STORY OF NARA

STORY OF NARA
Part 5


__ADS_3

"Terimakasih untuk kepala sekolah dan rekan rekan guru yang sudah menerima baik saya di tempat ini, mohon kerja samanya rekan rekan semua agar saya bisa menyesuaikan diri dan bekerja sesuai standar sekolah disini" ucap Nara pada akhir acara perkenalan mereka.


"Baik karena sudah sah menjadi bagian dari kita maka saya beritahu bahwa kita disini memiliki nama sendiri, gaya sendiri dan lainnya lagi, sebagainya contoh salah satunya adalah panggilan murid untuk kita bahkan kita juga harus menggukan panggilan itu! disini jika gurunya sudah menikah maka wajib menyematkan 'Mam dan Mr' sedangkan bagi yang belum menikah biasanya 'Ms' dan untuk pria yang belum menikah tetap panggilannya 'Mr' juga. bisa di pahami?" ucap Dilon panjang lebar.


"Bisa Mr" ucap Nara dengan anggukan kepala.


"Baiklah Ms. Nara selamat bertugas" ucap Dilon kemudian pergi meninggalkan ruang guru.


"Ms. Nara duduk disini" ucap salah seorang gadi manis yang juga masih lajang, namanya adalah Vivi.


Vivi adalah salah seorang wanita cantik, berasal dari keluarga sederhana dan dia bisa masuk di sekolah berstandar Terkenal itu karena kepintarannya dan kriterianya yang sesuai dengan persyaratan sekolah.


Nara mengikuti dan duduk tepat di samping Vivi sesuai permintaan gadis itu "kau sangat cantik Ms. Nara" ucap Vivi.


"Kau juga cantik" jawab Nara dengan senyum lembutnya.


"Oh ya, kau mau berteman denganku?" tanya Vivi.


"Tentu saja, mulai sekarang kita teman" jawab Nara.


"Berarti Ms Ms Ms itu tidak berlaku bukan untjk kita? aku sangat muak jika harus bicara dengan mamanggil 'Ms', rasanya membosankan" kelih Vivi.


"Baiklah aku rasa itu bukan ide yang buruk" jawab Nara.


"Ms. Nara! Mr Dilon ingin berbicara" seru seseorang salah satu dari guru disana.


"Baiklah, Vivi aku harus menemui Kasek dulu" ucap Nara dan bergegas pergi.


"Permisi Mr, anda memanggilku?" tanya Nara setelah tiba di depan pintu ruangan Dilon.


"Oh, silahkan duduk Ms. Nara" ucap Dilon.


"Ada apa Mr? kenapa memanggilku kemari?"


"Sayan ingin mengajukan pertanyaan, disini ada dua lokal yang membutuhaka wali kelas TK san SD, Ms mau mengajar dimana?" tanya Dilon.


"Saya ingin di TK saya Mr, saya lebih suka disan karena bisa mengajari anak usia dini" ucap Nara.


"Baiklah, silahkan masuk ke kelas dan mulailah bekerja" ucap Dilon memandang lekat ke arah Nara.


Nara yang melihat tatapan Dilob merasa risih, bukan tidak tau, dia sangat tau bagaiaman tatapan pemuda yang memuja dirinya dan itu membuat dirinya tidak nyaman.

__ADS_1


"Baiklah Mr, saya langsung ke sana saja" ucap Nara yang tidak ingin berlama lama berada dalam satu ruangan dengan Dilon.


"Mari saya antaram ke sana" ucap DIlon dan langsung berdiri tanpa menunggu jawaban dari Nara.


Dengan terpaksa Nara pun mengikuti langkah Dilon, mau bagimana lagi menghindar pun percuma.


"Ini ruanganya Ms Nara" ucap Dilon.


"Baiklah terimaksih" ucao Nara dan langsung melesat masuk tanpa menunggu jawaban Dilon.


"Benar benar cantik" batin Dilon


Nara segera masuk dan melihat ada begitu banyak anak anak sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing masing, dan saat melihat Nara semuanya langsung mengehentikan kegiatan mereka dan fokus melihat Nara di depan.


"Hallo anak anak manis" sapa Nara dengan senyum manis yang tidak pernah luntur.


"Haiiii Msss...!" jawab mereka serempak.


Nara tersenyum bahagia mendapati dirinya di respon baik oleh muridnya, walau mereka masih anak anak, tapi etika sudah tertanam baik di dalam diri mereka, hal itu sungguh membuat Nara senang karena tidak sia sia jika disini dan menurutnya tidak lah salah jika sekola ini susah Go Internasional karena etika ini salah satu contoh yang tertanam dalam diri murid.


Nara mulai melakukan aksinya, untuk mendekati dan mengajari anak anak, langkah awal Nara adalah melakukan pendekatan agar dia bisa memahami setiap sikap dan karekater anak sehingga bisa mengimbangi diri dengan mereka.


Waktu cepa sekali berlalu dan kini waktunya sekolah berkahir dan Nara juga segera kembali ke apartemenya, rasanya pengalaman pertamanya cukup mengesankan bagi dirinya karena murid yang diajarkan tidak membuat dirinya susah.


Matanya terasa berat dan berniat untuk menutupnya, namun baru saja terlelap bunyi ponsel miliknya membuat dirinya tidak jadi tidur.


"Hallo Reyhan sayang" sapa Nara.


"Hai Nara Sayang, bagaimana harimu? menyenangkah kah?" tanya Reyhan dari belahan dunia lain.


"Menyenangkan tapi melelahkan juga, tapi lebih banyak menyenangkannya" ucap Nara dengan senyum bahagianya.


"Bagus, aku bahagia jika kamu bahagia sayang" ucap Reyhan sunguh sungguh.


"Bagimana kabarmu Rey?"


"Aku baik sayang, hanya saja batinku tersiksa" jawab Reyhan lesu.


Walau wajahnya tidak terlihat tapi melalui suara Nara bisa paham jika kekasihnya itu memang sedang ada masalah, tapi perihal masalah apa Nara belum tau.


"Kamu kenapa sayang? katakan padaku, mana tau aku bisa bantu sayang" ucap Nara dengan seuara yang sangat lembut di pendengaran Reyhan.

__ADS_1


Reyhan tersenyum bahagia bisa memiliki kekasih seperti Nara, perhatian, lemah lembut dan kesetiaanya tidak perlu di ragukan lagi.


"I love you sayang, aku sangat merindukanmu" ucap Reyhan yang mengundang senyum manis Nara.


"Love you more Reyhan sayang, aku juga merindukanmu tapi kita harus bisa bertahan untuk tujuan kita, tujuan agar bisa bersama" jawab Nara dengan lembut.


"Iya aku mengerti dan itu alasannya aku masih bertahan, jika tidak mungkin aku sudah kembali sekarang juga" jawab Reyhan disertai dengan kekehannya.


"Yasudah, nanti lagi kita sambung aku harus memasak untuk makan setelah itu beberes apartement" ucap Nara yang di angguki oleh Reyhan


Panggilan terputus dan nara merebahkan kembali tubuhnya dan tak lama dirinya tertidur, mungkin karena terlalu lelah dengan pekerjaan barunya.


***


Sementara di belahan dunia setelah selesau dengan kekasih hatinya, Reyhan duduk termenung di taman kampus.


Dia memikirkan bagimana hidupnya ke depan, apakah tekatnya bisa dia raih dan bisa menikahi kekasihnya atau tidak, ingin sekali dia menyerah tapi dorongan kuat untuk bertahan pun semakin mengambil alih kesadarannya.


Berulang kali menghela napasnya dengan berat, jujur saja rasa rindu sudah menggerogoti syarafnya tidak dapat lagi membentung rindu yang kian menyiksanya.


Tapi kembali lagi dia berfikir jika dia tidak bertahan maka masa depan dan harapan mereka yang menjadi taruhannya, dan dia tidak menginginkan hak itu, dua sangat mencintai Nara dan tidak mau kehilangan gadisnya.


"Hai" sapa seseorang.


"Cleora" ucap Reyhan.


"Ya, ini aku senior" jawab Cleora dengan senyum manisnya.


Cleoran Abraham, adalah seorang mahasiswa tingakat bawah, atau bisa dikatakan masuswa yang barus saja bergelud di dunia kemahasiswaan besamaan dengaj Reyhan yang masuk ke jenjang Magisternya.


Cleora sydah jatuh hati pada pandangan pertama pada Reyhan tanpa penduli perbedaan usia yang terpaut lima tahun, yang terpenting baginya adalah dia harus bisa menarik perhatian pujaan hatinya.


"Ada apa?" tanya Reyhan dengan wajah datarnya.


"Ck, kenapa senior selalu bersikap dingin padaku" decak Cleora.


"Aku tidak ada urusan denganmu, lebih baik kau pergi saja!" usir Reyhan.


"Tidak mau! aku ingin duduk berdampingan dengan pujaan hatiku" jawab Cleora dengan senyum manisnya.


Reyhan menatap tajam pada Cleora, dia tidak suka dengan sikap gadis di depannya ini dan dia sama sekali tidak tertarik "dengarkan aku! aku tidak tertarik denganmu dan aku sudah memiliki kekasih yang jauh lebih dari segalanya darimu!" ucap Reyhan penuh penekanan dan berlalu meninggalkan Cleora yang menatap sendu dirinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2