
Kanara Sakher
Seorang wanita cantik dan menarik berusia 25 tahun, terlahir dari keluarga terpandang dan juga di segani namun tidak membuat Kanara menjadi sombong atau angkuh, dia tetap menjadi wanita yang anggun dan ramah serta tidak segan membantu siapa saja.
Kanara lebih memilih menjadi seorang pegawai negeri sipil dibandingkan menjadi penerus perusahaan keluarganya, karena baginya lebih baik kakanya Lionel Sakher yang mengelolanya sebagai anak laki laki dalam keluarga.
Berkat kepintaran yang Nara milikilah sehingga dia bisa mencapai cita citanya menjadi PNS dan di tempatkan di salah satu Sekolah ternama di kotanya.
Dia suka hidup mandiri dan tinggal sendiri di Apartement yang dulu di berikan orang tuanya saat ulang tahunnya yang ke 23 tahun dan semenjak itulah dia memutuskan untuk tinggal sendiri.
Kanara memiliki seorang kekasih yang bernama Reyhan Lukman, seorang yang berasal dari keluarga sederhana dan sangat jauh berbeda dengan keadaan keluarga Sakher.
Tapi walau begitu tidak membuat Kanara merasa malu, dia bahkan selalu membanggakan kekasihnya didepan publik karena baginya cinta tidak memandang status sosial.
Uang mungkin bisa di cari tapi cinta dan ketulusan yang di berikan Reyhan serta kesetiaan padanya tidak bisa di cari di orang lain.
Reyhan Leondra
Seorang pemuda berusia 28 tahun, berasal dari keluarga sederhana dan sudah menjalin kasih dengan Kanara Sakher selama lima tahun.
Dia juga sangat mencintai Kanara dan selalu berusaha menjadi sumber kebahagiaan, senyum dan alasan Kanara memutuskan untuk meninggalkan rumahnya yang penuh kenangan untuk mempertahankannya serta alasan Kanara terlukan nantinya.
Rajhes Fernandese
Sorang pria tampan namun sangat dingin bahkan tak tersentuh oleh siapapum terutama makhluk yang namanya wanita kecuali Ibu dan mendiang adiknya.
Memiliki perusahaan dan menjadi pengusaha sukses di usianya yang masih 29 tahun, dia jatuh cinta pada Kanara Sakher saat pertama melihat wanita itu, atau ini bisa di katakan jatuh cinta pada pandangan pertama.
.
Flashback Tiga tahun yang lalu....
Kanara masih berusia 22 tahun dan saat ini rumahnya sedang menampung banyak orang yang tak lain adalah teman kuliah Nara, Kolega bisnis ayah dan kakanya, teman sosialita Ibunya san salah satu lagi yang menjadi tamu undangan itu adalah Reyhan Lukman kekasih Nara.
Ucapan selamat ulang tahun doa terbaik terus terlantun dari setiap yang datang disana, tentu saja binar kebahagiaan terpancar dari wajah wanita cantik itu karena semua orang orang yang dia sayangi hadir dan turut memebrikan doa terbaik untuknya, terlebih lagi kedatangan sang kekasih hati yang meruapakan tamu spesialnya.
__ADS_1
Namun siapa yang menyangka di hari kebahagiaanya ternyata terselip berita yang membuatnya sangat terpukul dan menjadi alasan dia pergi meninggalkan kediaman yang penuh kenangan bahagia.
"Tidak Ayah! aku tidak mau menikah dengannya!" tolak Nara
"Apa yang membuatmu menolah Mahes Nara? dia pria yang baik dan juga sudah memiliki kehidupan yang mapan, yang pastinya akan menjamin kehidupanmu nanti!"
"Aku sudah memiliki kelasih Yah, dan aku sangat mencintai kekasihku!" lirih Nara.
"Tapi dia tidak sepadan dengan kita Nara!" bentak Ayah "masa depan apa yang kamu harapkan darinya" lanjutnya.
Saat ini mereka sudah berada di kediaman Sakher, setelah acara ulang tahun yang di adakan dia hotel keluarga, kini sudah berada di ruang keluarga untuk membahas lamaran keluarga Mahes Veer untuk putri mereka Kanara Sakher.
"Kenapa Ayah selalu mengukur kebahagiaan dengan harta?" lirih Nara.
Semua yang ada disana terdiam mendengar perkataan Nara, Ibu dan Kakaknya Lionel tidak tau harus menjawab apa karena tidak tau penyelesaian seperti apa.
Nara menggeleng mendengar pengakuan Ayahya yang menurutnya sangat naif, bagaimana bisa Ayahnya berpikir jika dia akan bahagia jika kehidupan tingah lakunya terpenuhi.
Apa Ayahnya pikir dia gadis yang suka berfoya foya dan menghamburkan uang seperti gadis gadis kaya lainya.
"Aku tidak pernah menyangka Ayahku yang terkenal dengan logikanya dan pandangannya yang luas bisa senaif ini dalam mengukur kebahagiaan" ucap Nara dengan mata yang mulai berkaca kaca.
"Nara, dengarkan ayahmu nak" bujuk Ibu yanh ikut bicara.
"Tidak Bu! aku tidak akan mau, aku sudah memiliki kekasih dan aky tidak akan mau menikah dengan siapa pun selain dengan Reyhan!" tegas Nra.
"Kanara Sakher..!" bentak Ayah.
Nara tau kalau saat ini Ayahnya sangat marah, terbukti sari cara namanya di panggil dan intonasi suaranya yang tidak lagi melembut.
"Aku tetap tidak mau Ayah!"
Kanara tetap bersikeras pada pilihannya, walau bagaimana pun kemarahan ayahnya tapi tetap tidak akan membuat dirinya mengubah keputusannya.
"Baiklah, Ayah beri kau pilihan! pergi dari sini dan jangan kembali sebelum pilihanmu memantaskan dirinya bersanding dengan keluarga kita atau menerima lamaran Mahes".
Ya, akhirnya ayah memberi dirinya pilih, karena dia tau kalau tidak mungkin dia memaksakan kehendaknya pada putri kesayangannya ini.
__ADS_1
"Aku akan tetap pada pilihanku, aku akan kembali kika Reyhan sudah bisa memantaskan dirinya" jawab Nara tegas
Semua tercengang mendengar jawaban Nara, mereka tidak menyangka jika putri satu satunya dalam keluarga iti akan memilih pergi dari rumah yang penuh cinta di berikan untuknya hanya untuk mempertahankan pemuda yang sederhana itu.
"Jika kau tidak menyesal, maka laukan saja!" ucap Ayah yang langsung pergi meninggalkan ruang keluarag.
"Ayah...!"
Ibu berteriak histeris mendengar keputusan dari suaminya yang tidak berusaha mencegah putri mereka pergi dari sana.
"Biarkan dia pergi Bu, biarkan dia tau seperti apa pilihannya" ucap Ayah.
"Ayah jangan seperti ini...!" teriak Naina Ibunya Nara, "Nara sayang jangan seperti ini! kita bicara baik baik lagi ya sayang" bujuk Naina yanh kini beralih pada Nara putrinya.
Nara tetap diam, tapi pandanganya nanar menatap Ayahnya dan dalam sekejap saja air matanya jatuh membasahi pipinya.
Tanpa bicara Nara pergi meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya untuk mengemasi barang barangnya yang akan dia pergi menuju Apartemenya yang baru saja di berikan kakaknya untuk hadiah ulang tahunnya.
Kanara terus bergerak mengepak pakaiannya hingga pintu kamarnya terbuka dan itu adalah Lionel kakanya.
"Nara" paggil Lionel lembut "kau tidak mau memikirkan lagi keputusanmu?"
"Maaf kak, tapi ini sudah keputusanku! dan tolong jangan membujukku kaka karena itu tidak akan berhasil"
"Tidak! kakak tidak akan membujukmu, kaka hanya berharap kamu tidak akan pernah menyesalinya nanti".
"Aku tidak akan pernah menyesalinya kak, walau apapun hasil dari keputusanku ini" jawab Nara yakin.
Nara kembali mengepak pakaiannya dan Lionel memili duduk di sofa kamar Nara untuk melihat adiknya yang sedang berkemas.
"Aku pergi kak, tolong jaga Ayah sama Ibu" pamit Nara.
"Hati hati dan terus beri kabar pada kakakmu ini"
"Tentu, aku akan sering menguhubungi kakak" jawab Nara dengan senyum getir yang tidak dapat di sembunyikan lagi.
Sebelum pergi terlebih dahulu Nara melihat Ibunya tidak behenti menangir, ingin sekali dia memeluk ibunya, tapi dia takut tidak akan bisa melawan keinginan hantinya dan pada akhirbya dia akan lemah dan cintanya akan kalah.
"Maafkan Nara Bu, maafkan anakmu yang durhaka ini, tapi aku tidak punya pilihan lain Ibu, hanya ini yang bisa aku lakukan dan berharap ini adalah pilihan yang tepat dan semoga saja Ayah nanti mau menerima kelak cintaku yang pada Reyhan"
Nara membatin dan mulai melangkah kakinya pergi meninggalkan rumahnya yang penuh dengan kehangatan dan kasih sayang.
Saat Ini Nara sudah tiba di apartemem yang baru saja dia dapatkan, dan kini sedang beres beres memasukan pakaiannya di dalan lemari yang terdapat di dalam kamar yang dia tempati kini.
Setelah selesai, Nara merebahkan dirinya diatas ranjang, mengehela napasnya panjang, dia kemabli teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu dimana itu adalah alasanya pernah meninggalkan kediaman yang penuh kehangatan itu.
Sebenarnya di sangat sedih dengan apa yang dka lakukan tapi dia tidak menyesalinya karena menurutnya itu sudah terbaik untuk hidupnya dan pilihannya tidak akan pernah salah tanpa tau apa yang akan terjadi kedepannya.
Bersambung...
Hai readers setia author..
Novela baru, jangan lupa di baca, dan favoritkan agar tetap tau kapan up.
__ADS_1
Kalau udah siap baca, jangan lupakan loh tinggalkan jempol di kolom like, dan gift dan vote juga sangat author harapkan...🙏🙏