
Hari ini adalah hari pernikahan Lionel Saker yang membuat semua orang tampak sibuk tidak terkecuali dengan Nara yang sibuk menata diri agar terlihat cantik di pesta kakanya, setelah selesai dengan dirinya lekaslah ia ke kamar Lionel untuk melihat persiapan kakak tampannya.
Ceklek
"Kakak sudah siap?" tanya Nara denga menyembulkan kepalanya terlebih dahulu.
Lionel menoleh, melihat adiknya yang terlihat cantik dengan dress brokat yang sama dengan ibunya. Nara tampak cantik dan memukau membuat Lionel yang notabeneknya adalah seorang kakak mampu terhipnotis oleh Nara.
"Astaga siapa yang jadi calon pengantinya?" celutuk Lionel dengan gokilnya.
"Tentu saja kak Martha, memangnya siapa lagi?" tanya Nara dengan merotasikan bola matanya.
"Tapi kenapa kamu sangat cantik?"
"Loh kakak tidak suka?" tanya Nara dengan kening yang mengerut.
"Nanti perhatian tamu akan terbagi dari calon istri kakak marena bidadari kecil kaka sudaj menjelma jadi gadis cantik" jawab Lionel membuat Nara tersenyum manis.
"Kakak tenang saja calon pengantin tetap jadi raja dan ratu hari ini" jawab Nara.
"Tentu saja itu harus, mana mungkin pengantin tidak jadi pusat perhatian" katq Lionel berbangga.
"Sudahlah ayo kita berangkat kak" ajak Nara.
"Baiklab ayo"
Mereka keluar menuji ruang keluarga, disana sudah ada Anan dan Naina menunggu dengan stelan yang sudah rapi dan siap berangkat me gereja tempa pemberkatan akan di lakukan.
Anan dan Naina berjalan lebih dulu dengam bergandengan mesra, sedangkan Lionel menggandeng Nara sebagai pasanganya saat ini, mereka berjalan beriringan menuju mobil dan membawa mereka ke tempa janji suci akan di ikrarkan Lionel dan Martha.
Sepanjang jalan Nara tau jika kakanya gugup oleh karena itu Nara terus mengajak kakaknya untuk bicara bahkan bergurau untuk menghilangkam rasa gugup kakanya dan benar saja Lionel sedikit mulai relax dan terlihat lwbih santai.
Sampai di sana sudah ada sebagian tamu yang datang menghadiri acara pemberkatan sedangkan Nara langsung menemani kakaknya menuju altar pernikahan memeprsiapakan diri menyambut kehadiran calon mempelai wanita.
Tak berselan lama acara pun di gelar, mempelai wanita sudah memasuki aula dan ikrae janji suci pun berlangsung dengan hikmat dingga malam harinya resepsi pernikahan kembali di gelar dan tamu undangan yang berdatangan sangat banyak memenuhi aula hotel yang terbesar milik keluarga Saker.
Dari pintu masuk Rajesh datang dengan penuh wibawa, dia salah satu tamu yang bisa di pastikan masuk dalam list tamu VIP keluarg Saker, terlihat jelas dari perlakuan para pelayan melayani Rajesh dengan sangat mulia dan hati hati menghindari kesalaha sekecil apa pun itu.
"Tuan Muda, apa kita akan langsung menemui Tuan Saker dan keluarga?" bisik Leo.
"Tentu saja, sebagai tamu dan calom menantu yang baik harus menunjukan kesan yang baik" jawab Rajesh.
"Baiklah Tuan Muda" pasrah Leo.
"Tuan RF..." seru Anan yang melihat tamu kehormatannya sudah tiba.
"Selamat malam tuan Saker" sapa Rajesh dengan sopan.
"Selamat malam Tuan RF, sebentar saya panggilkan putra saya dulu" ucap Anan dan bergegas pergi dan tak lama kemudian kembaki dengan membawa Lionel dan istrinya mendekat pada Rajesh.
"Selamat malam Tuan RF" sapa Lionel.
__ADS_1
"Selamat malam Tuan Lionel, selamat untuk pernikahanmu" ucap Rajesh.
"Ohh terimakasih Tuan Muda"
"Maaf Tuan saya hanya bisa memberi tiker bulan madu sebagai hadiah pernikahan kalian" ucap Rajesh kemudian menyodorkan dua lembar tiker VIP yang lengkap mulai dari penerbangan, tempat menginap dan akomodasi transportasi.
"Oh Tuan Muda kenapa harus repot, anda menghadiri pernikahanku saja itu sudah sangat istimewa bagi ku dan merupakan sebuah kehormatan bagiku" jawab Lionel.
"Benar Tuan, anda datang sudah sangat luar biasa bagi kami" timpal Anan.
"Tidak masalah, saya hanya tidak ingin datang dengan tangan kosong" jawab Rajesh beralasan.
"Baiklah saya terima hadiahnya"
"Oh ya bukankah keturunan Saker ada dua orang?" tanya Rajesh pura pura bertanya.
Leo yang mendengar bosnya berpura pura hanya bisa menggeleng, dia tau jika tuannya kini akan melancarkan aksinya mengambil hati keluarganya lebih dulu dan setelah bisa di dapatkan maka nanti fokusnya barulah pada Nara, dan setelah dengan Nara ia akan arahkan pada Radith agar bisa mengenal Nara sebel mereka menikah pikir Rajesh dan memanh itulah list planning yang sudah di susun dengan rapi oleh Rajesh.
"Oh anda benar tuan, satu lagi putri saya. Sebentar biar saya panggilkan dulu" ucap Anan yang henda pergi tapi di cegat oleh Naina.
"Biar Ibu saya yang panggilakn putri kita" ucap Naina yang di anggukan Anan.
Naina berlalu dan tak lama kemudan kembaki dengan Nara yang sama sekali tidak tau jika sat ini akan di pertemukan dengan pria yang ingin di hindarinya, sepanjang langkahnya hanya gelisah dan deg deg an yang dirasakan Nara.
"Tuan ini putriku Kanara Saker" ucap Anan.
Nara tidak menatap sama sekali, dia hanya menunduk karena sebenarnya merasa tidak suka jika harus ikut acara apa lagi jika bertemu dengan rekan rekan bisnis ayah dan kakaknya.
Deg
Benar saja tebakan Nara, suara itu adalah milik pria yang sangat ingin di hindarinya tapi tak di sangka jika sekarang malah bertemu sebagai tamu undangan dan lagi apa itu, masih bertanya tentang Nara sebagai anak dari Anan Saker yang sudah jelas di ketahui sebelumnya.
Tubuh Nara membeku sangat terasa susah untuk bergerak bahkan lidahnya kerasa keluh sangkin tidak menyangkanya jika akan bertemu lagi dengan Rajesh dalam keadaan seperti ini.
"Benar Tuan dia adalah putri ku Kanara Saker"
"Nara kenalkan namamu" bisik Anan.
Nara menatap ayahnya sebelum akhirnya menatap Rajesh yang sudah mengulurkan tangannya untuk di sambut jabatannya, dan terpaksa mau tak mau Nara pun menyambut uluran itu.
"Rajesh Fernandese"
"Kanara Saker"
"Hahah lucu sejali melihat wajah kesal bercampur bingungnya itu, benar benar menggemaskan" batin Rajesh tertawa senang.
"Apa coba maksudnya berkenalan lagi? pura pura tidak mengenalku padahal sudah sering ke apartementku untku makan" kesal Nara dalam hati.
"Ayah aku pergi dulu, temanku sudah datang" ucap Nara berpamitan.
Melihat sebentar ke arah Rajesh berharap pada pria itu untuk mencegah dirinya pulang tapi nayatanya tidak, Rajesh malah asyik mengobrol dengan kakaknya Lionel bahkan sama sekali tidak melirik dirinya barang sedikitpun membuat Nara menggerutu tak jelas.
__ADS_1
Bagaimana dengan Rajesh, sebenarnya dia ingin sekali tertawa tapi berusaha untuk tidak pecah tawa itu di hadapan orang lain, marena itu bisa merusak wibawa yang selama ini di pertahankan.
"Semakin menggemaskan bila kesal" batin Rajesh dengan senyum dan jerit yang hanya tersalurkan dalam hatinya.
"Tuan benar benar berhasil menjalankan rencananya" batin Leo.
Sedangkan Nara pergi dengan kaki yang di hentakan walau tidak terlalu terlihat tapi mata elang Rajesh bisa melihat walau hanya lirikan sepintas saja.
Tidak hentinya Rajesh mencuri pandang dengan Kanara, sedangnkaan Kanara sendiri bersikap acuh tidak mau peduli sengan tami istimewa keluarganya.
Lionel menyadari tatapan Rajesh, hanya saja tidak begitu berani untuk menegur merasa tidak enak jika nanti tebakannya salah dan itu malah menyinggung tamu mereka.
Tapi Lionel sadar akan kecurigaan Lionel terhadap Tuan Mudanya, merasa sudah mulai ketahuan akhirnya Leo memberanikan diri untuk mengingatkan Tuan Mudanya agar segera melancarkan aksinya.
"Tuan Muda sepertinya Tuna Muda Lionel tau jika anda terus mencuri pandang pada nona Nara" bisik Leo.
Rajesh tersadar dari tindakannya, terlalu fokus hingga tidak sadar jika masih ada keluarga Nara di dekatnya dan ternyata kakak gadisbya jauh lebih peka mungkin karena usia mereka sama dan mereka sama sama lelaki.
"Emm Tuan Saker, Tuan Lionel dan Nyonya bisakah saya berbicara tapi tidak disini"
"Boleh mari kita ke ruang VIP Tuan Muda" kata Anan mempersilahkan tamunya.
Kaluarga Saker, Rajesh beserta asistennya menuju ruangan yang sudah di sediakan, masing masing bertanya tanya ada apa tiba tiba Tuan Muda arogant ini berbicara tapi mereka hanya mampu bertanya dalam hati dan menunggu saja selanjutnya seperti apa.
Di aula hotel tampan Nara sedang berbincang dengan Vivi sahabatnya sambialn mengisi perut dan menemani Martha untuk menyambut tamu karena Keluarga Saker yang sedang di tawan oleh Rajesh dan lagi saat ini sudah segment bebas jadi tidak akan merepotkan pengantin wanita.
Dari pintu masuk nampak sepasang suami istri yang melenggang masuk dengan berbeda ekspresi, yang laki laki memasang wajah datarnya sedangakn si wanita memasang wajah dengan senyum semanis mungkin dan berjalan dengan seanggun mungkin untuk menunjukan pada semuanya jika dia juga bisa menunjukan sisi keanggunannya dan sudah pasti targetnya adalah Nara rivalnya.
Sebenarnya dia tidaklah benci apa lagi marah pada Nara hanya saat ini dia sedang berusaha untuk menjadi seperti Nara mulai dari berpakaian, berbicara dan bersikap walau sebenarnya tanpa berlatih atau menirukanpun dia sudah termasuk salah satu gadis sopan ramah dan tidak sombong di antara keturunan para bangsawan tapi semua demi cintanya, demi menarik hati pria pujaanya dia rela melakukannya.
semakin lama semakin dekat, langkah keduanya pasti menuju satu objek yaitu pengantin yang saat ini sedang berbahagia seketika pandangan mengarah pada keduanya membuat Martha ikut melihat ke arah tamu yang baru saja datang membuat Nara mau tak mau ikut menolehkan pandangnya.
Deg
Jantung Nara berdetak tak beraturan melihat siapa gerangan yang datang, tubuhnya medadak kaku melihat pandangan yang sedikit mengiris hatinya tapi sekuat mungkin untuk bersikap biasa saja.
"Selamat menempuh hidup baru nona" ucap Cleora dengan ramah.
Martah tidak suka dengan kehadiran keduanya, sedikit banyaknya dia sudah mendengar cerita tentang Nara dan siapa pria yang sudah menyakiti adik iparnya itu tapi tidak mungkin dia bersikap tidak baik saat ini karena waktu yang tidak tepat.
"Terimakasih" jawab Martah dengan wajah datarnya.
"Nara selamat ya kau sudah punya kakak perempuan sekarang" ucap Cleora berusaha untuk mengakrabkan diri.
"Terimakasih" jawab Nara tak kalah ramahnya.
Cleora kembali mengaitkan tanganya pada lengan Reyhan sedangkan Reyhan tidak bisa berbuat apa apa mengingat percakapan dan keputusan mereka tadi di rumah sebelum berangkat.
.
.
__ADS_1
Bersambung...