SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Fakta Yang Terungkap


__ADS_3

"Aku sudah menghubungi kak Leo, katanya ia dan kak Ayu akan tinggal di apartemen kak Leo malam ini. Lalu apa kita juga harus membicarakan semuanya dengan mereka malam ini, pa?" tanya Sandra pada papa Luis. Tadi ketika hari menjelang sore namun Leo belum juga pulang, Sandra menghubungi Leo untuk menanyakan keadaannya. Ternyata Leo juga memberitahu bahwa ia tak menginap di mansion malam ini melainkan kembali ke apartemennya karena sudah membawa Ayu ikut serta.


"Biarkan saja dulu. Mereka butuh waktu berdua. Besok kita bicarakan kembali dengan mereka" jawab papa Luis dan diangguki setuju oleh Sandra.


***


Keesokan harinya, Leo dan Ayu datang ke mansion Sandra berhubung hari ini hari Minggu semua penghuni mansion libur dari aktivitas mereka. Leo ingin Ayu mengenal orang-orang yang selama ini berada disisinya.


"Selamat pagi" sapa Leo dan Ayu pada semua orang yang ada di ruang keluarga mansion Sandra.


"Pagi" jawab semuanya bersama.


"Ayo sini kak, gabung sama kita" ajak Sandra pada Leo dan Ayu. Leo dan Ayu segera mendekat ke arah mereka.


"Bagaimana nak Ayu tinggal sama Leo? Sepertinya kamu akan sering ditinggal sendiri kalau tinggal sama Leo" ucap Papa Luis.


"Untuk satu hari kemarin belum ditinggal sendiri sih om, kalau besok-besok ya mungkin ditinggal sendiri terus hehe" jawab Ayu dengan santai sambil bercanda. Ia sudah diperingatkan oleh Leo saat di apartement untuk tidak canggung saat berhadapan dengan keluarga kekasihnya itu.


"Hahaha benar, jadi lebih baik kamu tinggal disini saja sama kita. Lagipula ini mansion kamarnya banyak, takut disinggahi setan kalau kelamaan nggak dihuni hahaha. Dan jika disini jangan panggil papa om, panggil papa saja seperti yang lain" saran Papa Luis dengan tertawa renyah. Membuat semua yang mendengar ucapan itu terkekeh, tak biasanya juga Papa Luis mau bercanda seperti ini.


"Aku ikut kak Leo saja dimanapun dia berada. Baik pa" ucap Ayu.

__ADS_1


"Bagaimana Leo?" tanya Papa Luis menanyakan tanggapan atas saran darinya.


"Iya pa, aku setuju. Lagi pula aku akan sering meninggalkan Ayu untuk bekerja. Akan lebih aman jika ia berada disini" jawab Leo dengan santai.


"Kau dengarkan nak apa yang dikatakan kakakmu? Kamu tinggal disini sama kita" ucap Papa Luis dan diangguki antusias oleh Ayu.


"Hore... Kakakku jadi tambah banyak" seru Alin sambil berdiri dengan menggoyang-goyangkan pantatnya diikuti Akbar dan Damar membuat semua yang ada disana tertawa akibat ulah dari bocah-bocah kecil itu.


***


Kini Sandra, Leo, Ayu, Yusuf, Willy, Sandro, dan Papa Luis berada di ruang kerja Sandra. Papa Luis dan Sandra ingin membicarakan hal serius tentang keluarga mereka. Semua duduk di sofa yang berada dalam ruangan itu, untungnya ruang kerja Sandra sangat luas.


"Ada apa papa mengumpulkan kami disini?" tanya Leo penasaran.


"Apa itu pa?" tanya Leo.


"Kalian berdua salah paham tentang kedua orangtua kalian" ucap Papa Luis.


"Maksudnya pa? Setahuku orangtua kami tak pernah peduli pada kami, bahkan untuk sarapan bersama saja hampir tak pernah. Kami selalu diasuh oleh babysitter dan beberapa pengawal yang kadang mereka juga lalai atas tugas mereka" seru Leo tak terima.


Ia mengingat bagaimana dulu ketika kedua orangtuanya sibuk bekerja, mereka berangkat pagi-pafi sekali disaat kedua anaknya masih tidur dan pulang larut malam ketika anaknya sudah tidur. Untuk sarapan bersama saja jarang, bahkan melihat wajah mereka saja itu juga jarang. Babysitter yang kadang memarahi, membentak kami dengan kata-kata kasarnya saat kami susah tidur atau susah makan. Pengawal yang tugasnya menjaga keamanan kami dan rumah, nyatanya mereka hanya santai minum kopi dan merokok tanpa mau tahu bahwa majikannya dibentak oleh babysitter. Itu semua benar-benar membekas di otak kecilnya sampai saat ini.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan kak Leo, pa. Bahkan saat umurku beranjak 8 tahun papa dan mama mengusirku dengan alasan aku nakal dan tidak patuh pada babysitter. Mereka sudah malas untuk mengurus anak nakal sepertiku, katanya aku selalu marah-marah sama mereka, padahal semua itu jelas kebalikannya hiks" cerita Ayu sambil menangis yang kemudian dipeluk oleh Sandra.


"Apa? Kamu diusir saat umur 8 tahun?" kaget Leo yang benar-benar membuat amarah di dada Leo memuncak.


"Nak Leo, tunggu sebentar. Papa ingin menjelaskan sesuatu" cegah Papa Luis ketika melihat Leo yang akan beranjak pergi.


"Menjelaskan apa pa? Bukannya sudah jelas kalau mereka menelantarkan adikku di usianya yang masih sangat kecil? Aku tak bisa menerima ini pa" seru Leo dengan nada meninggi.


"Kak Leo" peringat Sandra saat Leo benar-benar sudah dikuasai emosinya. Leo seketika sadar setelah mendengar seruan dari Sandra.


"Maaf pa, aku benar-benar kalut" sesal Leo dengan menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Tak apa nak. Duduklah kembali" perintah Papa Luis yang langsung dituruti oleh Leo.


"Memang benar orangtua kalian salah dalam melakukan tindakan dengan mencampakkan kalian dengan alasan kerja atau alasan yang lainnya. Tapi orangtua kalian juga tak sepenuhnya salah, ini semua mereka lakukan untuk kebaikan kalian. Bukannya papa membela, hanya saja kita harus menilai semuanya dari dua sisi agar benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucap Papa Luis.


"Kedua orangtua kalian sebenarnya ingin melindungi kalian. Babysitter dan bodyguard yang menjaga kalian itu bukanlah orang-orang orangtua kalian, mereka adalah orang suruhan musuh bisnis keluarga kalian yang memang disuruh untuk memantau aktivitas kesua orangtua kalian. Kedua orangtua kalian terpaksa menerima mereka masuk ke dalam rumah kalian karena mereka berdua diancam akan membunuh kalian berdua. Kedua orangtua kalian yang waktu itu kalut hanya bisa pasrah dan akhirnya memiliki ide untuk menghindarkan kalian dari bahaya. Yaitu dengan tidak peduli dengan kalian sehingga kalian akan kabur dari rumah, namun sayang sekali Ayu waktu itu tak ikut Leo. Sehingga orangtua kalian berpikir untuk mengusir Ayu dengan alasan tak jelas agar bisa menyelamatkan nyawa Ayu" lanjutnya.


"Apa? Bagaimana mungkin pa? Papa nggak bercanda kan?" tanya Leo yang terkejut, begitu pula dengan Ayu.


"Iya, semalam papa mendapatkan informasi itu dari anak buah papa. Kedua orangtua kalian dulu memang kaya, namun perusahaan yang dikelola waktu itu diambang kebangkrutan sehingga ia harus mengganti rugi dengan perusahaan yang mereka ajak kerjasama. Namun ternyata perusahaan rekanan itu memang sudah merencanakan itu semua untuk menekan orangtua kalian agar perusahan keluarga kalian hilang dan tak punya pewaris kedepannya. Itu salahnya orangtua kalian yang tak berusaha untuk mencari bantuan perusahaan lain untuk membantu perusahaannya. Dan akhirnya perusahaan keluarga kalian kini telah hancur, namun orangtua kalian bersyukur karena kalian berdua tak dijadikan sasaran dari kejamnya dunia bisnis" jawabnya.

__ADS_1


"Apa? Jadi perusahaan keluarga kami bangkrut. Siapa yang membuat keluarga kami bangkrut pa?" tanya Leo.


"Dia adalah..."


__ADS_2