
"Jangan berterimakasih sayang, harusnya Mas yang berterimakasih karena sudah mau bersabar dengan sikap suaminya yang seperti ini" ucap Rajehs.
"Iya Mas, menyebalkan iya kan" timpal Nara mengiyakan perkataan Rajesh.
"Kami ini" Rajesh mencubit gemas hidung Nara lalu berganti dengan mencium kening Nara dengan lembut lalu mengelus pipi Nara dengan lembut pula.
"Terimakasih sayang, Mas sangat mencintaimu" ucap Rajehs penuh kesungguhan.
Nara tersenyum bahagia mendengar perkataan suaminya, mendadak wanita cantik itu gugup dan salah tingga melihat tatap suaminya yang sangat lekat menyorot dan mampu menembus pertahanan dirinya hingga membiarkan Rajesh yang dengan gilannya mencium bibirnya didepan umum, apalagi disana banyak anak kecil yang menyaksikan adegan dewasa itu.
Radirh yang melihat tingkah kedua orang tuanya, menutup wajahnya, merasa sangat malu sekali karena kini semua orang yang ada disana menyaksikan adegan itu, "Astagaa Mom Dad...hentikan..." teriak Radith, dia sudah tidak tahan lagi melihatnya.
Nara dan Rajesh sontak saja terkejut dan melepaskan diri, pipi Nara merona malu kala menyadari kelakuannya apalagi saat dia melihat orang orang masih memang kearah mereka.
"Kau mau mesra mesraan jangan di area anak anak Mbak Mas...cari tempat lain, kasihan anak anak ternoda matanya" tegur salah satu dari pengunjung yang juga menemani anak bermain.
"Iya Mas, kasihan anak sayang juga, dia tidak pernah melihat hal ini tapi kalian malah mempertontonkannya" timpal yang lain.
"Iya benar, mending pergi saja dari sini"
"Iya, padahal sudah punya anak, tapi masih saja bersikap layaknya pasangan baru" ketus salah satu lagi.
Radith sudah tidak tahan lagi langsung pergi dan menarik kedua orang tuanya untuk meninggalkan tempat bermain.
"Mommy sama Daddy tidak tau tempat bangeti sihh...!" ketus Radith setelah mereka sampai dis alah satu tempat yang sedikit sepi.
"Maafkan Mommy sana Daddy ya sayang" ucap Nara, dia merasa bersalah sekaligus malu pada Radith, bersalah karena putranya jadi tidak bermain dan malu karena Radith harus menyaksikan tingkah bodoh mereka berdua.
"Ini pasti ulah Daddy kan?" tuding Radith.
"Jangan menuding sembarang Boy" elak Rajehs.
"Halahhh, Daddy tidak bisa dipercaya, karena semua yang dilakukan Mommy yang tidak wajar itu karena hasil ajaran Daddy" sergah Radith.
Kalau boleh jujur Radith merasa sangat kesal sekali karena harus menyaksikan hal ini, dan lagi bukan hanya dirinya yang saksikan tapi ada banyak dan orang orang juga yang melihat.
"Heh... Daddy memang tidak melakukan apapun" bantah Rajehs.
__ADS_1
"Jadi maksud Daddy, Mommy gitu yang berinisiatif? heh...aku tidak akan percaya dengan hal itu Dad, tidak akan percaya" tekan Radith.
"Maafkan Mommy sayang, tolong jangan bercanda dan mari lupakan saja kejadian ini" pinta Nara dengan wajah memelasnya.
Rajehs yang melihat ibunya memelas seperti itu menjadi tidak enak, dia akhirnya mengangguk karena tidak mau Momnynya merasa bersedih karena dia yang sedang marah.
"Baiklah, kali ini tidak masalah tapi Dad, besok besok tidak boleh lagi... lihat situasi dan kondisi terlebih dahulu baru boleh disosor" jelas Radith membuat Nara melototkan matanya sedangkan Rajehs tersenyum.
Rajehs putranya tidak pernah marah akan hal ini, tapi dia lebih ke rasa malunya karena banyak orang yang menyaksikan adegan yang dilakukan kedua orang tuanya.
"Kamu sebenarnya marah atau tidak sih Boy? kenapa malah berkata seperti itu" kesal Nara.
"Hehehe maaf Mom, aku juga suka lihat Mommy dan Daddy akur" jawab Radith dengan cengirannya.
"Hahahaha...." Rajehs terbahak medengar jawaban putranya sedangkan Nara hanya berdecak sebal mendengarkan pengakuan Radith.
"Anak sama bapak sama saja, tidak ada bedanya" ketus Nara lalu berlalu pergi meninggalkan dua pria yang yang masihbsaja tertawa.
"Hei ayo kejar Mommymu, jangan sampai dia ngamuk lada kita" ajak Rajehs.
"Kamu benar sekali Boy, Daddy juga berasa tidak rela jika kecantikan Mommymu dinikmati banyak orang" timpal Rajesh.
Nara berhenti, jelas saj wanita cantik itu tidak bisa marah lagi jika dua pria yang sangat dia cintai itu sudah kompak merayunya dan sudah bisa dipastikan walau bagaimana Nara cuek, dua pria tercintanya tidak akan pernah menyerah.
"Kalian selalu kompak jika menyangkut hal ini, dan Mommy sangat menyukai hal itu" ucap Nara dengan senyum manisnya tampil untuk Rajehs dan Radith.
"Jadi kita kemana lagi?" tanya Rajehs.
Sudah tidak mungkin bagi ketiganya kembali ke dalam, karena didalam lantai khusus untuk bermain tidak bisa lagi dan Radith juga menolak akan hal itu, dengan alasan malu pada mereka semua.
"Aku tidak mau kembali lagi, pasti masih banyak orang disana" jelas Radith.
"Mommy juga tidak mau lagi" timpal Nara.
"Bagaimana jika kita ke rumah kakek saja" usul Radith.
"No...!"
__ADS_1
Nara dan Rajehs kompak menolak permintaan Radirth, bukan karena tidak mau hanya saja jika kesana waktunya tidak akan cukup lagi mengingat itu sudah menunjukan waktu pukurl tiga sore.
"Loh kenapa?" tanya Radith.
"Sudah sore, kita tidak akan sempat kesana, nanti akhir pekan saja kita kesana" jawab Nara menjelaskan alasannya
"Benar sayang, bagaimana jika kita ke danau saja untuk bersantai" usul Rajehs.
"Emmm....tidak buruk juga Dad, bagaimana menurut Mommy?" walaupun Radith merasa itu bukanlah ide buruk tapi tetap saja anak kecil itu meminta saran ibunya dan apapun yang mejadi saran ibunya itulah yang akan menjadi keputusannya.
"Emm tidak masalah, tapi kira harus ke minimarket dulu untuk beli cemilan dan minuman kita untuk kesana" jawab Nara yang langsung dijawab anggukan oleh kedua pria itu.
"Ok deh, kita langsung kesana saja" ajak Rajehs.
Dan pada akhirnya ketiganya berangkat berama menuju danau setelah Rajesh melepaskan jas yang melekat di tubuhnya dan lengan kemeja yang dilipat hingga sebatas siku dan satu kancing bagian dada atas dibiarkan terbuka, membuat kesan ketampanan Rajeh bemakin berlipat.
"Bukannya senang, Nara malah berdecak sebal dengan hal itu, dia sudah yakin dengan penampilan suaminya yang seperti itu pasti akan membuat para wanita akan menjerit histeris memanggil namanya seperti diwaktu waktu yang lalu.
"Pasti akan ada wanita lagi yang histeris dengan penampilanmu Mas" decak Nara membuat Radiht dan Rajesh terkekeh.
"Tidak apa Mom, dengan begitu Mommy bisa melihat apakah Daddy ini lelaki genit atau setia" ujar Radith.
"Apa maksudmu Boy, sudah pasti Daddy ini pria yang paling setia dan cintaku hanya untuk Mommy dan dirimu saja" saut Nara.
"Yah....baiklah, biarkan survei yang membuktikan" jawab Radith dengan santainya.
"Tentu saja survei akan menunjukan hasil jika Daddy pria sejati yang setia" Rajehs menepuk dadanya dengan bangga, dia menjaminkan hasil surveinya adalah dia yang setia pada Nara, karena memang itulah kenyataanya.
"Sudah jangan berdebat lagi, lebih baik.kta berangkat sekarang" lerai Nara.
Dan pada akhirnya mobil yang mereka bertiga tumpangi berjalan menuju minimarket terlebih dahulu, barulah nanti akan ke danau yang entah danau mana Rajesh akan membawa mereka.
.
.
Bersambung...
__ADS_1