SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Selamat Jalan Papa


__ADS_3

Tibalah saatnya hasil dari identifikasi jenazah di beritahukan kepada polisi dan orang-orang disana. Dokter keluar dengan raut muka yang sulit diartikan. Sandra, Leo, dan Rafi saling berpegangan tangan erat untuk menguatkan apabila kemungkinan terburuk itu benar terjadi.


"Silahkan dok" ucap salah satu polisi menginstruksikan untuk segera di bacakan hasilnya.


"Sesuai dengan hasil pemeriksaan, menyatakan bahwa... Korban kecelakaan yang meninggal di dalam mobil tersebut benar adalah orangtua dari tuan Rafi" ucap dokter itu membacakan hasil pemeriksaan dengan tatapan mata bersalah.


Deg...


Sandra, Leo, dan Rafi mematung dengan tubuh yang menegang, bahkan kini pandangan Rafi dan Sandra berubah menjadi kosong.


"Enggak... Enggak... Enggak mungkin papa ninggalin Rafi sendirian" teriak histeris Rafi membuat Sandra dan Leo tersadar dari keterpakuannya.


Leo segera merengkuh tubuh lemah Rafi yang tiba-tiba hampir saja merosot ke lantai. Sedangkan Sandra hanya terdiam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya sembari melihat Rafi yang menangis di pelukan Leo.


"Itu nggak mungkin papa kan kak? Hiks... Hiks... Hiks..." tangis Rafi benar-benar pecah di pelukan Leo.


"Kak Leo... Jawab kak, itu bukan papa kan... Hiks pasti dokter salah kan kak?" lanjutnya berteriak histeris sembari memberontak di pelukan Leo.

__ADS_1


Leo hanya diam sembari terus memeluk erat tubuh Rafi yang histeris dan memberontak dengan mengelus punggung Rafi. Leo pun tak bisa berkata-kata dengan kenyataan yang mereka terima. Bagaimanapun juga Papa Luis adalah orang yang menerimanya sebagai anak sebelum bertemu dengan ayahnya.


"Rafi, dengarkan kak Sandra" ucap Sandra setelah lama berdiam, kemudian mendekat ke arah Rafi.


Disana hanya tinggal Rafi, Sandra, Leo, dan dua orang anak buah Leo yang berjaga untuk melindungi tuannya yang mungkin sedang tak fokus dengan keadaan sekitar. Sedangkan polisi, dokter, perawat, dan anak buah Leo lainnya sudah di beri kode oleh Leo untuk mengurus pemakaman Papa Luis yang akan dimakamkan di samping makam istrinya.


"Ikhlaskan papa ya dek. Kakak tahu pasti ini sangat berat buat kamu apalagi beliau adalah papa kandung Rafi, sakitnya pasti sangat sakit melebihi apa yang kakak dan lainnya rasakan. Tapi kamu masih ada kami, saudara kamu yang akan selalu melindungi, menjaga, merawat, dan mendampingi kamu dalam suka maupun duka. Kami takkan pernah meninggalkanmu sendiri" ucap Sandra dengan suara parau nya mendekap tubuh Rafi yang juga ikut menangis dalam dekapan tubuh Leo.


"Walaupun papa udah nggak ada di dunia nyata ini, tapi papa masih ada disini" lanjutnya sambil menepuk pelan ke arah dada Rafi.


"Hiks... Iya kak, jangan pernah tinggalin Rafi ya kak Leo, kak Sandra hiks" ucap Rafi dengan terbata-bata dan hanya dibalas anggukan saja oleh Leo dan Sandra.


"Ayo kita urus pemakaman papa, kasihan kalau papa terlalu lama di makamkannya" ucap Leo setelah Sandra dan Rafi sudah terlihat tenang dan hanya terdengar isakan saja.


Rafi dan Sandra mengangguk mengiyakan, anak buah Leo pun mengikuti ketiganya untuk langsung ke pemakaman. Semua saudara Sandra yang ada di Indonesia sudah diberitahu oleh anak buah Leo, tetapi mereka hanya akan menyaksikan prosesi pemakaman melalui tayangan eksklusif saja karena waktu yang takkan mencukupi jika mereka datang langsung kesana.


Bahkan dunia bisnis dan dunia bawah gempar dengan kabar kematian sang raja bisnis dan raja dunia hitam itu. Awalnya mereka tak percaya akan kejadian kecelakaan yang sampai menewaskan seorang Luis itu, namun karena beberapa anak buah Leo juga sudah mengkonfirmasi melalui salah satu orang kepercayaan papa nya maka mereka sekarang percaya akan kabar itu.

__ADS_1


***


Kini semua rekan bisnis dari perusahaan dan dunia bawah tumpah ruah di tempat pemakaman papa Luis. Tempat pemakaman ini di khususkan bagi kalangan konglomerat karena biayanya yang sangat fantastis jika di makamkan disini. Bahkan karangan bunga masih terus berdatangan dan hampir memenuhi tempat khusus yang disediakan bagi mereka yang ingin mengirimkan ucapan bela sungkawa.


Rafi, Leo, dan Sandra pun sudah berada disana menunggu peti dari jenazah Papa Luis datang. Prosesi pemakaman ini di siarkan langsung oleh beberapa media di luar negeri mengingat bagaimana sepak terjang dari Papa Luis sebagai pebisnis handal dan pengusaha sukses.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya iring-iringan mobil pengantar jenazah memasuki area pemakaman. Peti jenazah di turunkan dari mobil ambulance membuat suasana pemakaman seketika riuh. Banyaknya media dan wartawan yang datang meliput membuat suasana sedikit ricuh, namun karena banyaknya pebisnis terkenal yang hadir maka banyak juga bodyguard yang menjaga di area pemakaman itu sehingga hanya media tertentu yang bisa mendekat.


Peti jenazah segera diturunkan ke liang lahat setelah do'a dibacakan oleh pemimpin agama setempat. Seketika tangis para anak buah Luis yang hadir pun pecah, bagaimanapun juga Papa Luis lah yang membuat mereka merasakan indahnya keluarga dan hidup berkecukupan.


"Papa... Hiks... Hiks..." Tangis Rafi dan Sandra seketika pecah ketika peti sudah di turunkan di liang lahat.


"Enggak... Enggak... Papa masih ada, papa nggak mungkin ninggalin Rafi sendirian di sini" ucap Rafi sambil menggelengkan kepalanya masih tak percaya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Petugas pemakaman segera menyelesaikan penguburan jenazah dengan menimbunnya dengan tanah tanpa menghiraukan tangisan pilu orang-orang disana. Tangis Rafi benar-benar pecah, bahkan ia sampai terduduk di pinggir liang lahat papa nya dengan meraung-raung. Semua yang ada di sana menatap iba sosok anak remaja yang belum genap 15 tahun itu yang kini sudah resmi menjadi anak yatim piatu. Akhirnya Erick yang juga merupakan anak angkat dari papa Luis memeluk erat Rafi karena Leo sedang memeluk erat Sandra yang tak kalah histerisnya.


"Papa kenapa ninggalin Rafi sendiri di sini. Papa udah nggak sayang lagi sama Rafi hiks" ucap Rafi pilu memandang gundukan tanah basah di depannya.

__ADS_1


"Rafi, masih ada kakak. Kakak akan menjaga kamu melebihi nyawa kakak sendiri, kita di besarkan oleh orang yang sama walaupun kita tak punya ikatan darah. Tapi aku sudah menganggapmu sebagai adikku. Begitu pula Sandra dan Leo, mereka akan selalu di sampingmu" ucap Erick memberi ketenangan pada Rafi sambil memeluknya dari samping.


Erick sangat terpukul akan kabar meninggalnya Papa Luis. Bagaimanapun juga beliau orang yang sangat berjasa dalam kehidupannya hingga ia bisa sukses dan memiliki kehidupan seperti ini. Tapi dia hanya menunjukkan dengan sikap tenangnya walaupun hatinya sangat hancur. Ia tak ingin Rafi melihat bagaimana hancurnya dia saat ini, yang nantinya akan membuat Rafi semakin down karena tak ada yang menguatkannya.


__ADS_2