SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA
Arv Blood Mafia


__ADS_3

Pagi ini suasana di mansion Sandra sudah sedikit lebih mencair dibandingkan kemarin-kemarin. Semua sudah tak terlalu canggung ketika harus berkumpul bersama. Setelah sarapan bersama, pagi itu mereka segera melakukan aktivitasnya masing-masing kecuali Sandra, Leo, Papa Luis, dan Willy.


Mereka berempat berkumpul di ruang keluarga untuk membahas beberapa permasalahan beberapa hari belakangan ini.


"Kak Willy nggak kuliah?" tanya Sandra memulai pembicaraan.


"Enggak dek, hari ini kakak nggak ada kelas" jawab Willy santai.


"Apa ada yang ingin kamu jelaskan Sandra?" tanya Papa Luis angkat bicara, ia tak ingin lagi basa basi agar permasalahan yang terjadi selesai.


"Baiklah, sebelumnya maafkan aku pa, kak, dan Leo. Selama ini aku menyimpan sebuah rahasia yang mungkin kalian semua belum mengetahuinya kecuali kak Leo yang sudah tahu walaupun hanya sebagian saja" ucap Sandra memulai menjelaskan semuanya.


"Aku punya organisasi mafia sendiri selain menjadi anggota mafia papa" lanjutnya membuat Papa Luis dan Willy terkejut, terlebih Willy yang tak tahu menahu mengenai rahasia Sandra yang masuk mafia.


"Sandra, kenapa kamu nggak menceritakan rahasia ini kepada kakak? Bukannya kakak nggak setuju kamu masuk ke dalam dunia mafia, hanya saja jika kakak tahu kalau kamu masuk mafia jelas kakak akan lebih berusaha keras agar bisa menjaga kamu dari musuh-musuhmu" ucap Willy yang merasa bersalah dan seakan menyalahkan dirinya sendiri.


"Kakak jangan menyalahkan diri kakak sendiri. Kakak nggak salah, ini memang semua kemauan Sandra. Sandra nggak mau melibatkan kakak di mafia Sandra karena aku nggak mau kehilangan lagi orang-orang yang Sandra sayangi. Kakak tahu kan kalau mama dan papa meninggal juga akibat dari anggota mafia, Sandra hanya ingin menjaga kalian bahkan aku rela kehilangan nyawaku sendiri demi saudaraku" jelas Sandra dengan mata berkaca-kaca menatap kakaknya, Willy.

__ADS_1


"Harusnya ini tugas kakak untuk menjaga kamu, kakak merasa nggak becus jagain kamu kalau kamu menyimpan semuanya sendiri, dek. Kakak mohon jika memang kamu sayang sama kakak, libatkan kakak dalam segala hal. Dalam senang maupun susahmu, kakak mohon" ucap Willy memohon dengan duduk berlutut di depan Sandra.


Sandra yang melihat hal itu seketika terkejut, ia membangunkan kakaknya namun Willy tetap kekeh untuk melakukan hal itu. Ia mengucapkan kata-kata permohonan yang begitu menyayat hati, membuat Sandra merasa bersalah membuat kakaknya sendiri seperti itu.


"Maaf... maaf... Maafin Sandra kak hiks Sandra hanya ingin saudara-saudara Sandra bisa hidup dengan tenang tanpa ada bayang-bayang bahaya musuh hiks" ucap Sandra dengan menangis sambil memegang tangan Willy erat.


"Iya kakak tahu, tapi kalau kamu kaya gitu sama aja kamu melukai harga diri kakak. Kakak ini kakak kamu, harusnya kakak yang melindungi adiknya, apalagi kamu perempuan. Jadi ayo kita selesaikan semuanya bersama, jangan pernah melakukan segala sesuatu sendirian. Bukannya lebih baik kita menyelesaikan bersama agar jauh lebih mudah?" ucap Willy dengan tangan yang menghapus air mata Sandra yang mengalir di pipinya.


"Iya kak, aku janji akan selalu cerita apapun segala masalah yang ku hadapi sama kakak" ucap Sandra tegas membuat Willy tersenyum tulus dan memeluk adiknya itu erat.


***


"Arv Blood Mafia. Mafia yang terkenal akan kelicikan dan kecerdikannya dalam bersembunyi. Mafia Sandra di bagi dua kelompok Grey Shadow dan Grey Blood. Untuk kelompok Grey Blood mereka anggota aktif yang sampai sekarang masih melakukan misinya namun jarang ada orang yang mengetahui kalau mereka mafia karena setiap melakukan misi mereka akan mengelabuhi orang-orang dengan penampilannya seperti orang biasa. Untuk kelompok Grey Shadow mereka adalah kelompok terkuat di mafia Sandra. Mereka hanya melakukan misi ketika misi tersebut sangat berbahaya dan kelompok ini juga yang selama ini membantu mafia papa dan Leo untuk menjaga orang-orang yang berada di dekat Sandra. Mereka juga nggak akan muncul kalau bukan Sandra yang memerintahkan. Ciri utama kelompok ini adalah memakai baju kaos abu dengan lambang huruf "A"" jelas Sandra panjang lebar.


"Aku sudah mengetahu tentang mafia Sandra, pa. Hanya saja aku belum mendapatkan informasi lengkap terutama Grey Shadow. Karena informasi mengenai semua identitas mafia Sandra aku belum bisa mendapatkannya. Entah pakai sistem keamanan apa yang di buat oleh Sandra hingga aku yang bergelut dalam bidang teknologi belum bisa menjangkaunya" ucap Leo membuat Papa Luis dan Willy kaget tak percaya.


"Kamu pakai sistem keamanan apa Sandra? Hingga bisa menyembunyikan identitas anggota mafia mu?" tanya Papa Luis.

__ADS_1


"Platinum System. Itu nama sistem yang ku gunakan pa, itu hanya sebuah aplikasi yang ku buat iseng-iseng dulu, namun hanya dengan keisengan itu syukurnya malah jadi berguna saat ini" ucap Sandra santai.


Apa? Iseng-iseng? Iseng saja efeknya seperti itu, apalagi kalau di buat dengan serius. Papa Luis, Leo, dan Willy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak menyangka ternyata selama ini Sandra menyembunyikan kegeniusan, kelicikan, dan kekuatannya di balik kelemahan dia. Selama ini Sandra terlihat tak seperti seorang CEO terkenal di hadapan keluarganya, tetapi malah terlihat seperti anak remaja biasa yang masih membutuhkan masukan atau dorongan ketika akan melakukan sesuatu.


"Bolehlah kala perusahaan dan mafia papa pakai sistem keamanan yang kamu buat" ucap Papa Luis yang sudah mulai santai berbicara dengan maksud memanfaatkan kegeniusan anaknya itu.


"Sistem keamanan perusahaan papa kan juga udah bagus, bahkan itu buatan papa sendiri kenapa harus pakai sama kaya Sandra?" tanya Sandra heran.


"Perusahaan papa kemarin pakai sistem keamanan yang papa buat, eh tau-taunya bocor juga data-datanya. Ya, walaupun dikit yang bocor karena segera di tangani tapi tetap saja papa mengalami kerugian" gerutu Papa Luis mengingat kejadian perusahaannya yang di bobol oleh rival bisnisnya.


"Siapa yang melakukan hal itu pa?" tanya Sandra.


"Rival bisnis papa, biasalah hama kecil yang sudah papa bereskan" ucap Papa Luis dan diangguki oleh Sandra.


"Baiklah, hari ini Sandra akan memasang sistem keamanan yang Sandra punya untuk mengamankan semua data penting perusahaan dan mafia papa" ucap Sandra menyetujui dan di sambut senyum sumringah oleh Papa Luis.


"Syukurlah... Setidaknya besok perusahaan dan mafia yang akan ku wariskan padamu dan Rafi aman sampai waktunya tiba" ucap Papa Luis lega.

__ADS_1


"Apa? Enggak ada ya waris-wariskan ke aku. Selamanya itu perusahaan dan mafia akan jadi milik papa dan Rafi, Sandra hanya akan membantu saja" protes Sandra.


"Tapi..."


__ADS_2