
Bugh... Bugh... Bugh...
Sandra mengeluarkan kekuatan penuh melawan anak buah Nuel dengan tangan kosongnya dengan gesit. Bahkan tubuh Sandra tak ada satupun yang terluka walaupun ia melawan 8 sampai 10 orang sekaligus. Tak mau kalah dengan Sandra, Leo juga melawan anak buah Nuel dengan membabi buta walaupun di tangan maupun pipinya ada luka bekas sayatan pisau yang ia dapat dari pihak lawan. Paman Harry pun juga begitu, walaupun ia sudah berumur namun kekuatannya masih bisa diandalkan untuk melawan 4 sampai 5 orang sekaligus.
Berbeda dengan tiga orang tadi, Rizal yang notabenenya sudah berumur banyak mulai kuwalahan menghadapi anak buah Nuel. Bahkan dia hanya melawan 2 orang saja namun pipinya sudah memerah sampai lebam-lebam. Keringatnya mulai bercucuran, perasaannya bercampur antara takut dan panik.
"Tuan Rizal masuklah ke tengah-tengah kami bertiga" seru Sandra saat melihat Rizal sudah benar-benar kelelahan, bahkan wajahnya sudah banyak sayatan pisau dengan darah yang mengalir.
Rizal yang memang sudah kuwalahan segera saja mengikuti perintah Sandra, ia segera masuk ke dalam tengah-tengah tubuh antara Sandra, Paman Harry, dan Leo. Ia kini hanya berdiri ditengah-tengah mereka sembari menetralkan nafasnya yang sudah tersendat-sendat.
Jleb... Jleb... Jleb...
Bunyi suara tusukan segera saja menggema di halaman restorant itu karena tenaga mereka sudah banyak terkuras akibat mengeluarkan keahlian beladiri mereka terlalu banyak. Melihat hal itu, Sandra sudah tak bisa membendung kemarahannya saat melihat Leo dan Paman Harry terkena tusukan di tangan dan bahunya namun mereka masih mencoba untuk melawan. Akhirnya tanpa basa-basi Sandra menembakkan banyak jarum yang keluar dari jam tangan miliknya yang ternyata jarum itu berisi racun mematikan.
"Tutup mata dan hidung kalian" bisik Sandra pada Leo, Paman William, dan Rizal.
Ketiganya langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Sandra tanpa protes sedikitpun. Sandra segera saja menekan sebuah gelang yang ada di tangannya dan keluarlah sebuah asap tebal yang membumbung tinggi mengarah ke anak buah Nuel bahkan Sandra sengaja berjalan pelan memutari dan membelakangi Paman Harry, Leo, dan Rizal agar semua anak buah Nuel terkena asap itu. Asap bukan sembarang asap karena itu adalah sebuah gas beracun yang bisa saja membuat orang yang menghirupnya mati secara langsung.
Semua anak buah Nuel seketika pingsan ditempat karena tak sempat untuk melarikan diri dan melindungi diri. Mereka berpikir bahwa itu hanya asap biasa namun ternyata malah membuat mereka menuju ke neraka Tuhan. Beruntungnya Nuel dan Ema punya refleks yang bagus karena mereka menutup hidung mereka sampai asap yang berterbangan itu hilang.
Melihat bahwa semua anak buahnya tak sadarkan diri, kemarahan Nuel semakin tak terbendung. Ia mengeluarkan pistolnya lalu mengarahkan ke arah Sandra membuat Paman Harry, Leo, dan Rizal yang sudah membuka matanya terkejut namun melihat wajah santai Sandra akhirnya mereka sedikit lega.
__ADS_1
"Minggir dari sini, biarkan aku melawan mereka" bisik Sandra pada ketiganya.
Awalnya mereka ragu karena Nuel membawa pistol namun saat melihat anggukan dari Sandra makanya mereka akhirnya menurut. Mereka bertiga menyingkir ke samping dan membiarkan Sandra melawan Nuel sendiri.
"Kau telah menghabisi anak buahku, maka akan ku balas kalian dengan kematian yang menyakitkan" seru Nuel dengan mata memerah menahan emosi.
Dor... Dor... Dor...
Tembakan dari pistol terus dilayangkan oleh Nuel namun semua tembakan yang mengarah ke Sandra itu meleset begitu saja karena dengan lihainya Sandra mengelak.
"Sial... Dia sepertinya punya nyawa 9 sampai semua tembakan yang ku arahkan bisa meleset begitu saja" gerutu Nuel.
Dor...
"Sandra" seru Leo, Paman Harry, dan Rizal saat melihat Sandra terkena tembakan pistol bahkan tubuhnya meluruh ke tanah namun segera saja ditahan oleh Rizal.
Terlihat raut wajah kemenangan tercetak di wajah Nuel saat melihat Sandra akhirnya tumbang, namun itu semua tak bertahan lama karena tanpa diduga-duga 100 orang berbaju hitam datang mengepung area halaman restorant membentuk sebuah tameng agar tak ada satupun orang yang ada disana bisa keluar dari area itu.
"Ada apa ini? Siapa kalian?" seru Nuel pada 100 orang berbaju hitam yang baru saja datang itu.
Melihat semua anggota miliknya tiba tepat waktu, Sandra pun seketika bangkit dari rengkuhan Rizal kemudian berdiri dengan sedikit tertatih karena harus menahan luka yang berada di punggungnya.
__ADS_1
"Akan aku tunjukkan kekuasaanku yang sebenarnya" seru Sandra dengan mata yang memerah karena emosi.
"MAJU" serunya yang kemudian 100 orang tadi langsung mengeroyok Nuel dengan tangan kosongnya padahal Nuel masih menembakkan pistolnya ke arah orang-orang itu dibantu Ema.
Tetapi entah kekuatan dari mana peluru itu selalu bisa ditangkis oleh orang-orang Sandra entah dengan kaki atau tangan mereka tanpa luka sedikitpun. Melihat hal itu Nuel dan Ema seketika panik karena keadaan mereka kini benar-benar terdesak. Sandra segera saja ikut maju dan langsung memukul Nuel dan Ema secara bergantian hingga wajah mereka tak berbentuk.
Bugh... Bugh... Bugh... Plak... Bugh... Bugh... Bugh...
Sandra memukul mereka secara membabi buta seperti memukul samsak latihannya. Tak ada rasa kasihan pada mata Sandra karena bagaimanapun orang yang ada dihadapannya ini adalah orang jahat yang menghancurkan keluarga papa Luis, orang yang sangat disayangi dan dihormatinya.
"Ini akibat dari kelakuan jahat kalian karena telah merusak kebahagiaan papa Luis dan keluarganya" seru Sandra dengan emosi walaupun ia melihat bahwa lawannya sudah tak berkutik dan tak sadarkan diri.
Setelah mengatakan hal itu, Sandra segera saja berbalik badan dan...
Brukkk...
Sandra ambruk tak sadarkan diri karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga dan darah yang mengalir di punggungnya juga semakin banyak.
"Sandra" seru Leo, Paman Harry, dan Rizal yang menatap khawatir Sandra yang tak sadarkan diri lalu segera mendekat ke arahnya.
"Tuan, segeralah bawa nona Sandra ke rumah sakit. Untuk semua kekacauan ini, kami yang akan membereskannya" ucap salah satu orang yang berbaju hitam dan diangguki oleh Leo.
__ADS_1
Leo, Paman Harry, dan Rizal segera saja membawa Sandra ke rumah sakit, sedangkan orang-orang Sandra membereskan semua kekacauan yang ada di halaman restorant itu. Bahkan semua mayat-mayat itu mereka bawa ke markas sedangkan untuk Ema dan Nuel pastinya karena mereka masih hidup akan dijadikan bulan-bulanan anak buah Sandra yang lain.