STORY OF NARA

STORY OF NARA
bertemu


__ADS_3

"Benar, Rajehs menutup semua akses tentang keluarganya, dan hanya itu yang bisa didapatkan orang orangku setelah beberapa hari mencari informasinya" jelas Felix.


"Sepertinya dia sangat mewanti wanti hal ini" gumam Reyhan.


"Kamu benar dan itu sudah menjadi tradisi mereka untuk menutup semua informasi tentang keluarga Fernandese"


"Ckck....jika seperti ini aku akan kesusahan mencari kelemahan dalam rumah tangga mereka" decak Reyhan.


"Berhentilah" pinta Felix.


"Tidak akan" sentak Reyhan, "tapi bukankah disini mereka belum memiliki keturunan?" tanya Reyhan setelah mengingat dalam informasi itu wanita yang dia cintai belum memiliki anak hingga kini.


"Kau benar, tapi bukankah kamu tau kalau akses mereka Sangat tertutup? bisa saja mungkin keturunan mereka memang disembunyikan" bantah Felix.


"Tidak.... tidak, pasti mereka memang belum memiliki anak, karena jika sudah punya anak pasti mereka akan menyampaikannya walau tidak secara langsung didepan publik, tapi mereka bisa melakukan sama seperti yang mereka lakukan terhadap anak kecil itu" Reyhan memberi argumennya dan Felix akhirnya terdiam memikirkan ada benarnya apa yang di katakan sahabatnya karena memang selama ini itulah yang terjadi.


"Kau benar, tapi kita juga tidak bisa memutuskan apapun, aku akan menyuruh orang orangku lagi untuk mencari informasi lebih detail untukmu"


"Terimakasih untuk bantuanmu Felix" ucpa Reyhan.


"Aku membantumu untuk mendapatkan kenyataan agar kamu bisa segera melupakannya" ucap Felix dan memang benar itulah tujuan Felix sebenarnya, dia ingin mendapatkan informasi yang menunjukan kebahagian Nara agar Reyhan sahabatnya bisa berhenti mmberharap.


"Sialan kau...!"


"Sudahlah ayo kira pergi saja dari sini" ajak Felix.


Reyhan menolak karena memang dirinya juga sudah terlalu lama berada disana, kepalanua mulai terasa pusing dan tidak baik untuk dia berada terlalu lama disana.


"Baiklah kita pulang, aku sudah pusing sekarang" keluh Reyhan.


Keesokan paginya, Rajehs berangkat lebih awal, bahkan belum waktunya sarapan pagi tapi dia sudah berangkat karena ada meeting yang harus diselesaikan dan itu menyangkut dengan proyek besar dan saingannya adalah Reyhan.


"Mas benar gak sarapan dulu?" tanya Nara yang sudah mengantarkan suaminya hingga kini di teras rumah.


"Iya sayang, nanti kamu antarkan saja di kantor ya, kalau mau nganter Radith" pinta Rajehs.


"Ohh iya Mas, nanti aku antar di kantor saja sarapannya" Nara mengiyakan permintaan suaminya.


"Yaudah Mas pamit ya sayang"


"Hati hati Mas" Nara mencium punggung tangan Rajesh dengan lembut yang dibalas oleh kecupan sayang dikening seperti biasa yang dilakukan lalu beralih pada bibir Nara, mengambil kesempatan untuk mematuknya mumpung suasana rumah masih sepi.


"Mas..."


"Mumpung sepi sayang, jadi tidak masalah jika Mas mencium bibir manis itu" jawab Rajehs dengan kerlingan mata genitnya


"Ikh...genitnya" kesal Nara.

__ADS_1


"Genit pada istri tidaklah salah sayang" saut Rajesh


"Sudahlah, sana berangkat Mas.."


"Iya Mas berangkat ya, bye"


"Hati hati loh Mas" ucap Nara mengingat pagi ini Rajehs mengemudikan sendiri mobilnya, tidak di supiri oleh Leo seperti biasanya.


"Iya sayang, Mas pasti hati hati"


Selepas kepergian Rajehs, wanita cantik itu langsung melesat pergi menuju dapur, membuatkan sarapan untuk suami dan anaknya karena memang waktu masih cukup untuk membuatkan sarapan.


"Bi..." panggil Nara.


"Ada apa Nyonya Muda?"


"Saya mau masak, bantu saya untuk membangunkan Radith ya" pinta Nara.


"Baik Nyonya" jawab Maid lalu bergegas menuju kamar yang di Radith sesuai perintah Nara.


Nara mengeluarkan semua bahan yang akan digunakan untuk membuat nasi goreng seafood untuk Radith dan suaminya dan ada beberapa menu tambahan yang akan dibawa di kantor karena niatnya Nara akan sarapan disana juga


Beberapa saat kemudian, pekerjaan Nara sudah selesai, dan langsung di letakan sebagaun dalam tantang untuk dibawa di kantor Rajehs dan sebagaian lagi untuk bekal Radith dan sarapan Radith pagi ini, selesai dengan semua itu. wanita cantik itu langsung bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


"Pagi Boy" sapa Nara setelah dirinya kini sudah sampai di meja makan setelah berganti pakaian.


"Morning Mom, kenapa sudah rapi? Mommy mau kemana?" tanya Radith melihat ibunya sudah sangat rapi.


"Loh Daddy sudah berangkat?".


"Iya sayang, pagi pagi sekali Daddy sudah berangkat dan Mommy akan mengantarkan makan siang untuknya"


"Tapi Mommy akan mengantarku bukan?" tanya Radith.


"Tentu saja, Mommy akan mengantarmu sayang".


"Ok"


"Sekarang makanlah" titah Nara setelah piring sudah terisi untuk putranya.


"Mommy tidak sarapan juga?" tanya Rajehs setelah menyadari ibunya tidak menyentuh makanan.


"Tidak sayang, Mommy hanya akan menemanimu dandi kantor Daddy nanti Mommy akan sarapan" jelas Nara.


"Yasudahlah, dari pada Daddy masam lagi nanti" gumam Radith membuat Nara terkekeh mendengarnya.


"Sepertinya kamu sudah mulai mengerti akan Daddymu" goda Nara.

__ADS_1


"Sejak dulu Mom, hanya saja aku suka membuat Daddy geram" jawab Radith sambil terkekeh.


Nara iktu terkekeh mendengar pengakuan Radith putranya, dia tidak habis pikir anaknya bisa berpikir untuk mengerjai ayahnya tapi jujur saja itu sangat menghibur bagi Nara.


"Ya.... dan itu sangat menyenangkan bukan?"


"Tentu saja sangat menyenangkan Mom, melihat wajah Daddy yang suka masam seperti itu membuatku merasa puas"


"Baiklah, habiskan makananmu agar kita tidak terlambat" titah Nara.


Setelah selesai sarapan, Nara langsung mengajak Radith untuk berangkat dan tujuannya pertama adalah sekolah, Nara ingin mengatakan Radith terlebih dahulu.


"Hati hati Boy" ucap Nara setelah sampai didepan gerbang sekolah Radith.


"Tentu Mom, jangan lupa jemput lagi nanti siang" pinta Radith mengingatkan ibunya.


"Tentu saja, setelah dari kantor Daddy" jawab Nara.


"Ok Mom, bye ...."


Mobil yang membawa Nara kembali melaju dan kini tujuannya adlah kantor Rajesh, dia akan mengantarkan sarapan pagi suaminya dan berharap semoga rapat suaminya sudah selesai dan mereka bisa sarapan tepat waktu.


"Semoga rapatnya sudah selesa" gumam Nara penuh harapan.


Sampai di kantor, benar saja Rajehs sudah berada dalam ruangannya lima menit lebih cepat dari kedatangan Nara, "Mas Rejesh ada didalam mba?" tanya Nara pada resepsionis, wanita cantik itu ingin mengikuti prosedur dalam perusahaan suaminya.


"Eh Nyonya....silahkan saja langsung masuk, tidak perlu datang pada saya lagi" ucap Resepsionis, gadis yang dulu pernah berselisih paham saat pertama kali Nara dan Radith menginjakan kaki di kantor pria yang kini menjadi suaminya.


"Saya hanya ingin mengikuti prosedur mba" jelas Nara.


"Tapi itu hanya untuk para tamu, sedangkan Nyonya adalah istrinya pemilik perusahaan alias Bos besar kami" jawab resepsionis itu.


"Baiklah, kalau begitu saya bisa masuk kan ya?" tanya Nara.


"Langsung masu saja Nyonya, naiknya juga lift khusus saja biar cepat sampai" Resepsionis itu memberitahu walau Nara sudah tau tapi tetap saja sebagai bentuk tanggung jawabnya.


"Baiklah terimakasih ya".


"Sama sama Nyonya"


Nara melangkah menuju Lift dengan senyum manisnya, dia melangkah dengan anggun dan gerakan tubuhnya sangat indah dipandang, ditangan kanan berisikan rantangan untuk suaminya sedangkan di tangan kirinya ada tas tangan yang dibawanya.


Nara terus berjalan dengan mulut yang terus menyunggingkan senyum manisnya tapi semua itu tiba tiba berhenti kala matanya menangkap sosok pria yang sangat ingin dihindarinya.


"Reyhan..." lirih Nara.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2