SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Hari Baru


__ADS_3

Setelah pembongkaran identitas dan salah satu dalang dari kekacauan perusahaan Tuan Luis, Sandra masuk ke dalam ruangan CEO yang dulunya ditempati oleh papa angkatnya diikuti oleh Leo dan Edward. Dia di bantu Leo dan Edward akan mencobaa memulhkan data-data yang sudah di curi.


Sandra dengan tangan lincahnya menari di atas keyboard laptop yang ada di meja kerjanya. Leo dan Edward pun membuka laptop yang mereka bawa, duduk berdampingan di sofa ruangan kerja Tuan Luis yang sekarang sudah resmi menjadi ruangan kerja Sandra.


Sial...


Gerutuan demi gerutuan mengisi kesunyian dari ruangan yang mereka bertiga tempati. Hanya bunyi ketukan tombol keyboard yang mengisi suara dalam ruangan itu.


"Kak Leo, perketat keamanan gerbang A. Jangan sampai kita lengah di gerbang itu, karena virus dan musuh bisa saja mengecoh di gerbang keamanan yang lemah" titah Sandra pada Leo tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop di depannya.


"Kak Edward, perketat keamanan gerbang C. Aku akan langsung menghancurkan semua virus dan akun yang akan masuk dari segala arah" seru Sandra pada Edward.


"Siap... Jangan lupa awasi juga pergerakan akun yang akan masuk melalui gerbang D" ucap Leo memperingatkan Sandra dan Edward.


"Itu hanya akun pancingan kak, tak usah kau pedulikan terlalu serius. Cukup lihat saja pergerakannya" ucap Sandra membantah apa yang di ucapkan oleh Leo.


Tak... Tak... Tak... Tak...


Bunyi ketukan keyboard kembali membuat suasana ruangan sedikit bersuara. Semua terlihat serius terutama Sandra dan Leo, bahkan terlihat seringaian kejam tercetak di wajahnya saat menekan tombol-tombol keyboard.


"Memang benar-benar pasangan yang luar biasa sempurna gilanya dalam bisnis. Pantas saja Tuan Luis mempercayakan perusahaan ini pada Nona Sandra untuk sementara. Walaupun perempuan, ternyata dia adalah seorang yang tegas dan berwibawa" batin Edward saat melihat seringaian kejam tercetak di bibir kedua pasangan kekasih itu.


"Dalam hitungan ke tiga, lepaskan tangan kalian dari keyboard laptop" titah Sandra pada Leo dan Edward tanpa mengalihkan perhatiaannya dari laptop di depannya.

__ADS_1


Leo dan Edward pun segera berancang-ancang untuk melakukan apa yang di perintahkan Sandra.


"Satu... Dua... Ti... Ga... Lepas" seru Sandra.


Leo dan Edward pun melepaskan ketikan tangannya dari atas keyboard, begitupun Sandra.


Tit... Tit... Tit...


"GAME OVER"


Pertarungan sengit itupun di menangkan oleh pihak Sandra saat melhat di laptop ketiganya adanya tulisan "GAME OVER" dengan gambar semua virus yang dikirimkan oleh akun-akun peretas itu mati. Bukan hanya virus nya saja yang mati, melainkan semua akun penyerang juga mati sehingga dengan secepat kilat Sandra mengambil kembali data-data perusahaan yang mereka ambil.


"Semua data-data perusahaan kita sudah aman di tanganku, aku juga sudah memasang tameng yang kuat agar para peretas itu tak lagi bisa menerobos sistem keamanan perusahaan" ucap Sandra sembari jari tangannya terus sibuk berkutat di atas keyboard.


"Sungguh luar biasa, aku harus mencontoh nona Sandra dalam hal ketangkasan, kecepatan, dan ketepatan dalam bekerjanya" batin Edward menatap Sandra penuh kagum.


"Jangan menatap kekasihku seperti itu atau akan ku congkel mata kau itu" sindir Leo pada Edward yang menatap Sandra dengan mata yang berbinar-binar.


"Eh..." Edward hanya menggaruk belakang kepalanya dengan tangan karena salah tingkah di pergoki Leo.


"Maaf tuan, saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya mengagumi nona Sandra mengenai kecekatannya dalam bekerja" ucap Edward sedikit gugup dan hanya di balas anggukan oleh Leo.


Sedangkan Sandra yang mendengarkan pembicaraan kekasih dan tangan kanan papa Luis pun hanya membiarkannya saja. Ia hanya fokus dengan laptop di depannya, yang entah sedang mengerjakan apa.

__ADS_1


***


Sedangkan di sisi lain, seseorang sedang kesal dan memarahi beberapa orang pekerjanya yang membuat beberapa data penting perusahaanya hilang bahkan akun penting miliknya hancur seketika.


"Bodoh... Saya sudah membayar kalian mahal-mahal tapi akun utama saya hancur seperti ini. Data penting perusahaan saya juga hilang semua. Argghhhhh..." ucapnya dengan mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Cari siapa yang telah mengahancurkan akunku dan siapa yang mengambil data-data penting perusahaan" titahnya pada beberapa orang di sana.


"Maaf tuan, sedari tadi kami sudah mencobanya untuk mencari data akun yang menjadi lawan namun setiap kita pakai akun untuk mencarinya, maka akun itu juga bernasib sama tak bisa di gunakan lagi" ucap salah seorang karyawan di sana dengan takut-takut.


"Sial... Sebenarnya siapa orang yang telah berani mengusikku. Apa jangan-jangan anak buah Luis? Bahkan akun itu juga berhasil mengambil data perusahaan Luis yang kemarin ku curi" gumamnya pelan namun masih bisa terdengar oleh karyawannya.


"Kemungkinan besar adalah orang-orang perusahaan Tuan Luis, tuan. Kalau memang itu akun punya musuh bisnis tuan, dia hanya akan mengambil data penting perusahaan tuan saja bukan malah mengambl data perusahaan Tuan Luis" ucap salah satu karyawannya memperkuat argumen bosnya itu.


"Aku juga pikir seperti itu. Kalau begitu kita harus hati-hati karena bisa saja dia akan menghancurkan perusahaan kita karena telah berani mengambil data perusahaan si Luis" ucap seseorang yang di ketahui adalah bos di sebuah perusahaan.


Beberapa orang karyawan yang ada di sana hanya menganggukkan kepala mengerti. Walaupun tahu kalau langkah mereka salah dengan mengambil data milik perusahaan lain, namun mereka sebagai karyawan tidak bisa melakukan apa-apa.


"Ternyata di dalam perusahaanmu masih tersimpan berlian yang harus ku ambil demi menguasai semua harta peninggalanmu, sepupuku Luis" batin bos perusahaan yang di ketahui adalah sepupu dari Tuan Luis.


Bos perusahaan atau sepupu dari Tuan Luis yang belum diketahui namanya ini memiliki dendam pribadi pada seorang Luis. Berawal dari kesalahpahaman antara kedua orangtua mereka hingga menyebabkan dendam ini menurun kepada anaknya.


Siapakah Dia? Nexttttt.....

__ADS_1


__ADS_2