
Saat ini Sandra dan Rafi tengah berada di sebuah mall untuk jalan-jalan bersama setelah tadi menghabiskan keharuan di taman.
"Mau kemana dulu kita?" tanya Sandra pada Rafi yang berada dalam gandengannya.
"Makan ya kak, Rafi udah lapar banget nih" ucap Rafi dengan menepuk-nepukkan tangan yang bebas ke perutnya membuat Rafi seperti anak kecil.
"Duh... Adik kakak yang satu ini emang gemesin banget ya" goda Sandra dengan mencubit kecil pipi Rafi.
"Ish... Kakak jangan gitu ah, Rafi malu tau" ucap Rafi dengan mencoba menyingkirkan tangan Sandra yang berada di pipi nya.
"Baiklah... Baiklah... Ayo" tarik Sandra pada tangan Rafi untuk segera masuk ke dalam sebuah restorant di mall itu karena melihat beberapa pengunjung yang tengah menatap ke arah mereka dan membuat mereka berdua risih.
Sandra dan Rafi memasuki restorant jepang yang ada di mall itu dan segera memesan makana setelah mendapatkan tempat duduk.
***
Setelah selesai makan, Sandra dan Rafi berbelanja banyak barang yang tentunya tidak hanya untuk mereka berdua, tapi juga untuk semua saudaranya.
"Ikut kakak di toko jam tangan yuk" ajak Sandra pada Rafi dan ia pun hanya menganggukkan kepalanya.
Sesampainya di toko jam tangan, Sandra segera mengambil pesanan yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Mbak, tolong pesanan atas nama Sandra" ucap Sandra pada pelayan yang menjaga toko jam tangan itu dengan nada datar khasnya.
"Baik nona, ditunggu sebentar. Silahkan duduk dulu" ucap pelayan itu dengan mempersilahkan Sandra dan Rafi menunggu di kursi tunggu.
Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya pelayan itu mendekat ke arah Sandra dan Rafi yang tengah menunggu.
__ADS_1
"Ini nona pesanan anda. Silahkan di cek dulu" ucap pelayan itu sambil menyerahkan dua paperbag ke Sandra.
Sandra segera mengambil dua paperbag itu dan membukanya agar bisa ia periksa. Setelah semuanya lengkap dan sesuai dengan pesanannya, Sandra segera membereskan jamnya untuk di masukkan kembali pada kotaknya.
"Ini untuk adik kakak tersayang" ucap Sandra pada Rafi sambil memberikan satu box jam tangan pada Rafi.
"Wah... Beneran kak? Makasih" ucap Rafi dengan mata berbinar, ia tak menyangka akan mendapatkan jam yang di buat khusus untuk Sandra dan keluarganya.
Rafi juga merasa bersalah pada Sandra karena mengira bahwa kakaknya itu sudah sedikit melupakannya padahal kakaknya itu selalu menyayanginya. Terbukti dari pengawal yang dikirimkan kakaknya saat ia berada di luar mansion dan kini barang mewah yang tak tanggung-tanggung di berikan oleh Sandra padanya.
"Iya itu buat kamu, sini kakak pakaikan" ucap Sandra yang kemudian membuka box dan mengambil jam tangan itu untuk segera di pakaikan di tangan sebelah kiri Rafi.
Namun tiba-tiba saja hal tak terduga terjadi saat Sandra hendak memakaikan jam itu ke tangan Rafi.
"Wah... Ini bagus banget jam nya. Mbak, saya mau beli yang ini aja" ucap seorang perempuan yang dengan tiba-tiba merebut jam tangan yang ada di tangan Sandra.
"Saya tidak mau tahu, pokoknya saya mau yang ini" ucap perempuan itu dengan nada ketusnya.
"Saya bisa membayar mahal jam tangan ini di bandingkan dengan dia. Sebutkan saja berapa harga nya lalu saya akan bayar 2x lipat" ucap perempuan itu dengan menunjuk ke arah Sandra. Sedangkan Sandra dan Rafi hanya diam dan menatap datar perempuan yang tak punya sopan santun itu.
"Mohon maaf nona yang terhormat... Barang yang anda pegang saat ini sudah saya pesan dengan design khusus dan bayar dari beberapa hari yang lalu. Jika memang anda menginginkan barang tersebut, silahkan anda membuat design sendiri dan buatlah yang menyerupai dengan jam yang anda inginkan" ucap Sandra dengan nada tegasnya karena melihat pelayan toko yang sepertinya sudah ketakutan.
"Emang berapa sih harganya? Sini saya ganti harga jam itu 2x lipatnya asalkan saya ambil jam ini" kekeh perempuan itu dengan nada sombongnya.
"Berapapun harga yang anda tawarkan itu takkan pernah bisa membeli setiap detail titik dan garis yang saya torehkan dalam sebuah design jam" ucap Sandra dengan tatapan tajamnya membuat perempuan itu sedikit ketakutan namun ia berhasil menutupinya dengan wajah sombongnya itu.
Sandra segera merebut jam tangan milik Rafi dari tangan perempuan itu dan segera menyimpannya kembali di box dan paperbag.
__ADS_1
"Ayo dek, kita pergi dari sini" ajak Sandra setelah selesai mengemasi barang-barangnya dan diangguki oleh Rafi.
"Hei... Kembalikan itu jam tangan saya, saya berani membayar jam tangan itu dengan harga yang lebih mahal" teriak perempuan itu yang melihat Sandra mulai berjalan keluar dari toko.
Sontak saja teriakan perempuan itu membuat pengunjung mall terganggu dan langsung mengalihkan perhatian mereka pada perempuan yang berteriak itu.
"Satpam, tangkap perempuan dan anak laki-laki itu" titah perempuan itu pada beberapa security yang terlihat mendekat ke arah teriakan.
Security yang tak tahu apa-apa mengenai kejadian ini segera mencegat Sandra agar tak pergi dari mall ini, mereka mengira kalau Sandra telah melakukan suatu tindakan kriminal hingga di teriaki oleh salah satu pengunjung yang dilihat dari pakaiannya dari orang yang berada.
"Maaf nona dan adek, sebaiknya kalian berdua ikut kami dahulu" ucap salah satu satpam yang menghalangi mereka pergi dengan sopan.
"Kita bisa selesaikan masalah ini baik-baik agar tak ada pihak yang di curigakan dan di rugikan" lanjutnya.
"Dengan anda mencegah saya pergi seperti ini, ini sudah merugikan saya. Waktu saya terbuang hanya untuk mengurusi masalah yang tidak pernah saya perbuat" ucap Sandra dengan nada datarnya.
"Lebih baik kita berbicara dulu dengan perempuan yang di sana nona, biar semua permasalahan ini selesai. Lihatlah banyak orang yang melihat kalian dengan tatapan aneh, seakan kalian tertuduh sebagai orang yang bersalah. Buktikanlah kalau nona memang tak bersalah" ucap satpam itu hati-hati.
"Baiklah... Tapi jika saya terbukti tak bersalah, kalian harus mengganti waktu saya yang sangat berharga ini dengan.... kematian" jawab Sandra dengan membisikkan kata "kematian" dengan pelan membuat beberapa satpam itu menegang di tempat.
Sandra yang melihat satpam-satpam itu terpaku setelah mendengar kata-kata darinya, segera membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju perempuan yang sedari tadi tersenyum kemenangan karena berhasil membuat Sandra dikira membuat keributan di mall ini.
"Apa mau anda?" tanya Sandra to the point ketika telah berada di depan perempuan itu.
"Saya hanya ingin jam tangan itu, tidak lebih" jawab perempuan itu.
"Berani bayar berapa anda menginginkan jam yang sudah saya design khusus untuk keluarga saya?" tanya Sandra dengan nada datar.
__ADS_1
"Tenang..."