SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
LA Company


__ADS_3

Leo dan ayahnya kini tengah berada di mobil untuk menuju ke perusahaan milik Leo. Hari ini adalah hari dimana Leo menyerahkan kepemimpinan perusahaannya ke papa nya namun hanya sementara sampai Leo selesai dengan kuliahnya.


Sebelumnya Papa Leo di berikan sebuah cafe dan restorant milik Leo untuk di kelola dan hasilnya sangatlah memuaskan bahkan omset dari kedua usaha Leo itu melejit tinggi dengan inovasi-inovasi yang di buat oleh ayah Leo itu. Sebenarnya Papa Leo menolak untuk mengelola perusahaan, ia sudah nyaman dengan mengurusi cafe dan restorant yang tak perlu ada meeting dengan client dan pemegang saham. Namun apalah daya, dia juga kasihan dengan Leo yang jarang ada waktu untuk keluarga, kekasih, dan teman-temannya karena terlalu banyak menghabiskan waktu luangnya di perusahaan.


"Kamu yakin nak, perusahaan akan kamu serahkan ke papa untuk sementara? Bukannya ayah menolak, tapi kamu tahu kan kemarin perusahaan ayah aja bisa bangkrut ya walaupun itu bukan sepenuhnya salah ayah" tanya Papa Leo untuk ke sekian kalinya karena ia tak ingin anaknya kelak kecewa jika perusahaan yang sudah di bangunnya menjadi menurun drastis.


"Leo percaya kalau papa pasti tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Kali ini pasti papa akan melakukan hal terbaik untuk kemajuan perusahaan yang telah ku bangun" ucap Leo penuh keyakinan dan papa nya pun hanya menghela nafas pasrah.


Mobil yang mereka kendarai telah sampai di depan perusahaan LA Company. Mobil di parkirkan di tempat parkir khusus untuk CEO perusahaan. Mereka berdua turun dari mobil dan langsung menuju ke sebuah lift khusus yang ada di dekat tempat parkir kendaraan CEO. Lift khusus itu hanya bisa di akses oleh CEO perusahaan itu.


***


"Apa semuanya sudah siap David?" tanya Leo pada salah satu sekretarisnya yang sudah berada di posisinya yaitu duduk di depan ruangan milik CEO.


"Sudah tuan, sudah saya siapkan. Audi juga sudah berada di sana untuk memantau segala persiapannya" jawab David sigap sambil sedikit menundukkan kepalanya saat Leo mendekati dirinya.


"Bagus. Kalau sudah waktunya panggil saya di ruangan CEO" titah Leo pada David.


"Baik tuan" ucap David dengan tegas.


"Siapa itu pria paruh baya yang ada di belakang si bos? Mukanya juga hampir mirip dengan si bos. Ah biarlah... Bukan urusanku juga, lagipula nanti juga pasti akan di umumkan" batin David sambil mengedikkan kedua bahunya acuh.


David dan Audi adalah dua sekretaris kepercayaan LA Company yang sudah bekerja lumayan lama di sana. David sebenarnya akan lebih banyak bekerja di luar daripada di perusahaan jadi akan sangat jarang bisa menemui David di perusahaan. Dan hari ini David dan Audi juga tak di beritahu apapun mengenai pemindahan jabatan atau apa. Mereka berdua hanya di suruh untuk menyiapkan aula karena ada penyambutan dan pengumuman penting.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


"Masuk" ucap seseorang di balik pintu yang di ketuk.


Ceklek...


"Maaf tuan, sudah waktunya" ucap David memberitahu bos nya itu.


"Baiklah. Ayo kita ke aula sekarang" ajak Leo dengan nada santai. Tak seperti biasanya Leo bersikap santai seperti itu ketika di kantor, mungkin karena ia akan melepas jabatannya sementara jadi di terlihat lebih santai.


Leo dan papa nya keluar dari ruangan CEO diikuti oleh David di belakangnya. Mereka berjalan dengan langkah tegas dan berwibawanya sampai mereka sampai di depan pintu aula. Terlihat bahwa semua karyawan telah berkumpul di sana semuanya.


Tak... Tak... Tak...


Bunyi ketukan sepatu dengan karpet lantai di panggung aula mengalihkan semua pandangan karyawan ke arah depan.


"Selamat pagi juga pak" jawab semua karyawan serentak.


"Baiklah saya tak perlu berbasa-basi di sini. Saya akan memindahkan jabatan saya sebagai CEO untuk sementara kepada papa saya karena saya sedang ingin fokus pada kuliah saya" ucap Leo dengan tegas.


Sontak saja pengumuman itu membuat semua orang tak percaya dan kaget. Bisik-bisik di aula semakin tak terkendali sampai sebuah peringatam berseru di aula itu menghentikan bisikan itu.


"Diam dulu" seru Leo dengan nada dinginnya membuat semuanya sontak terdiam.


"Perkenalkan yang ada di samping saya ini adalah Adam Subrata, dia adalah ayah kandung saya. Mulai hari ini, beliau yang akan memimpin perusahaan LA Company sampai saya lulus kuliah nanti" lanjutnya membuat semua orang menganga lebar.


*Bukannya itu yang dulu jadi karyawan baru di sini yaa.

__ADS_1


Eh... Itu kan yang dulu jadi OB disini tapi langsung nggak masuk entah kemana.


Iya itu yang dulu jadi OB sama istrinya kan tapi setelah di aula itu mereka nggak pernah keliatan lagi.


Wah... Berarti dia ayahnya pak Leo dong.


Tapi kalau ayahnya Pak Leo kenapa jadi OB.


Wah... Nyogok nih pasti.


Dari OB ke CEO ya ampun, akan jadi apa perusahaan ini*.


Sontak bisikan-bisikan negatif langsung terlontar saat para karyawan di sana mengenali Papa Adam yang dulunya masuk dalam jajaran karyawan baru sebagai OB. Papa Adam yang mendengar hal itu pun sedikit menundukkan kepalanya, ia merasa bersalah karena membuat anaknya malu di depan karyawan-karyawannya.


"Diam kalian semua" bentak Leo yang sudah jengah mendengarkan pembicaraan negatif mengenai papa nya dan melihat papa nya menunduk seperti itu.


"Kalian itu tak tahu apa-apa mengenai papa saya tapi dengan seenaknya kalian menjudge papa saya seperti itu. Jika memang kalian tak percaya dengan kemampuan papa saya dalam mengelola perusahaan ini, saya tak masalah karena saya tak butuh orang-orang yang punya pikiran negatif sebelum melihat kemampuan dari orang itu. Silahkan ajukan pengunduran diri kalian kalau memang kalian tak setuju dengan apa yang saya lakukan" lanjutnya dengan nada datarnya.


Mendengar hal itu, semua karyawan kicep terdiam tanpa suara. Bagaimana mungkin mereka mengajukan pengunduran diri di saat semua orang menginginkan berada di posisi mereka saat ini. Gaji besar dan fasilitas perusahaan yang tak main-main akan di berikan oleh perusahaan jika karyawan itu bekerja benar dan tuntas serta loyal.


"Silahkan pa, kalau mau menyampaikan sesuatu kepada mereka. Papa tak usah takut untuk memecat mereka apabila papa nggak nyaman di sini akibat ulah mereka" ucap Leo pada papa nya. Para karyawan mulai ketar-ketir dengan ucapan itu, mereka harus mulai menjaga sikap mereka mulai saat ini.


"Baiklah, disini saya takkan bicara panjang lebar. Mungkin kalian belum bisa percaya dengan kemampuan saya, namun saya akan membuktikan kalau saya bisa membuat perusahaan ini jauh lebih baik. Cukuplah kalian bekerja dengan baik dan loyal pada perusahaan, maka saya juga akan menghargai kalian seperti Leo. Mohon kerjasamanya, terimakasih" ucap Papa Adam sambil sedikit menundukkan kepalanya di depan panggung sebagai ucapan terimakasih.


Leo, Papa Adam, David, dan Audi segera keluar dari aula setelah pengumuman itu. Para karyawan juga membubarkan diri setelah para petinggi perusahaan keluar aula.

__ADS_1


__ADS_2