SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Pembalasan Untuk Orang Serakah


__ADS_3

Setelah selesai dari ruangan CEO, Sandra dan Leo menyuruh Agus untuk mengumpulkan semua karyawan di aula Perusahaan. Sekitar 10 menit, semua karyawan sudah berkumpul di aula mulai dari security hingga kepala divisi di perusahaan itu.


Tak... Tak... Tak...


Bunyi ketukan sepatu high heels menggema di aula yang besar itu, semua orang mengalihkan pandangannya ke arah pintu utama khusus petinggi perusahaan. Tampak seorang gadis cantik didampingi Leo dan Agus di belakangnya, serta 4 orang pengawal berjalan dengan langkah tegasnya.


"Selamat siang semuanya" sapa Agus memulai pertemuan siang itu.


"Siang pak"


"Pada siang hari ini saya akan mengumumkan beberapa pemberitahuan penting mengenai perusahaan" ucapnya mengatakan langsung pada inti pertemuan siang itu.


"Yang pertama, seperti yang kalian ketahui bahwa saya adalah pengganti CEO sementara yang ditunjuk oleh Tuan Liam. Namun pada siang hari ini saya akan memberitahukan bahwa CEO sebenarnya dari Araxious Company adalah Nona Arva, yang juga CEO dari Arva Company" ucap Agus dengan tegas.


Sontak pemberitahuan itu membuat semua karyawan terkejut. Ada yang ketakutan entah karena apa, ada juga yang senang, dan ada juga yang masih tidak percaya.


"Araxious Company kini sudah diambil alih resmi oleh nona Arva. CEO kita yang dulu, Tuan Liam sudah mengalihkan kepemilikan Araxious Company pada nona Arva" lanjutnya.


"Maaf tuan saya menyela. Bukankah Araxious Company merupakan perusahaan keluarga turun temurun yang pengalihan jabatannya hanya bisa dialihkan kepada anggota keluarganya? Dan setahu saya nona Arva bukan anggota keluarganya" ucap salah satu kepala divisi yang berada disana.


"Memang benar saya bukan anggota keluarga mereka. Sebenarnya perusahaan ini saya ambil alih karena Tuan Liam melakukan kecurangan dalam proyek kerjasama kami dan sebagai kompensasi atas kerugian itu saya mengambil alih perusahaan ini. Saya juga sudah membeli beberapa saham dari direksi saham yang melakukan korupsi di perusahaan ini" Bukan Agus yang menjawab namun Sandra lah yang menjelaskan semuanya.


"Kalaupun perusahaan ini tak saya ambil alih sebenarnya tak masalah bagi saya, tapi dengan kepemimpinan yang kosong bukan tak mungkin para direksi saham yang lain akan saling memperebutkan kursi kepemimpinan yang akan membuat saham anjlok. Dan kemungkinan terburuknya adalah perusahaan bangkrut. Karena saya masih memikirkan banyaknya karyawan yang terancam di PHK, maka saya mengambil alih semuanya. Namun jangan salah paham, saya akan merombak semua sistem di perusahaan ini termasuk membuang kecoak-kecoak yang berterbangan di perusahaan ini" lanjutnya dengan nada yang tegas.


Mendengar hal itu semua ada beberapa orang yang langsung pucat pasi karena mendengar kalimat berisi sindiran sekaligus ancaman.

__ADS_1


"Silahkan dilanjutkan pak Agus" titah Sandra.


"Baik, nona. Yang kedua, perusahaan Araxious Company secara resmi telah hilang dari dunia perbisnisan dan digantikan menjadi cabang dari Ara Company" ucapnya dengan lantang, semua yang ada disana memberi tepuk tangan atas peresmian itu. Setidaknya mereka yang bekerja sungguh-sungguh tidak kehilangan pekerjaan mereka.


"Sepertinya itu saja yang saya sampaikan. Apa nona Arva akan menambahkan sesuatu yang ingin disampaikan?" tanya Pak Agus.


"Ya. Saya hanya akan menyampaikan bahwa Pak Agus akan saya angkat menjadi penanggungjawab perusahaan cabang ini. Jadi apabila terjadi sesuatu bisa langsung melaporkan pak Agus dan Pak Agus yang akan lapor kepada saya. Tapi tenang saja, saya tidak akan melepas begitu saja perusahaan ini. Saya akan memantau semuanya dari jauh agar tak ada kecoak berterbangan di perusahaan milik saya" seru Sandra sambil tersenyum smirk membuat semuanya bergidik ngeri. Terlebih dari beberapa karyawan mengetahui sepak terjang Sandra di dunia bisnis, termasuk orang yang disampingnya Leo.


"Saya disini juga akan mengubah aturan tentang jabatan, jadi bersiaplah bagi kalian yang tak berkompeten dalam pekerjaannya. Ada dua kemungkinan, dipecat atau diturunkan jabatannya. Tapi jangan khawatir bagi kalian yang bekerja dengan baik, akan ada reward khusus untuk kalian. Bonus dan kenaikan jabatan, ini berlaku dari security sampai kepala divisi. Berhati-hatilah kalian yang berada di posisi tinggi, tak ada jaminan kalian selamat di bawah kepemimpinan saya" lanjutnya dengan senyuman manis yang membuat semua orang terpana. Tapi jangan salah, senyuman itu sangat mengerikan bagi yang mengetahui artinya.


Semua pegawai yang merasa sudah bekerja dengan baik seketika bersorak gembira karena ada kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


"Sekian dari saya. Untuk selanjutnya akan saya sesuaikan sambil kita berjalan. Bekerjalan dengan usaha kita dan gunakanlah hati kalian seakan perusahaan ini milik kalian. Niscaya kalian akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Tak perlu banyak yang penting cukup. Terimakasih" ucap Sandra sambil undur diri keluar dari aula perusahaan itu dan bergegas ke suatu tempat meninggalkan aula yang ricuh dengan aturan baru itu.


***


"Apa kabar tuan Liam?" sapa Sandra saat memasuki sebuah ruangan eksekusi.


"Sungguh kau sangat loyal pada tuanmu, tuan Tom. Sampai mati pun kau ikut" lanjutnya. Tom dan Liam pun hanya diam saja.


"Sudah siap menuju kematianmu? Eh... Kematian kalian maksudnya" ejek Sandra.


Sandra pun maju dengan membawa pistol kesayangannya dan memutar-mutarnya di telunjuknya.


Dor... *Dor...

__ADS_1


Arrgghhhh*


"Ini untuk tangan yang selalu mengambil sesuatu yang bukan hak nya dan membunu saudaranya demi harta".


*Dor... Dor...


Arrrggggghhh*


"Ini untuk kaki yang digunakan untuk berjalan ke tempat-tempat haram".


Liam merupakan seorang pengusaha yang menghabiskan malamnya ditempat-tempat maksiat seperti narkoba, ****, dan judi. Uangnya banyak habis untuk perempuan, narkoba, dan judi yang membuat ia menjadi curang setiap kali mendapat proyek kerjasama. Dulu, ia juga membunuh dua saudaranya hanya demi mendapatkan tahta kepemimpinan di perusahaan. Namun sampai sekarang kasus itu tak pernah terungkap karena penghentian penyidikan. Bagaimana bisa? Uang dan kekuasaan Liam lah yang berbicara.


"Bunuh aku sekarang juga. Lagipula saya juga sudah tak punya apa-apa arrgghhhh" teriak Liam yang kesakitan karena kedua tangan dan kakinya terluka.


"Baiklah, karena aku baik hati aku akan menuruti apa keinginanmu" ucap Sandra.


Dor... Dor...


Sandra menembak tepat di jantung dan kepala Liam membuatnya menghembuskan nafas terakhirnya saat itu juga. Sedangkan Tom yang melihat itu sudah gemetaran karena takut. Tanpa aba-aba...


Dor... Dor...


Sandra kembali menembak jantung dan kepala Tom yang membuat ia juga mengikuti kematian tuannya.


"Bereskan dan makamkan dengan layak. Jamin kehidupan istri dan anak Tom, awasi mereka. Bila mereka baik lakukan dengan baik, tapi kalau mereka membangkang maka hancurkan saja" titah Sandra pada pengawal yang setia mengikutinya. Lalu bagaimana dengan istri dan anak Liam? Liam belum menikah hahaha

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga. Saatnya istirahat, besok kita bisa kembali ke Indonesia" ucap Sandra sambil menatap Leo yang sedari tadi diam mengawasi Sandra.


"Iya. Sekarang istirahatlah, kau sudah sangat bekerja terlalu keras hari ini" jawab Leo yang kemudian memeluk Sandra dan membawanya keluar ruangan itu.


__ADS_2