
Dua orang laki-laki dengan usia paruh baya tengah berjalan di Bandara Internasional di Indonesia dengan di kawal oleh beberapa orang berpakaian formal hitam khas bodyguard di belakangnya. Terlihat aura gelap yang kuat di rasakan oleh beberapa pengunjung Bandara saat rombongan itu berjalan dengan berada di dekat sekitar mereka. Beberapa pengunjung bahkan sampai berdiri bulu kuduknya padahal rombongan itu tak melakukan apa-apa pada mereka.
"Ada apa dengan orang-orang di sini?" tanya seorang laki-laki paruh baya yang memimpin jalan pada orang di sebelahnya. Ia heran dengan orang-orang yang sedari tadi melihat ke arah mereka dengan tatapan curiga dan takut.
"Entah bos, mungkin mereka terpesona dengan ketampanan kita" ucap sang bawahan pada bos nya dengan narsis.
"Cih... Narsis kau. Kalaupun iya mereka terpesona dengan ketampanan kita, tak mungkin ekspresi mereka terlihat sangat ketakutan. Pikir pakai logikamu" tanggap sang bos dengan berdecih.
Tanpa menanggapi decihan sang bos, sang bawahan pun hanya diam sembari mengikuti langkah dari bos nya itu namun tetap saja ia menggerutu di dalam hatinya.
***
Di sebuah ruang kerja mansion Sandra...
"Wow... akhirnya Dia muncul juga tanpa harus kita yang ke sana" pekik Sandra yang tengah fokus menatap laptopnya.
Seseorang yang berada di depannya pun seketika kaget akan pekikan Sandra itu.
"Jangan membuatku kaget, sayang" ucap seseorang yang duduk di depan meja kerja Sandra, yang tak lain adalah Leo.
"Hehehe maaf kak" ucap Sandra kikuk sambil mengusap belakang tengkuknya yang tak gatal.
"Habisnya aku senang karena orang yang kita incar malah mendekat ke arah kandang singa" lanjutnya dengan antusias.
__ADS_1
"Ya karena Dia sudah tak sabar untuk mendapatkan semua yang di inginkan" jawab Leo dengan santai seolah ia telah mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"Dasar serakah... Harta milik anak yatim piatu saja ingin di rampas. Kalau mau duit, kerja dong jangan merampas hak anak yatim piatu" seru Sandra dengan nada yang kesal.
"Namanya manusia, pasti ada sisi tak ada puasnya dengan apa yang sudah di miliki. Maka perbanyaklah bersyukur atas apa yang sudah di berikan oleh Tuhan" ucap Leo dengan bijak.
"Ya benar sekali dengan apa yang kakak katakan. Huh... lalu langkah apa yang akan selanjutnya kita jalankan kak? Bukankah kita harus segera melaksanakan rencana yang kita buat" tanya Sandra meminta pendapat Leo.
"Ya, kita langsung jalankan saja rencana yang telah kita buat. Jangan luoa kamu kabari pada Rafi untuk segera beriap-siap, aku akan mengatur anak buahku" ucap Leo menyarankan.
"Oke kak" jawab Sandra setuju.
Mereka berdua pun melanjutkan kegiatannya masing-masing tanpa ada pembicaraan kembali. Setelah selesai dengan semua pekerjaannya, mereka segera turun dengan Leo segera pamit pulang karena sudah ditunggu oleh orangtuanya. Sandra segera saja mencari seseorang yang sedari tadi ingin ditemuinya. Tiba-tiba saja Sandra datang mendekati Rafi yang tengah duduk bersantai sendirian di ruang keluarga sambil menonton tayangan tv.
"Huft... Kakak membuatku kaget saja. Tanpa menyapa lebih dulu eh tiba-tiba langsung kasih perintah. Bailahk kak. Aku akan selalu mencoba untuk berada di keramaian dan berkumpul bersama saudara yang lain" patuh Rafi.
***
Keesokan harinya...
Semua anggota keluarga Sandra tengah duduk di ruang makan untuk melaksanakan sarapan bersama. Tak ada pembicaraan apapun karena Sandra menginginkan sarapan kali ini dilaksanakan dengan tenang.
"Mulai sekarang, kalian semua ketika akan pulang sekolah jangan ada yang keluar dari area sekolah dulu. Tunggulah satu sama lain dan harus pulang bersamaan. Ini perintah yang wajib dilakukan, tak boleh ada yang membantah" titah Sandra mutlak.
__ADS_1
"Baik" jawab mereka bersamaan, toh mereka tahu kalau semua apa yang diperintahkan Sandra adalah demi kebaikan mereka semua.
Mereka semua keluar dari mansion untuk melaksanakan aktifitasnya masing-masing.
***
"Kau sudah tahu bukan alamat sekolah bocah tengil itu?" tanya seseorang pada bawahannya.
"Sudah bos" jawab sang anak buah.
"Bagus. Ayo kita segera ke sana untuk melancarkan aksi kita. Kita harus berhasil dalam rencana kita kali ini" ucap sang bos dengan nada dingin.
"Iya bos, tapi kita harus hati-hati. Jangan lupakan para pengawal yang menjaga anak itu" peringat sang anak buah.
"Ya" jawab sang bos dengan singkat.
Dua orang laki-laki dewasa paruh baya itu melangkah pergi dengan dikawal oleh orang-orang berbaju hitam. Mobil yang mereka tumpangi membelah kota dengan kecepatan diatas rata-rata menuju sebuah tempat.
"Ini tempatnya tuan. Anak buah kita sudah menyusuri dan mengawasi keadaan sekitar namun tak ada tanda-tanda bahwa tempat ini diawasi oleh oranglain" ucap sang anak buah melaporkan semua informasi tentang tempat yang mereka tuju yaitu sekolah.
"Bagus, suruh anak buah kita untuk berpencar untuk menghindari sesuatu yang tidak kita duga" ucap sang bos dan diangguki anak buahnya.
"Huft... Perasaanku tak enak, apa akan terjadi sesuatu yang buruk ya hari ini" batin sang anak buah bahkan ia berulang kali melihat keadaan sekitar yang tak sesuai dengan informasi-informasi sebelumnya.
__ADS_1
Informasi sebelumnya yang dimaksud adalah orang yang diincarnya dijaga ketat oleh anggota mafia, namun saat ini pada faktanya tak ada penjagaan apapun di tempatnya saat ini. Hal ini membuat sang anak buah benar-benar bingung dengan bagaimana kedaan yang sebenarnya.