
Sandra kini tengah berada di halaman belakang mansionnya sendirian, semua saudaranya sudah berada di kamar mereka masing-masing mengingat ini sudah menunjukkan waktu tengah malam. Ia hanya duduk di gazebo halaman belakang mansion dengan di temani coklat hangat dan beberapa cemilan.
Krek... Krek... Krek...
"Suara apaan tuh?" gumam Sandra sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari arah suara.
"Ah... Mungkin hanya suara binatang atau angin" lanjutnya yang kemudian kaget karena dengan tiba-tiba ada yang menutup kedua matanya dari belakang.
"Astaga... Siapa kamu?" ucap Sandra kaget sambil memegang dadanya dengan satu tangannya.
Pertanyaan Sandra tak di jawab oleh si penutup matanya itu, justru orang itu malah menciumi rambut kepala Sandra.
"Jangan macam-macam ya kamu, lepas nggak" risih Sandra saat rambutnya di ciumi oleh orang asing.
Tiba-tiba seseorang itu membuka tangan yang menutup kedua mata Sandra. Sandra pun berbalik dan tampak kaget akan kehadiran orang itu.
"Kak Leo... Kakak ngapain malam-malam begini di mansion aku?" tanya Sandra yang kaget melihat kekasihnya itu ada di mansionnya.
"Emang nggak boleh?" tanya Leo yang kemudian memperbaiki posisi duduknya menjadi di samping Sandra.
"Bukan begitu kak, hanya saja ini udah tengah malam lho" ucap Sandra.
"Ya nggak papa, aku lagi kangen pengen ketemu kekasihku yang cantik dan imut ini" goda Leo pada Sandra membuat Sandra seketika malu-malu kucing. Mungkin jika siang hari akan terlihat bagaimana kedua pipi Sandra yang memerah menahan malu.
"Kok kamu nggak bisa ngenalin aku sih, baby?" tanya Leo mengalihkan pembicaraan karena melihat Sandra yang sudah kepalang gugup dan malu.
"Gimana aku bisa ngenalin kamu kak, orang kamu nutup kedua mataku bahkan kamu juga pakai wangi parfum yang baru" ucap Sandra membuat Leo terkekeh.
__ADS_1
"Tau aja sih kalau kekasihmu yang tampan ini ganti parfum" narsis Leo yang membuat Sandra tertawa.
"Hahaha Kak Leo terlalu percaya diri. Coba orang luar tahu kak Leo seperti ini pasti nggak akan ada yang percaya" ledek Sandra.
"Aku nggak butuh oranglain percaya semua tentangku, cukup kamu aja yang selalu percaya denganku" gombal Leo membuat Sandra benar-benar merasa berbunga-bunga.
"Apaan sih kak Leo, gimbal gombal gambul mulu" kesal Sandra.
"Jadi apa nih tujuan kakak kemari tengah malam begini? Pasti ada sesuatu yang penting kan selain menggombali kekasihmu ini" lanjutnya dengan bertanya maksud dari Leo datang di tengah malam.
"Kamu tahu aja baby" jawab Leo dengan tersenyum misterius membuat Sandra sedikit ngeri dengan ekspresi kekasihnya itu.
"Jadi apa kak?" tanya Sandra.
"Kenapa kamu berubah? Lebih pendiam dan tertutup setelah kejadian di rumah tua waktu itu" tanya Leo menanyakan tujuan ia menemui Sandra.
"Huft... Aku hanya ingin menenangkan hatiku dulu kak. Sejujurnya selama aku menjadi mafia entah itu sebagai pendiri atau anggota di mafia papa, ini adalah pertarungan yang terbesar yang pernah ku alami. Sebelumnya aku tak pernah terjun secara langsung untuk membunuh dengan sadis seperti kemarin. Bagaimanapun aku juga manusia masih punya perasaan simpati kepada orang, makanya saat kemarin aku sadar bahwa aku menyuruh anak buahku membakar dan mengubur Alfonso di dekat tempat pembuangan sampah membuatku sedikit merasa bersalah. Apa yang aku lakukan ini salah kak?" ucap Sandra menceritakan segala keluh kesah di hatinya selama beberapa hari ini.
"Apa aku terlalu kejam membunuh dia dengan cara seperti itu?" tanyanya pada Leo sedangkan Leo hanya diam mendengarkan Sandra yang masih terus bercerita.
"Dengarkan aku baby. Kamu tahukan di dunia bisnis maupun mafia itu kejam. Ini sudah menjadi resiko ketika kamu terjun ke dalamnya. Slogan dalam dunia bisnis dan mafia adalah bertindaklah kejam pada orang yang pantas mendapatkan kekejamanmu. Jika kamu menghukum orang yang sudah jahat padamu itu sudah sewajarnya, namun ingatlah bahwa setelah menghukumnya kamu juga harus bisa mengikhlaskan apa yang sudah terjadi tentang apa yang orang itu perbuat" jelas Leo memberi saran pada Sandra dengan hati-hati.
"Ingat hal ini, kalau kau lemah kau akan mudah di jatuhkan. Berpura-puralah menjadi lemah di hadapan musuhmu agar kamu bisa mengelabuhi musuhmu itu, setelah musuhmu itu menunjukkan taringnya maka kau juga harus menunjukkan taringmu. Jadi jangan pernah merasa bersalah, ini semua sudah berlalu. Sekarang waktunya kamu untuk memperbaiki semua yang sudah terjadi" lanjutnya membuat Sandra menganggukkan kepalanya paham.
"Terimakasih kak atas semua saran dan nasihatnya. Aku bahagia memiki kamu disampingku" ucap Sandra dengan mata yang berkaca-kaca.
Ia begitu terharu atas semua orang yang selalu ada disampingnya ketika ia sisah maupun senang, terutama Leo yang selalu mengingatkannya dan bersabar dengan pola pikirnya yang terkadang masih kekanak-kanakan.
__ADS_1
"Sama-sama baby" jawab Leo yang kemudian memeluk Sandra erat.
"Aku begitu lega sekarang, sudah membagi keluh kesahku selama beberapa hari ini" ucap Sandra dengan tersenyum lega.
"Makanya kalau ada apa-apa itu cerita, jangan di pendam sendiri. Semua orang jadi salah paham lho sama kamu, dikiranya kamu ngejauhin mereka karena mereka ada salah sama kamu" sindir Leo membuat Sandra sedikit tersentil hatinya.
"Iya kak, maaf untuk beberapa hari ini yang terkesan menghindari kalian. Aku hanya ingin menenangkan diriku sebentar saja" elak Sandra membela diri.
"Baiklah karena aku baik hati, aku memaafkanmu. Tapi kalau kamu mengulanginya lagi, siap-siap saja kamu akan dapat hukuman dariku" ucap Leo dengan tegasnya.
"Yaitu aku akan langsung menikahimu saat itu juga" lanjutnya.
"Yeee... itu mah mau nya kak Leo. Emang nikah segampang itu langsung bisa hari itu juga" kesal Sandra dengan godaan dari Leo.
"Buat Leo apa yang tidak bisa aku lakukan?" sombong Leo dengan menepukkan tangannya yang di kepalkan ke dadanya sebelah kiri.
"Sombong... Kayanya bukan kak Leo deh yang ngurusin hal gituan, pasti ada campur tangan anak buah kak Leo kan?" ejek Sandra membuat Leo kicep dan Sandra semakin tertawa lebar.
"Tapi tetep aja kan kalau aku yang mempunyai ide dan memberi perintah" elak Leo tak terima.
"Tetap aja kak Leo nggak ngapa-ngapain tinggal suruh-suruh aja" ledek Sandra.
"Biarinlah... Suka-suka Leo ganteng" narsis Leo membuat Sandra tertawa atas kenarsisan Leo.
"Udah ah, capek aku ketawanya. Udah malem nih lebih baik kita istirahat ke dalam, kak Leo nginap aja di sini. Ini udah terlalu malam buat pulang" ajak Sandra.
"Ini bukan malam lagi, tapi udah dini hari menjelang pagi" ucap Leo.
__ADS_1
"Ah iya... Ayo dah istirahat, besok kita harus kerja pagi" ajak Sandra dan diangguki oleh Leo.