SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Surat Wasiat


__ADS_3

Satu bulan pasca meninggalnya Papa Luis, semua berjalan seperti biasanya. Hanya saja Rafi dan Sandra menjadi pribadi yang lebih pendiam saat ini. Untuk perusahaan papa Luis saat ini di kelola oleh tangan kanan Papa Luis dan Sandra sesuai dengan isi wasiat yang di bacakan oleh pengacara Papa Luis bulan lalu.


"Untuk seluruh aset harta kekayaan berupa perusahaan dan cabangnya, Villa, rumah, dan pulau pribadi yang ada di negara X akan menjadi hak milik dari Tuan Muda Rafi sepenuhnya selaku anak kandung dari Tuan Luis. Namun karena Tuan Muda Rafi masih di bawah 17 tahun, maka untuk sementara perusahaan berikut semua asetnya akan di kelola oleh tangan kanan Tuan Luis di perusahaan dan Nona Sandra. Setelah Tuan Muda Rafi berumur 17 tahun, maka semua keputusan dan aset akan di ambil alih oleh Tuan Muda Rafi" ucap pengacara Papa Luis membacakan surat wasiat yang di beri Papa Luis kepadanya.


"Apa ada yang keberatan? Terutama Tuan Muda Rafi dengan surat wasiat yang saya bacakan" lanjutnya.


"Tidak" jawab Rafi singkat tak berminat.


"Aku percaya dengan kak Sandra jika untuk mengelola semua aset dari Papa" lanjutnya sambil menatap Sandra yang berada di sampingnya.


"Bagaimana dengan Nona Sandra? Apa nona keberatan?" tanya pengacara itu.


"Saya bersedia, karena sebelum papa tiada, beliau sudah memberikan saya kepercayaan untuk mengelola dan menjaga semuanya sampai Rafi kelak bisa memegangnya sendiri" jawab Sandra dengan tegas.


Mendengar jawaban Sandra membuat sang pengacara tersenyum puas, ia merasa lega menyerahkan semua aset pada Sandra. Sang pengacara sudah tahu mengenai seluk beluk Sandra ketika dulu mulai tinggal bersama Tuan Luis, maka dari itu ia percaya bahwa perusahaan tuannya akan semakin besar di tangan orang yang tepat.


"Saya harap anda bisa menjaga amanah yang di berikan Tuan Luis dengan baik, karena kedepannya nanti akan ada banyak orang yang menginginkan semua kekuasaan mendiang Tuan Luis baik dari segi kekayaan hartanya maupun kekuasaannya di dunia bawah. Saya juga berharap anda bisa menjaga Tuan Muda Rafi dengan baik karena ia akan menjadi incaran orang-orang yang menginginkan kekuasaan itu" ucap dan peringat sang pengacara.


"Maksudnya?" heran Sandra.

__ADS_1


"Nanti anda juga akan mengetahuinya seiring berjalannya waktu, nona" ucap sang pengacara dengan penuh teka-teki.


***


Dari pembicaraan sebelum sang pengacara itu pergi, membuat kini Sandra semakin waspada. Bukan tanpa alasan, selama satu bulan ke belakang setelah surat wasiat di sampaikan, Sandra merasa ada seseorang yang sedang mengawasi gerak-geriknya. Bahkan Leo sampai harus ikut turun tangan menjaga Sandra dan Rafi agar tak kecolongan seperti kejadian Papa Luis.


"Kak, apa ada yang tidak setuju ya dengan keputusan Papa memberikan semua aset nya pada Rafi? Orang yang mengincarku dan Rafi musuh papa atau dari keluarga papa yang tak pernah kita ketahui keberadaannya?" tanya Sandra pada Leo sambil menerka-nerka siapa yang di maksud oleh sang pengacara.


"Pasti jika menyangkut kekuasaan siapa yang tak akan tergiur coba, pasti akan ada yang tidak setuju entah itu ada di pihak internal atau luar keluarga. Terlebih papa, aset nya begitu banyak menggiurkan orang. Banyak yang tahu bahwa yang menjadi pewaris tunggal adalah Rafi yang masih di bawah umur, tentu mereka akan meremehkan kemampuan Rafi. Untuk sementara kita harus menjaga Rafi dengan ekstra, terlebih kamu yang kini memegang kekuasaan tertinggi di perusahaan dan mafia milik papa" jelas Leo.


"Pasti kak Leo tahu sesuatu kan? Pasti kak Leo udah tau siapa orang yang di maksud pengacara itu?" curiga Sandra dengan mengacungkan jarinya menunjuk ke arah Leo.


"Selama orang itu belum bertindak, aku hanya akan menjaga dan mengawasi saja. Cukup kalian berdua menjalankan hari-hari seperti biasanya agar dia tak curiga kalau kita sudah mencurigainya" jawab Leo santai.


"Ya, memang benar orang yang sama. Tapi kamu tak perlu cemas, aku takkan pernah kecolongan untuk menjaga kalian. Kejadian papa Luis takkan pernah terulang kembali" ucap Leo tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Ya, aku percaya denganmu kak. Aku juga sudah menyuruh anggota bayangan untuk menjagaku dan Rafi serta keluargaku yang lain. Anggota mafia papa juga masih setia dan mau menjaga Rafi walaupun papa sudah tiada" ucap Sandra dengan tersenyum.


"Jangan terlalu percaya dengan anggota mafia papa, bukan tak mungkin kalau ada pengkhianat di sana terlebih papa sudah tiada. Bisa jadi mereka hanya seorang pengkhianat berkedok anggota setia demi mendapatkan kursi kepemimpinan di dunia bawah" peringat Leo.

__ADS_1


"Iya kak" ucap Sandra menyetujui apa yang di ucapkan Leo untuk tak terlalu percaya pada orang.


***


Sedangkan di sisi lain...


Ada seorang pria paruh baya yang seumuran dengan Papa Luis bersama para saudara dan keluarganya yang lain sedangkan membicarakan hal serius di ruang tamu mansion.


"Bagaimana, yah? Ayah sudah melaksanakan rencana yang sudah kita susun kemarin? Bagaimana perkembangannya?" tanya seorang pria dewasa berumur sekitar 30 tahun.


"ayah baru akan memulai rencana itu minggu depan. Ayah saat ini sedang melihat dan mengamati situasi di sana apakah aman atau tidak kita menjalankan rencana itu" ucap seorang pria paruh baya yang di panggil ayah itu dengan santai.


"Lalu apa ada yang mencurigakan di sana yang bisa menghambat rencana kita?" tanya sang anak.


"Belum ada yang mencurigakan, belum ada pergerakan apapun dari mereka. Penjagaan di sana pun masih seperti biasa" ucap sang ayah.


"Bagus, berarti 99% rencana kita dipastikan akan berhasil" ucap sang anak dengan senyum kemenangan diikuti seluruh anggota keluarga yang lainnya.


"Semoga saja... Aku tak sabar mendapatkan apa yang selama ini aku incar" ucap sang ayah sengan seringaian kejamnya.

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa semuanya...


Maaf aku baru update lagi, ke depannya insyaallah aku bakalan sering update biar cerita ini cepar selesai 🙏


__ADS_2