SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Part 21


__ADS_3

Setelah dari kampus sang kakak dan kekasihnya, Sandra ingin menghabiskan waktunya hari ini dengan bersantai di sebuah taman kota. Tak lupa dengan bodyguard bayangan yang disiapkan Leo untuk mengawasi dan menjaga Sandra ketika di luar apartemen


"Wah... Banyak banget jajanannya" gumam Sandra pelan sambil melihat di area taman yang banyak sekali penjual makanan


Sandra berjalan ke arah penjual disana dan membeli satu persatu jajanan disana.


"Batagor, telur gulung, siomay, bakwan kawi, cilok, cimol, bakso goreng udah" gumam Sandra meneliti jajanan yang sudah ia beli dengan berjalan mencari tempat duduk


"Oh iya minum belum" gumamnya sambil mencari sekitarnya ada yang jualan minuman atau tidak


Setelah menemukan dan membeli air mineral, akhirnya ia duduk di kursi taman yang kosong dan tepat di bawah pohon.


"Wah boros juga gue buat beli ginian. Nggak papa lah sekali-sekali ya kan, kalau uangnya habis bisa minta kak Leo hahaha" ucap Sandra berbicara sendiri sambil membuka plastik jajanannya


Sandra memakan jajanannya dengan lahap sambil melihat area taman yang dipenuhi beberapa keluarga yang mengajak anaknya bermain dan ada juga yang bersama teman-temannya.


"Ah... Andai mama dan papa masih ada, pasti tiap hari bisa main ke taman sama mereka" ucap Sandra pelan karena mengingat memori-memori indahnya bersama kedua orangtuanya


Sandra pun mengalihkan pandangannya agar tak lagi mengingat hal yang sedih-sedih tentang orangtuanya dan ia melihat segerombolan anak kecil (3 orang) yang melihat ke arahnya sambil mengelus perut kecil mereka masing-masing.


"Pasti mereka lapar" gumam Sandra ketika melihatnya


Sandra berjalan menuju mereka tanpa membawa jajanannya, toh hanya sebentar nggak ada yang bakal ngambil, pikirnya.


"Halo adik adik... Kalian lagi ngapain disini?" tanya Sandra dengan ramah (tak seperti biasanya)


Yang ditanya hanya menundukkan kepalanya sambil mengelus perut kecilnya.


"Kalian lapar?" tanya Sandra sambil mengusap kepala seorang anak kecil perempuan disana dan dibalas anggukan oleh gadis itu


"Ayo kalian ikut kakak" ajak Sandra sambil menggiring ketiganya dari belakang menuju ke kursi taman yang tadi ia duduki


"Ayo duduk, kita makan ini sama-sama. Nanti kalau kurang kita bisa beli lagi" ucap Sandra


"Boleh? Kami takut nanti kita dimarahi kalau ikut makan" ucap anak perempuan itu. Ketiga anak itu 2 laki-laki dan 1 perempuan yang sepertinya mereka adalah seumuran


"Enggak, enggak akan ada yang marahi kalian. Kakak janji, ayo makan" jawab Sandra tanpa menanyakan siapa yang memarahi mereka dan diangguki ketiganya


Mereka pun makan dengan lahap kadang mereka juga saling berebutan membuat Sandra tersenyum geli melihat kelakuan mereka.

__ADS_1


"Aku mau bakso itu ih" ucap si anak perempuan dengan cemberut karena bakso yang tadinya ingin ia makan sudah masuk ke dalam mulut salah satu anak laki-laki disana


"Udah masuk dalam mulutku nih, aaaaa" ucap anak laki-laki itu sambil membuka mulutnya lebar-lebar membuat sang gadis kecil mencebikkan mulutnya kesal


"Hahaha kalian ini lucu sekali, nih kakak masih ada 1 kamu makan punya kakak aja ya" ucap Sandra tertawa dan memberikan bakso punya dia ke arah gadis kecil itu dan diterima dengan senang hati


"Oh iya... Kalian namanya siapa?" tanya Sandra


"Aku Alin kak, itu Damar, dan yang diam aja dari tadi itu namanya Fatah" jawab anak kecil perempuan yang bernama Alin


"Oh... Kenalin aku Sandra, kalian bisa panggil aku kak Sandra" ucap Sandra memperkenalkan diri dan diangguki ketiganya


"Kalian tinggal dimana?" tanya Sandra yang mulai mengorek informasi tentang mereka


"Damar, Fatah gawat kita lupa... Ini udah hampir sore dan kita belum pulang" panik Alin sambil menepuk keningnya pelan tanpa menjawab pertanyaan Sandra


"Iya bisa dimarahi nanti kita kalau pulang. Duh gimana ini" panik Damar


"Udah kita disini aja nggak papa, udah biasa juga kan kita dimarahi" ucap Fatah santai


"Iya sih, tapi nanti kalau kita dipukul gimana? Luka yang kemarin aja belum sembuh hiks" ucap Alin pelan sambil terisak


"Huaaaa Kak Sandra kita takut hiks" ucap Alin sambil menangis histeris sedangkan Damar dan Fatah hanya diam sambil menunduk


"Takut kenapa sayang? Coba jelasin. Fatah, Damar bisa kalian ceritakan ke kakak?" tanya Sandra sambil terus menenangkan Alin yang masih menangis di pelukannya


"Kami tinggal di Pantiasuhan kak. Kami bertiga saudara kembar, orangtua kami menitipkan kami ke Pantiasuhan itu sejak kami usia 3 tahun dan sekarang kami sudah berusia 7 tahun tanpa mereka jemput" ucap Fatah sambil menjeda ceritanya


"Kami selama tinggal di Pantiasuhan selalu dianggap berbeda oleh pengasuh di sana. Kami nggak tau salah kami apa, tapi kami jarang dikasih makanan dan dipukul apabila pulang terlambat serta nggak bawa uang" lanjut Fatah dengan mata yang berkaca-kaca


"Kami kadang jadi pemulung barang bekas lalu kita jual, kadang juga jadi pengamen. Tapi hari ini kita lemas banget karena belum makan dari kemarin jadi kita dari pagi hanya jalan-jalan ditaman ini siapa tahu nemuin makanan" lanjutnya


"Astaga" komentar Sandra sambil sedikit terisak karena mendengar cerita mereka


"Harusnya aku bersyukur mendapat kehidupan seperti ini, nggak boleh mengeluh terus. Walaupun udah nggak ada orangtua, aku masih bisa bertahan dengan hidup cukup" batin Sandra


"Kalian anak-anak yang kuat. Kalian pasti kelak akan jadi orang-orang sukses. Kalian mau nggak ikut kakak aja?" tanya Sandra setelah menahan isak tangisnya


"Ikut kemana kak? Kita nggak mau ngerepotin orang lain" tanya Fatah

__ADS_1


"Ikut ke rumah kakak, tinggal disana" jawab Sandra dengan tersenyum


"Mau... Mau... Alin mau kak. Tapi kakak jangan pukulin Alin ya" pinta Alin dengan nada memohon tapi sudah tak lagi menangis


"Enggak, sayang. Kakak nggak akan mukulin kalian. Kalian mau kan?" tanya Sandra


"Gimana kak Fatah, kak Damar?" tanya Alin minta persetujuan kedua saudaranya


"Iya kita mau" jawab Fatah dan Damar dengan yakin


"Baiklah ayo ikut kakak. Eh tapi kita beli baju dulu kan kalian nggak bawa baju" ucap Sandra dan diangguki ketiganya


Mereka berempat keluar area taman menuju mobil Sandra dan Sandra mengemudikan mobilnya menuju sebuah mall untuk membeli baju anak-anak.


***


Sesampainya di mall, Sandra segera membawa ketiganya masuk menuju toko baju anak-anak.


"Pilihlah yang kalian suka dan sesuai dengan badan kalian. Nggak usah pikirkan tentang uang, oke" ucap Sandra dan diangguki ketiganya


Ketiga anak kecil itu berpencar dengan beberapa pelayan yang akan melayani mereka atas suruhan Sandra, sedangkan Sandra duduk mengawasi mereka. Sandra mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Halo" ucap Sandra


"..."


"Selidiki tentang Pantiasuhan yang ditinggali oleh ke tiga adik angkatku. Aku ingin informasinya malam ini juga sudah ada" perintah Sandra dengan tegas kepada orang diseberang sana


Tut...


"Kalian tunggu saja pembalasanku jika memang terbukti kalian menelantarkan dan memperlakukan anak-anak kecil yang tak berdosa itu dengan tidak baik" batin Sandra sambil mengepalkan tangannya menahan emosi setelah tadi mendengar cerita dari ketiganya saat dimobil


Setelah Sandra menyelesaikan urusannya, Sandra mendekati ketiga anak itu yang masih mencari-cari baju.


"Kak Sandra, aku mau yang ini boleh? Dan boneka itu" pinta Alin dengan sedikit memohon


"Ambillah" ucap Sandra dengan tersenyum tipis


"Yeay... Makasih kak" ucap Alin sambil tersenyum ceria

__ADS_1


Setelah satu jam berbelanja, mereka akhirnya selesai juga. Sandra segera membayar semuanya dan pulang menuju ke rumahnya. Rumah atau apartement Leo ya? hehehe


__ADS_2