
"Mantan bos lebih tepatnya Nona Sandra" ucap Vito kemudian berjalan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Tuan Alfonso.
"Jadi kau mengkhianatiku Vito? Akan ku hancurkan kau saat ini juga" teriak Tuan Alfonso yang terlihat geram akibat orang kepercayaannya mengkhianatinya.
"Hahaha Bagaimana cara Tuan Alfonso yang terhormat ini mau menghancurkan saya? Apa tuan tidak melihat sekeliling anda yang sudah terkepung? Saya jadi penasaran dengan apa yang akan anda lakukan pada saya" ucap Vito sambil tertawa. Bukan tawa bahagia, namun tawa yang mengandung arti ancaman.
Tuan Alfonso yang mendengar itu pun seketika melihat sekelilingnya dan benar saja, ia dikepung oleh orang-orang kawanan berbaju hitam yang tak lain adalah anak buah Leo dan Papa Luis. Bodohnya dia juga karena tak membawa pengawal lain selain kedua pengawalnya tadi.
"Arrghhh... Sial, gue nggak mau berakhir seperti ini sebelum aku mendapatkan kekuasaanku yang sebenarnya" batin Tuan Alfonso yang memikirkan bagaimana caranya ia kabur dari mereka. Kalau akan melawan pun tak mungkin, ia pasti akan kalah.
"Kenapa tuan kok diam? Sedang merenungkan semua kesalahan yang selama ini anda perbuat iya? Menyesal atas semua kejahatan yang pernah anda lakukan pada orang-orang yang tak bersalah?" tanya Vito yang melihat Tuan Alfonso hanya diam melamun.
"Hahaha Kalian terlalu berharap tinggi padaku. Aku takkan pernah menyesali perbuatanku di masa lalu, apapun yang aku lakukan di masa lalu adalah benar. Seperti yang kalian ketahui, dunia bisnis ini kejam bahkan demi mendapatkan kekuasaan seseorang akan melakukan apapun entah itu dengan cara kotor sekalipun. Siapa yang kuat bertahan menghadapi lawan bisnisnya walaupun dengan cara kotor sekalipun itulah yang akan menang contohnya adalah pecundang seperti orangtua kalian itu lah" ucap Tuan Alfonso dengan tawa kemenangannya.
"Jangan bawa-bawa orangtuaku" seru Sandra.
"Nona Sandra... Nona Sandra... Anda itu hanya anak kecil yang tak tahu apa-apa mengenai dunia bisnis yang kejam ini, yang anda tahu hanya main barbie dan masak-masakan hahaha" ejek Tuan Alfonso sambil tertawa.
Sandra yang mendengar hal itu benar-benar ingin langsung menerjang Tuan Alfonso saat ini juga. Namun rencana itu tinggallah rencana karena Leo yang berada disampingnya langsung memegang erat telapak tangan Sandra agar ia tak terpancing emosinya.
"Jangan terpancing, dia melakukan hal itu agar emosimu meledak dan kamu tak bisa berpikir jernih. Dia bisa menggunakan hal itu untuk mengelabuhi kamu nanti" bisik Leo di telinga Sandra dengan pelan dam diangguki oleh Sandra.
"Maaf" ucap Sandra pelan yang kemudian mencoba menenangkan dirinya.
"Maksud anda apa menyiksa keluarga saya selama ini? Padahal anda sudah berjanji pada saya akan memberikan kehidupan yang layak untuk mereka? Anda dulu juga bilang kalau keluarga saya bukan di sekap melainkan hanya akan pindah rumah agar mendapatkan kehidupan yang layak. Tapi buktinya keluarga saya ditemukan dalam keadaan kurang gizi bahkan banyak luka lebam di tubuhnya" ucap Vito mengalihkan pembicaraan agar Tuan Alfonso berhenti memancing emosi Sandra.
"Hahaha keluarga yang layak ya? Hmm... Gimana ya? Keluarga saya saja tak saya beri nafkah apalagi keluargamu, Vito" ucap Tuan Alfonso menohok. Benar-benar Vito di bodohi oleh Tuan Alfonso, ia bahkan tahu kehidupan keluarga bos nya itu tapi masih saja percaya kalau ia akan bersikap baik pada keluarga oranglain.
"Gimana Vito? Kamu baru menyadari kalau kamu bodoh? Tertipu dengan semua janji saya? Hahaha" lanjutnya dengan tertawa kemenangan melihat Vito tertohok dengan ucapannya.
__ADS_1
"Aku takkan pernah melepaskanmu kali ini tuan. Aku akan membalas segala rasa kesakitan yang di alami keluargaku selama ini. Aku tak terima keluargaku di sakiti dan disiksa seperti itu" ucap Vito dengan langsung menodongkan pistolnya ke arah Tuan Alfonso.
Tuan Alfonso yang melihat hal itu ketakutan namun masih bisa menutupinya dengan cepat mengubah raut wajahnya menjadi biasa saja.
*Dor...
Dor...
Dor*...
Suara tembakan menggema di area rumah tua itu membuat semua yang ada disana kaget. Bukan, itu bukan suara tembakan dari pistol yang di todongkan Vito.
"Apa itu?" ucap Sandra yang kemudian membuat semua orang juga memperhatikan sekitar mereka untuk mencari letak suara tembakan.
*Wushhh....
Wushhh...
*Dor...
Dor...
Dor*...
"Hahaha takkan semudah itu kalian menangkap dan membunuhku. Aku bagaikan punya nyawa 9 asal kalian tahu, takkan mudah di bunuh oleh anak kecil seperti kalian" seru Tuan Alfonso yang sudah berlari ke arah helikopter yang tiba-tiba datang di rumah tua itu. Mendengar hal itu semuanya mencari arah suara Tuan Alfonso.
Tadi saat mereka mencari asal suara tembakan, Tuan Alfonso memanfaatkan hal itu untuk segera berlari kabur. Ia tadi juga diam-diam memberi signal darurat pada anak buahnya agar ia bisa di selamatkan dan benar saja helikopter yang membawa anak buahnya datang di rumah tua itu untuk menyelamatkannya.
"Sialan... Benar-benar rubah licik. Kita kecolongan" seru Willy
__ADS_1
"Kepung dia" titah Leo pada semua anak buahnya.
Semua anak buah Leo dan Papa Luis mengepung helikopter dan Tuan Alfonso. Bahkan tanpa di duga, ada 5 buah helikopter datang tiba-tiba daan melayangkan tembakan seperti tembakan peringatan. Entah itu akan membantu Tuan Alfonso atau membantu pihak Sandra, semua tidak ada yang tahu kecuali satu orang disana yang sedang tersenyum sinis.
*Wushh...
Wushhh...
Wushhh...
Dor...
Dor...
Dor*...
"Dasar bodoh... Aku takkan pernah membiarkan siapapun membunuhku" batin seseorang disana tersenyum sinis saat melihat beberapa helikopter berdatangan. Bahkan yang berada di darat juga bertambah banyak orang dengan baju abu-abunya dan ada lambang huruf "A" di bagian dada sebelah kiri.
"Sial... Siapa mereka?" tanya Leo yang heran karena sebelumnya dia belum pernah melihat orang-orang dengan lambang A di dunia bawah.
"Papa juga tak tahu. Papa sudah memberikan signal darurat pada anak buah Papa agar segera datang untuk membantu kita. Kita kali ini tidak boleh lengah, saling melindungi apapun yang terjadi" ucap Papa Luis dan diangguki semuanya.
Sandra, Leo, Papa Luis, Willy, Sandro, Vito, dan Adit pun segera menyiapkan senjata yang mereka simpan di belakang punggungnya.
"Aku akan membunuhmu Alfonso" seru Willy yang sudah emosi di buatnya.
"Ayo sini... Apa kalian tak lihat anak buahku sangat banyak? Sedangkan kalian? Hahaha" ucap Alfonso sambil tertawa.
"Serang" titah Tuan Alfonso pada anak buahnya.
__ADS_1
Semua anak buah Alfonso pun maju ke depan Sandra dkk yang sudah bersiap dengan senjatanya masing-masing. Begitupun semua orang berbaju abu-abu dengan lambang huruf "A" itu sudah menaikkan pistolnya dan bersiap untuk menyerang.
Lalu tiba-tiba....