
Setelah acara peluk-pelukan dan maaf-maafan itu, Tuan Tim berpamitan dengan Leo dan Sandra untuk segera pergi ke luar kota di karenakan tiba-tiba ada masalah di perusahaannya yang di sana.
"Maaf tuan Leo dan Sandra, saya harus berpamitan terlebih dahulu karena baru saja sekretaris saya mengirim pesan kalau perusahaan yang di luar kota sedang ada masalah" pamit Tuan Tim dengan tatapan bersalahnya terutama pada Aurora.
Bagaimanapun juga mereka baru saja merasakan berkumpul sebentar, tapi pekerjaannya tak bisa ia tinggalkan begitu saja. Aurora yang tadi wajahnya berbinar cerah pun berubah menjadi sedikit sendu walaupun ia berusaha untuk menutupi semua itu.
"Maafin ayah ya Aurora, harus meninggalkan kamu di rumah sendiri. Atau kamu mau ikut papa ke luar kota?" tanya Tuan Tim dengan tatapan menyesal.
"Aurora masih ada beberapa mata kuliah wajib yang harus datang, yah. Aurora nggak papa kok kalau di tinggal di rumah sendiri" jawab Aurora mencoba untuk terlihat baik-baik saja.
"Lagipula sudah biasa kalau Aurora di tinggal sendiri" lanjut Aurora di dalam batin.
Sandra yang melihat Aurora sedikit murung menjadi tak tega, sedangkan Leo hanya memperhatikan mereka saja dalam diam.
"Kak Aurora tinggal di sini aja selama uncle di luar kota. Pasti kakak nggak akan kesepian karena di sini banyak orang" saran Sandra.
__ADS_1
Mendengar hal itu Aurora menatap ayahnya seakan meminta ijin pada ayahnya itu.
"Ayah mengijinkan Aurora bersama nak Sandra di sini. Lagipula kalau kamu di sini pasti ada yang jagain dan kamu nggak akan kesepian. Tapi apa keluarga atau saudara nak Sandra yang lain akan menerima Aurora tinggal di sini, Sandra?" tanya Tuan Tim sedikit ragu.
"Uncle tenang saja, mereka semua baik kok pasti mereka menerima kak Aurora dengan tangan terbuka" ucap Sandra dengan tersenyum tipis.
"Ah baiklah kalau begitu, uncle sekarang lebih tenang jika meninggalkan Aurora pergi ke luar kota. Aurora kamu di sini saja ya nak, ayah cuma 1 minggu di sana. Baju-baju kamu nanti biar bodyguard ayah yang bawakan ke sini" ucap Tuan Tim dan diangguki oleh Aurora.
"Saya pamit dulu semua" pamit Tuan Tim pada semuanya dan diangguki oleh ketiganya.
"Aku juga pamit baby. Aku ada tugas kuliah kelompok di cafe" pamit Leo
"Ah baiklah kak, hati-hati di jalan" ucap Sandra dengan senyuman manisnya dan di balas senyuman tak kalah manisnya oleh Leo. Seakan dunia milik mereka berdua, yang lain ngontrak...
"Terimakasih tuan Leo atas bantuannya" interupsi Aurora menyadarkan dua sejoli itu bahwa tak hanya ada mereka berdua saja di situ.
__ADS_1
"Ya" jawab Leo singkat kemudian ia pergi menjauh dari ruang tamu.
"Udah kak biarkan saja lagi pula emang sifatnya kak Leo emang dari dulu kaya gitu kalau sama orang yang belum terlalu ia kenal" ucap Sandra dan diangguki paham oleh Aurora.
***
Menjelang sore hari, semua penghuni mansion Sandra menampakkan batang hidungnya. Hampir lengkap semua berkumpul kecuali Papa Luis yang tengah pergi ke luar negeri ada urusan katanya.
"Wah... Dia siapa kak?" tanya Alin berbinar.
"Kakaknya cantik" seru Damar dengan sedikit malu karena menggoda Aurora.
Aurora kali ini tak memakai make up yang berlebihan membuat dia kelihatan sangat cantik dengan wajah polos naturalnya.
"Kenalin ini kak Aurora, untuk beberapa hari ke depan ia akan tinggal di sini bersama kita" ucap Sandra memperkenalkan Aurora pada semua saudaranya.
__ADS_1
"Aku tidak..."