak akur dan harmonis bahkan tinggal bersama kedua orangtua yang sangat menyayangi mereka berdua. Mereka berdua pun menjadi saudara yang kompak dan saling mendukung apapun sesuatu yang positif bagi mereka.


Saat Luis berumur 17 tahun dan Harry 10 tahun, Luis pergi dari rumah yang membesarkan mereka untuk mencari pekerjaan di kota karena saat itu kondisi ekonomi keluarganya sedang terpuruk apalagi sang ayah yang di PHK. Ibunya yang mendengar kalau sang ayah di PHK pun menjadi sakit-sakitan, terlebih sang anak sulung yang memilih pergi untuk mencari kerja demi membantu perekonomian keluarganya. Tak hanya itu yang membuat kondisi ibunya drop, tapi karena ayah mereka juga pergi dengan alasan kerja padahal pada kenyataannya adalah sang ayah menikah dengan perempuan kaya raya.


"Luis, kamu harus jaga ibu saat kakak pergi. Kakak janji kalau kakak sukses nanti, kakak akan kembali ke sini untuk tinggal sama kamu dan ibu" ucap Luis pada Harry.


Namun saat itu Harry merasa heran pada apa yang dikatakan oleh Luis karena mereka hanya akan tinggal bertiga saja, tidak bersama sang ayah. Harry yang tak paham pun akhirnya hanya mengangguk setuju atas ucapan Luis dan membiarkannya tetap pergi.


5 tahun kemudian...


Selama 5 tahun, Luis tak memberi kabar apa-apa pada ibu dan adiknya sehingga saat itu Harry yang masih kecil harus bekerja part time di sebuah pasar sebagai kuli angkut demi membiayai kehidupan sang ibu yang sakit dan sekolahnya. Harry juga tak mengetahui tentang kenyataan bahwa sang ayah telah menikah lagi, yang mengetahui hal itu semua hanya Luis dan juga ibunya.


Saat istirahat dari bekerja, tak sengaja Harry melihat sebuah tayangan tv di sebuah rumah makan di pasar dan terlihat disana bahwa kakaknya Luis yang selama ini tak ada kabar muncul sebagai salah satu pebisnis yang sukses. Sungguh ketika itu Harry amat bangga pada kakaknya yang artinya sebentar lagi ia dan ibunya akan dijemput oleh Luis. Namun harapan tinggal harapan, kakaknya itu tak pernah datang menjemput mereka sampai ibunya meninggal karena penyakit mematikan yang diidapnya selama ini. Bahkan ayahnya juga tak pernah ada kabar ataupun memberikan uang pada mereka berdua terlebih sampai saat ini Harry pun tidak mengetahui sama sekali tentang fakta ayahnya telah menikah lagi karena ayahnya itu menghilang bak ditelan bumi.

__ADS_1


Dari situlah muncul rasa benci dan sakit hati terhadap kakaknya di hati Harry. Suatu saat nanti, ia berjanji akan membuat Luis kehilangan orang yang sangat dicintainya dan mengambil semua kekuasaan Luis demi menebus rasa sakit yang dialami oleh ibunya semasa hidup.


Flashback off


__ADS_2