
Mobil yang dinaiki Ibu Mia dan Pak Adam melaju membelah keramaian kota melewati gedung-gedung tinggi, hingga akhirnya mobil itu masuk ke area perumahan mewah khusus pemilik-pemilik perusahaan ternama.
"Pak, kita jemput Leo dan Ayu di rumah kekasihnya Leo dulu?" tanya Ibu Mia. Ibu Mia dan Pak Adam mengira bahwa mereka langsung ke rumah Leo, mengingat Leo adalah pemilik perusahaan besar. Mereka belum mengetahui tentang siapa Sandra sehingga saat memasuki perumahan mewah itu yang hanya dipikirannya adalah arah ke rumah Leo.
"Iya nyonya, tuan. Kekasih tuan Leo tinggal di perumahan ini" jawab anak buah Leo yang merangkap jadi sopir itu.
"Apa kekasih Leo juga pengusaha pak? Bukannya perumahan ini hanya bisa di tempati oleh pemilik perusahaan besar?" tanya Ibu Mia penasaran.
"Kalau itu saya kurang tahu, nyonya" jawab anak buah Leo dan hanya diangguki pelan oleh Ibu Mia.
"Pa, apa kekasih Leo juga punya perusahaan besar? Kalau iya mama takut kalau ia tak menerima kita lho" gusar Ibu Mia, namun Pak Adam hanya diam tanpa menanggapi.
"Atau ini rumah eh mansion adalah punya Leo tapi di tempati kekasihnya? Tapi kenapa Leo yang pindah rumah lain kalau ini rumahnya?" gumam Ibu Mia pelan namun masih bisa di dengar oleh Pak Adam.
"Jangan berpikiran negatif dulu ma, nanti kita bisa lihat karakter dari kekasih Leo setelah melihatnya secara langsung" nasihat Pak Adam dan diangguki oleh Ibu Mia.
"Tuan dan nyonya tenang saja, nona Sandra adalah orang yang baik. Bahkan mansion tempat tinggalnya bukan hanya di huni oleh orang yang berasal dari keluarganya saja tapi nona Sandra banyak mengangkat anak-anak dari panti dan kurang mampu untuk dijadikan saudara. Bahkan dengan kami para pelayan atau pengawal saja ia selalu menanyakan kabar jika bertemu dan ketika kami sakit semua keperluan kami ditanggung beliau tanpa minta dikembalikan" jelas anak buah Leo tiba-tiba.
"Wah benarkah? Sungguh mulia hati anak itu. Emm... Tadi siapa namanya, Sandra ya. Nama yang cantik, semoga wajah dan hatinya juga cantik" ucap Ibu Mia menanggapi penjelasan anak buah Leo.
Tak berapa lama akhirnya mobil mereka telah sampai di depan sebuah gerbang mansion mewah yang berbeda dari mansion yang lainnya. Gerbang terbuka sendiri dengan menggunakan sebuah remote yang di pegang oleh anak buah Leo.
"Wah mansionnya besar sekali... Kenapa mansion ini berbeda dari mansion-mansion lain yang ada di perumahan ini ya?" tanya Ibu Mia pada dirinya sendiri. Ia benar-benar kagum dengan kemewahan mansion yang baru pertama kali ia lihat. Dulunya walaupun ia dan suaminya merupakan salah satu pengusaha sukses, namun untuk membeli hunian di perumahan ini mereka belum mampu.
"Karena ini mansion di design khusus oleh nona Sandra sendiri" jawab anak buah Leo yang memang sudah mengetahui seluk beluk tentang pembangunan mansion ini, tentu dari beberapa pengawal yang sudah lama ikut dengan Sandra yang bercerita.
"Wah... Hebatnya calon menantu kita, pa" antusias Ibu Mia saat mendengar penuturan anak buah Leo.
"Iya ma, semoga dia bisa menerima kita dengan baik ya ma" harap Pak Adam dan diangguki antusias oleh Ibu Mia.
"Silahkan nyonya, tuan. Kita sudah sampai" ucap anak buah Leo yang sudah membukakan pintu kepada kedua orangtua Leo dan Ayu.
__ADS_1
"Terimakasih" ucap Ibu Mia dan Pak Adam bersamaan dan diangguki oleh anak buah Leo yang kemudian berlalu pergi dengan mobil tadi. Koper dan tas yang dibawa Ibu Mia dan Pak Adam masih di dalam mobil itu dikarenakan mereka nanti juga akan menggunakan mobil itu kembali saat ke rumah Leo.
Ibu Mia dan Pak Adam mengamati sekitar tanpa menyadari ada beberapa orang yang tengah memperhatikan mereka.
"Selamat datang Ma, Pa" seru Leo namun masih dengat raut wajah datarnya walaupun dalam hatinya ia sangat bahagia atas kedatangan kedua orangtuanya.
"Leo" seru balik Ibu Mia dan Pak Adam yang mendengar seruan itu dan berbalik badan ternyata ada sang anak yang sudah menyambutnya di depan pintu utama mansion tanpa ia sadari.
Ibu Mia dan Pak Adam segera menghambur ke pelukan Leo dengan erat dan Leo pun membalasnya tak kalah erat.
"Apa papa dan mama tak merindukan Ayu?" tanya seorang gadis yang berada disamping Leo sedari tadi, yang tak lain adalah Ayu.
Ibu Mia dan Pak Adam yang mendengar hal itu segera melepaskan pelukan Leo, kemudian berhambur ke arah Ayu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf nak... Maaf hiks telah mengusir dan menelantarkan kamu hiks" ucap Ibu Mia dengan menangis sesenggukan di pelukan Ayu.
"Maafin papa juga nak hiks" ucap Pak Adam sambil terus menggumamkan kata maaf di pelukan Ayu.
"Ayo masuk ke dalam, nggak enak nangis-nangis di depan pintu. Nangis-nangis dan maaf-maafannya dilanjutkan nanti di rumah saja" ajak Leo merusak moment ketiga orang yang baru bertemu itu.
"Ish... Kakak mah ganggu aja" gerutu Ayu dengan wajah cemberut.
"Benar kata kakakmu nak, nggak enak. Ini kan bukan rumah kita masa mau mewek-mewek disini. Ayo kita ke dalam dan pamit pada pemiliknya" saran Pak Adam dan diangguki Ayu pasrah.
"Iya deh... Tau nggak ma, pa, ini rumah kekasihnya kak Leo lho... Kak Leo yang dulunya pendiem ternyata ada yang mau juga, apa mungkin Sandra dipaksa ya sama kak Leo" sindir Ayu pada kakaknya yang berjalan di belakang Ayu, Ibu Mia, dan Pak Adam.
"Hahaha Ada-ada aja kamu ini. Anak papa kan ganteng jadi pasti ada banyak yang suka dong" bangga Pak Adam pada putranya itu.
"Alhamdulillah akhirnya kakak kamu ada yang mau juga sama dia" goda Ibu Mia namun Leo sedari tadi hanya diam tak menanggapi sindiran atau godaan dari keluarganya itu.
"Papa mah terlalu PD, kak Leo mana ada ganteng. Muka datar, senyum tipis doang itupun jarang, terus irit bicara lagi, pemaksa pula. Itu yang bener" gerutu Ayu pada sikap kakak laki-lakinya itu.
__ADS_1
Hahahaha
Ibu Mia dan Pak Adam hanya tertawa mendengar gerutuan Ayu, sedangkan Leo hanya tersenyum tipis. Ia hanya berharap bahwa kebahagiaan ini takkan pernah berakhir.
"Tante dan om sudah sampai?" sambut Sandra dengan senyumannya yang datang bersamaan dengan Papa Luis.
"Eh... Ini kekasihnya kak Leo ma, pa. Namanya Sandra dan yang ini papa Luis" ucap Ayu memperkenalkan.
"Iya nak. Kami orangtua Leo dan Ayu, kenalkan saya Mia dan ini Adam" ucap Ibu Mia dengab tersenyum. Mereka kini sudah duduk di ruang tamu mansion itu.
"Terimakasih ya nak Sandra sudah mengijinkan Leo dan Ayu tinggal disini" ucap Ibu Mia sambil tersenyum tulus.
"Ah iya, tak masalah tante. Lagipula kalau ada Ayu rumah ini jadi ramai" jawab Sandra dan diangguki oleh Ibu Mia.
"Sandra, Papa... Kami mau langsung pamit ke rumah, lain kali kami akan berkunjung kemari" pamit Leo. Ia terburu-buru karena mendapatkan informasi bahwa kakek dan neneknya sudah sampai di rumah Leo.
"Ah baiklah. Jangan lupa ya nanti sering-sering main kesini" ucap Papa Luis mengetahui gerak-gerik Leo yang sedang terburu-buru.
Ibu Mia, Pak Adam, Ayu, dan Leo segera undur diri dari mansion dengan membawa beberapa koper berisi baju Leo dan Ayu.
"Aku pamit ya baby. Aku akan sering kesini. Kalau aku nggak ada disini jangan jadi sering begadang, ingat peraturan yang aku buat" peringat Leo pada Sandra saat Sandra dan Papa Luis mengantar keluarga Leo keluar mansion.
"Iya kak" ucap Sandra sambil tersenyum tipis.
"Ayo kak... Jangan pacaran terus dong, kasian papa Luis itu jadi kambing congek" goda Ayu membuat papa Luis melototkan matanya ke arah Ayu.
"Hahaha bercanda papaku tersayang" ucap Ayu sambil tertawa.
"Kami pamit semua, salam untuk semuanya" pamit Leo dan diangguki oleh Sandra dan Papa Luis.
Leo segera masuk mobil yang sudah diisi oleh sopir dan keluarga lainnya. Mobil itu melaju keluar mansion dengan Ayu yang melambaikan tangannya.
__ADS_1
...^^^Kita santai dulu... Setelah ini akan masuk ke konflik puncak...^^^...