
Di Indonesia
Suasana duka begitu terasa di mansion milik Sandra dan saudara-saudaranya. Walaupun mereka hanya menyaksikan prosesi pemakaman lewat virtual, namun mereka benar-benar terpukul atas kenyataan ini. Bahkan Aurora yang belum terlalu mengenal Papa Luis dan bertemu dengannya pun merasakan sedih. Apalagi kini semua saudaranya terlihat menangis sesenggukan di ruang keluarga sambil melihat prosesi pemakaman lewat layar tv. Aurora sendiri hanya berusaha memberikan pelukan pada Alin, Damar, dan Fatah sedangkan Willy, Yusuf dan Sandro saling memeluk erat untuk saling menguatkan dan menenangkan.
"Kenapa papa ninggalin kita? Padahal kita baru sebentar kumpul dan ngerasain punya sosok seorang papa hiks" ucap Alin menangis sesenggukan.
"Iya, kenapa papa secepat ini ninggalin kita? Padahal kita masih butuhin kasih sayang dan kehadiran papa disini" ucap Damar menambahi dengan sesenggukan.
"Kasian kak Rafi, pasti kak Rafi sedih banget di sana. Harusnya kita bisa meluk dan nemenin kak Rafi disana" lirih Fatah seraya menundukkan kepalanya.
"Alin, Damar, Fatah... Kalian nggak boleh ngomong gitu. Papa udah tenang di atas sana, cukuplah kita berdo'a untuk kebahagiaan Papa di atas sana. Walaupun kita nggak di sana tapi kita bisa memberikan dukungan pada Rafi dengan selalu ada di saat susah dan senangnya kelak. Rafi pasti juga paham kalau kita tak mungkin bisa hadir ke sana dalam waktu yang sangat mepet dengan prosesi pemakaman" ucap Willy dengan lembut menegur ketiga adik kecilnya.
Bukannya tak kehilangan, Willy hanya mengingatkan pada semua saudaranya bahwa mereka harus saling menguatkan dan menjaga satu sama lain. Bahkan Willy kini merasakan sedih di hatinya karena kehilangan sosok pengganti papa nya. Ia juga kehilangan sosok panutan dalam menjalankan bisnis dan menjaga keluarganya.
Alin, Damar, dan Fatah yang mendengar hal itu hanya bisa menundukkan kepalanya sembari memeluk Aurora yang berada di dekatnya.
"Kita berdo'a yuk buat Papa Luis supaya beliau di tempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan dan berdo'a juga buat Kak Rafi agar dia bisa tabah menerima cobaan ini" lanjut Willy dan diangguki setuju oleh semuanya.
Mereka semua menengadahkan kedua tangannya dan menundukkan kepalanya bero'a dalam hati mereka masing-masing untuk kebaikan Papa Luis dan Rafi.
__ADS_1
***
Kembali di Pemakaman Papa Luis...
Semua rekan kerja dan beberapa anggota dari dunia bawah sudah pulang meninggalkan tempat pemakaman itu karena beberapa menit yang lalu prosesi pemakaman telah selesai. Tinggallah disana Erick, Sandra, Leo, Rafi, dan beberapa anak buah Leo serta Papa Luis. Bahkan di sana masih terlihat ramai oleh beberapa media dan wartawan yang menunggu penjelasan dari salah satu anggota keluarga mengenai kronologi meninggalnya Papa Luis.
"Papa... Papa jahat, papa kumpul sama mama nggak ngajak Rafi *hik*s" ucap Rafi lirih.
Rafi masih menangis tersedu-sedu di pelukan Erick, begitupun dengan Sandra yang menangis di pelukan Leo. Sedangkan beberapa anak buah Leo dan Papa Luis berada di sana untuk berjaga-jaga agar tak terjadi kericuhan atau ada musuh yang ingin menyerang tuan mereka.
"Papa, aku belum sanggup menggantikan semua yang papa tinggalkan untukku. Aku masih butuh papa buat menjaga perusahaan dan juga saudara-saudaraku yang lain hiks hiks" racau Sandra.
Sandra yang mendengar bisikan dari Leo itupun seketika tersadar dari terbawa suasananya sehingga mata nya langsung melihat ke arah Rafi yang menangis pilu di dekapan tubuh Erick, sekretaris sekaligus kakak angkatnya.
"Rafi...." panggil Sandra dengan suara seraknya. Rafi yang di panggil oleh kakaknya pun segera menoleh ke arah sumber suara.
"Kak Sandra... Papa kak hiks" panggil Rafi dengan isakannya melepaskan diri dari pelukan Erick.
Sandra yang melihat hal itu segera beranjak berdiri menuju ke arah Rafi. Sandra segera menarik tubuh Rafi ke pelukannya sembari terus mengelus lembut punggung Rafi yang bergetar.
__ADS_1
"Semua akan baik-baik saja. Kakak janji akan terus menjaga kamu, nggak akan pernah ninggalin kamu sendirian walaupun nyawa kakak taruhannya. Ikhlaskan papa ya, papa udah bahagia sama mama di sana" ucap Sandra menenangkan dan diangguki oleh Rafi.
Rafi dan Sandra menengok ke arah gundukan tanah dengan papan kayu bertuliskan "Luis Adelard Horison" yang masih basah itu.
"Selamat Jalan Papa" ucap Sandra dan Rafi bersamaan dengan mata yang berkaca-kaca kemudian keduanya saling berpelukan erat.
Rafi percaya bahwa Sandra akan selalu berada di sampingnya, begitupun saudara-saudaranya yang lain. Setelah Rafi dan Sandra sedikit tenang, mereka semua beranjak pergi dari makam karena hari sudah menjelang malam. Erick, Sandra, Rafi, dan Leo begitu dijaga ketat oleh anak buah Leo dan Papa Luis ketika keluar area pemakaman di karenakan banyaknya wartawan dari media setampat yang langsung mengerumuni keempatnya saat melihat mereka keluar.
***
Sedangkan di sisi lain makam, ada seseorang yang sedari tadi mengawasi keadaan di sekitar tempat peristirahatan terakhir Papa Luis. Seseorang itu menunggu keadaan sekitar hingga sepi di balik pohon besar yang ada di pemakaman tersebut. Tak ada seorangpun dari pelayat yang hadir menyadari keberadaannya. Setelah makam sepi, ia keluar dari tempat persembunyiaannya dan berjalan menuju salah satu gundukan tanah yang baru beberapa menit yang lalu di tinggalkan oleh keluarga dan pelayatnya. Ia berjongkok di samping gundukan tanah itu.
"Luis... Luis... Akhirnya setelah sekian lama aku menginginkan kematianmu, kamu lenyap juga di tanganku hahaha" ucap seseorang itu dengan tawa kemenangannya.
"Setelah ini aku akan segera mengirimkan anakmu agar kalian bertiga bisa berkumpul kembali dan aku akan menguasai seluruh aset perusahaan yang kau miliki" lanjutnya dengan seringaian kejamnya.
Seseorang dengan pakaian serba hitamnya itu pun berdiri kembali kemudian meninggalkan area pemakaman dengan hati yang gembira tanpa ia tahu bahwa anak dari Luis di jaga ketat oleh orang-orang di dunia bawah. Bahkan ia juga tak mengetahui bahwa seorang Luis Adelard Horison masuk dalam jajaran orang di dunia bawah.
Tak lupa juga, bahwa Leo telah menyelidiki semua yang terjadi pada kecelakaan itu. Leo pun sudah mengetahui dalang dari kecelakaan ini, namun memang belum memberitahukannya kepada Leo dan lainnya. Leo akan memberitahukannya kalau keadaan sudah mulai kondusif dan Rafi serta Sandra sudah tenang. Leo dan anak buahnya pun sedang menyusun rencana untuk menyingkirkan hama tersebut.
__ADS_1