SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Akhir dari Tuan Alfonso


__ADS_3

Semua anak buah Alfonso pun maju ke depan Sandra dkk yang sudah bersiap dengan senjatanya masing-masing. Begitupun semua orang berbaju abu-abu dengan lambang huruf "A" itu sudah menaikkan pistolnya dan bersiap untuk menyerang.


Lalu tiba-tiba semua pistol dari orang berbaju abu mengarah ke Sandra dkk membuat Tuan Alfonso dan anak buahnya tertawa kemenangan.


"Hahaha ternyata aku dapat bala bantuan yang sangat banyak hahaha Bersiap-siaplah kalian untuk menyambut rumah baru kalian" ucap Tuan Alfonso dengan tertawa keras.


"Bagaimana ini pa?" tanya Sandro yang lumayan panik melihat ini semua, mau bagaimanapun dia belum terlalu banyak berpengalaman menghadapi musuh sebanyak ini.


"Tenang kak, nggak usah panik. Kita lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini" ucap Sandra sambil tersenyum misterius seakan dia telah mempunyai rencana lain.


1... 2... 3...


Grakkkk....


Semua orang berbaju abu yang membawa pistol seketika membalikkan badannya menghadap ke arah Tuan Alfonso dan anak buahnya.


Glekkk...


Tuan Alfonso dan anak buahnya seketika meneguk salivanya kasar melihat hal itu apalagi sekarang semua orang berbaju abu itu menaikkan pistolnya dan mengarahkannya pada Tuan Alfonso dan anak buahnya.


"Apa mereka anak buah anak kecil itu? Sial... Kalau begini aku bisa mati" batin Tuan Alfonso ketakutan namun menutupinya dengan wajah sombongnya itu.


Prok... Prok... Prok...


Dalam suasana hening dan tegang itu seseorang maju ke depan dan barisan orang berbaju abu yang berada di tengah peperangan antara Tuan Alfonso dan Sandra dkk itu terbelah ke kanan kiri membuat langkah seseorang maju dengan menepuk tangannya keras.


"Bagaimana kejutan yang saya buat Tuan Alfonso?" ucap seseorang itu yang tak lain adalah bos dari orang berbaju abu.


"Meninggikan seakan-akan berada di puncak, lalu di jatuhkan sejatuh-jatuhnya. Bagaimana rasanya?" lanjutnya dengan tersenyum sinis pada Tuan Alfonso.


"Dasar anak kecil, kau memang busuk. Ternyata kau licik juga ya, tak seperti wajahmu yang terlihat polos itu" ucap Tuan Alfonso dengan sedikit kalimat ejekan.


"Hahaha ya memang benar saya licik. Licik dibalas dengan licik, bukankah seperti itu Tuan Alfonso?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah Sandra.


***


Bahkan semua saudara Sandra, Leo, Papa Luis, dan Vito pun tercengang menyaksikan hal ini. Sebelumnya Sandra tidak pernah menceritakan mengenai hal ini, bahkan Leo yang katanya sudah mengetahui semua tentang Sandra juga di buat kaget bahwa yang di datangkan ternyata adalah anggota bayangan mafia milik Sandra yang bernama Grey Shadow.


Sebelumnya Grey Shadow tak pernah muncul atau mungkin bisa di bilang sangat sulit untuk di temui. Mafia milik Sandra bergerak secara tersembunyi dan mafia itu bernama Arv Blood Mafia. Di dalam mafia itu dibagi menjadi dua kelompok Grey Shadow dan Grey Blood. Grey Shadow merupakan anggota paling kuat yang terpilih untuk melindungi Sandra dan keluarganya, mereka akan muncul hanya saat dalam keadaan genting saja. Dan akan muncul dengan memakai baju berwarna abu disertai lambang huruf "A".


Untuk Grey Blood adalah anggota menengah, mereka mempunyai kekuatan hampir sama dengan Grey Shadow hanya saja mereka lebih sering muncul jika ada misi. Untuk Grey Blood mereka sama menggunakan baju warna abu namun lambang mereka adalah sebuah "pedang". Leo mengetahui tentang mafia Sandra yang Grey Blood, untuk yang Grey Shadow ini adalah pertama kalinya.


Mafia Sandra ini juga mafia yang paling diincar oleh pemerintah karena selalu bisa di andalkan dalam membantu mereka. Keberadaan mereka sangat sulit kita temui karena memang jarang mereka semua menunjukkan diri, bahkan identitas anggota mereka saja susah untuk dicari.

__ADS_1


***


"Serang" titah Sandra saat melihat Tuan Alfonso masih melamun mendengar apa yang diucapkan oleh Sandra tadi.


"Sial... Dia tidak bisa diremehkan" gumam Tuan Alfonso setelah tersadar dari lamunannya.


Semua orang disana yang mendengar seruan dari Sandra segera menyadarkan diri dari lamunan dan keterkejutannya.


Anak buah Leo dan Papa Luis juga sudah datang hingga mereka semua bergabung untuk menyerang Tuan Alfonso dan anak buahnya.


*Sring...


Dugh..


Arrgh...


Dugh...


Dugh...


Arrgh...


Dor...


Arrghh...


Dor...


Dor...


Dor*...


Bunyi pistol di tembakkan, belati yang beradu, tendangan dan pukulan yang bergema serta teriakan kesakitan di halaman rumah tua itu seakan menjadi irama merdu di telinga. Beruntungnya di sekitar sana tak ada warga yang tinggal di dekat rumah tua itu.


Semua anak buah Tuan Alfonso sudah tumbang di bantai oleh anak buah Leo, Papa Luis, dan Sandra. Sedangkan Tuan Alfonso sendiri kini tengah tertunduk di hadapan Sandra yang menyanderanya. Ia tadi berhadapan dengan Sandra satu lawan satu. Sandra dan yang lainnya hanya mengalami luka goresan dan pukulan kecil saja, sedangkan Tuan Alfonso? Ia sudah tak berdaya, terlebih usianya juga sudah tak lagi muda.


"Bertaubatlah sebelum kau menemui ajalmu. Minta maaflah pada anak dan istrimu sebelum kau menyesal" ucap Sandra dengan nada dinginnya sambil mencengkram dagu Tuan Alfonso untuk melihat ke arahnya.


"Jangan menasehatiku anak kecil" ucap Tuan Alfonso kekeh tak terima di beri saran oleh Sandra.


"Keras kepala, sudah tinggal menunggu ajal tapi masih belum menyesal juga" ucap Sandra geleng-geleng tak percaya.


"Ini untuk kesalahanmu karena membunuh kedua orangtuaku".

__ADS_1


Bugh...


"Ini untuk perusahaan keluargaku yang hancur".


Bugh...


"Ini untuk penculikan kedua kakakku".


Bugh...


Sandra terus memberikan pukulan bertubi-tubi di dada, perut, dan wajah Tuan Alfonso.


"Giliranku, baby" ucap Leo menghentikan kegiatan Sandra yang memukul wajah Tuan Alfonso. Sandra pun menghela nafasnya pelan dan mundur ke belakang Leo.


Bugh...


"Ini untuk orangtuaku yang kalian ancam".


Srettt...


"Ini untuk kesakitan adikku karena ancamanmu terhadap orangtuaku".


Leo memukul dan menggores wajah Tuan Alfonso dengan sadisnya membuat Tuan Alfonso benar-benar sudah tak berdaya. Ia tidak mampu melawan karena tangan dan kakinya pun tulangnya seperti sudah retak dan patah.


"Giliranku tuan" ucap Vito dari arah belakang Leo.


Leo pun memundurkan langkahnya berkumpul bersama Sandra dan yang lainnya, membiarkan Vito melakukan apapun pada Tuan Alfonso. Dia sudah puas melihat wajah tersiksanya Tuan Alfonso saat ini.


"Ini untuk kesakitan keluargaku yang kau buat".


*Bugh...


Bugh...


Dor*...


"Ini untuk setiap ancaman kau terhadapku dan anak buahku".


*Bugh...


Dor*...


Vito benar-benar kalap kali ini, ia sangat sakit hati atas perbuatan Tuan Alfonso pada keluarganya. Ia bahkan menembak kedua tangan Alfonso dengan pistolnya.

__ADS_1


"Cukup" seru Sandra menghentikan Vito yang saat ini terlihat tak ingin menghentikan apa yang ia perbuat.


Vito yang mendengar hal itu segera menghentikan apa yang di buatnya. Tuan Alfonso sudah terkapar di tanah dengan banyak luka lebam dan darah yang terus mengucur dari tangan dan kakinya.


__ADS_2