
"Mas... apa sebaiknya kita makan ditempat lain?" tanya Nara, gadis itu benar benar ingin menghindari Reyhan, bukan karena tidak suka hanya saja Nara ingin pria yang dari masalalunya itu benar benar melupakan dirinya sepenuhnya.
"Tidak... kita akan makan siang tetap disini" tegas Rajesh, rahangnya mengeras tak suka dengan sikap Nara yang mencoba menghindari Reyhan, sehingga membuat pria tampan itu berpikir mungkin wanitanya masih sedikit menyimpan rasa padanya.
"Mas... tidak enak disini, aku tidak mau dia berpikir kita sengaja membuatnya terluka" bisik Nara.
"Kenapa...? kenapa kamu memikirkan perasaanya? apa kamu masih menyimpan rasa padanya?" Rajehs bertanya dengan rahang yang mengetat, tiba tiba kecemburuan mengambil alih pikirannya hingga dengan sadar mengatakan hal itu.
Nara menatap suaminya dengan lekat, dia tidak percaya suaminya masih mempertanyakan hal yang seharusnya sudah dia ketahui jawabannya, " kenapa masih mempertanyakan hal yang sudah kau tau jawabannya sejak dulu Mas?" lirih Nara, "bukankah berulang kali kamu bertanya tentang perasaanku, dan jawabanku juga sama"
Rajehs terkesima, dia tersadar dengan apa yang dikatakan barusan menyakiti istrinya, tapi emosinya benar benar membuatnya bertingkah seolah meragukan wanitanya yang sudah jelas dia tau seperti apa cinta wanita itu, "bukan begitu sayang...Mas hanya cemburu" ungkap Rajesh.
"Tidak seharusnya kamu cemburu Mas, karena itu percuma saja" kata Nara.
"Maafkan Mas sayang, Mas hanya tidak suka kita terus menghindar darinya, bukankah justru ini lebih baik untuk dia tau agar bisa melupakan perasaanya padamu?" tanya Rajesh, "tapi aku tidak mau kamu bertemu dengannya saat tidak bersamaku" lanjut Rajesh.
"Mas..."
"Ayo kita makan siang" ajak Rajehs, pria itu tidak mempedulikan protes yang dilayangkan oleh wanitanya, dia ingin terus menunjukan pada Reyhan siapa pemilik wanita cantik itu yang sesungguhnya agar Reyhan bisa berhenti.
Sementara Reyhan kembali mengepalkan kedua tangannya, hatinya memanas kala melihat kemesraan yang dilihatnya, dengan emosi yang menggebu yang mengambil alih kewaraanya dia menghampiri Rajehs dan langsung melayangkan sebuah kepalan tinjunya pada Rajehs.
Bugh
Reyhan berhasil melayangkan tinjunya tepat di rahang Rajehs membuat Nara memekik kaget, sedangkan Leo dengan sigap menghalau Reyhan yang kembali ingin melayangkan tinjunya.
Bugh
Satu pukulan juga mendara tepar di pelilipis Reyhan dan itu berasal dari Leo yang melindungi tuan mudanya, tentu saja dia tidak akan membiarkan tuan mudanya mendapatkan ancaman walau sebenarnya Rajehs sendiri bisa melawan tapi sebagai asisten yang sudah bersumpah membuar Leo selalu siap pasang badan untuk melindungi Rajehs.
__ADS_1
"Jangan sekalipun berani menyentuh Tuan Mudaku" tekan Leo dengan wajah yang menahan amarah.
Felix sebagai sahabat Reyhan tentu saja tidak terima juga jika sahabatnya diperlakukan seperti itu, membuat jiwa persahabatannya bergelora seketika dan ingin membalas perbuatan Leo tapi dengan sigap Leo menepis serangan itu dan malah menyerang balik, dan alahasil Felix ikut mendapat satu pukulan kerasa dari Leo.
"Jangan ikut campur atau aku akan mematahkan semua tulangmu!" ancam Leo membuar Felix bungkam.
Sementara Nara masih sibuk dengan suaminya, tangannya mengelap darah yang keluar dari sudut bibir suaminya membuar Reyhan kembali meradang dan ingin melayangkan lagi pukulannya tapi kembali dihadang oleh Leo hingga kini kepalan dangannya berada dalam genggaman Leo.
"Sudah ku katakan jangan berani menyentuh Tuan Mudaku!" ucap Leo dengan penuh penekanan.
Reyhan tertawa, tawa mengejek ditujukan pada Rajesh, "aku tidak menyangkan seorang Tuan Muda Fernandese berlindung dibawah ketiak asistennya" ejek Reyhan.
Ucapan Reyhan tentu saja memicu kemarahan dalam diri Rajesh, dia tidak suka diremehkan oleh siapapun apalagi jika itu menyangkut harga dirinya, "jangan meremehkanku atau aku akan membuatmu tidak bisa bergerak dari tempat tidur" ucap Rajehs dengan wajah yang menahan amarah.
"Kau tidak meremehkanmu, tapi itu kenyataanya saat ini" jawab Reyhan dengan santainya.
"Kau...!" Rajehs harus berhenti kala Nara memeluk dan mengelus dadanya, mencoba menenangkan emosi Rajehs walai sebenarnya wanita canti itupun ikut tersulut emosi dengan apa yang dikatakan Reyhan, dia merasa sangat terhina Karen ada orang lain yang berani menghina suaminya.
"Ya... aku sudah gila Nara... aku gila melihat kamu bersamanya, aku gila kenapa kamu harus bersamanya dan meninggalkan aki begitu saja, tidakkah kai meras iba sedikit saja padaku, iba dengan perasaanku yang hingga kini masih mengharapkanmu..." Reyhan berteriak tak kalah kerasanya saat memberi jawaban pada Nara.
"Jangan berteriak pada Mommyku...!" Radith menerobos mendorong Reyhan dengan kuat hingga pria yang sedang dibutakan dengan kecemburuan itu mundur beberapa langkah kebelakang.
"Sayang...." Nara mendekap Radith untuk menenangkan putranya, dia melupakan jika Radith ada bersama mereka saat ini, "tenanglah sayang..." bisik Nara.
Beberapa orang yang ada disana menatap kearah mereka, menyaksikan pertikaian yang terjadi, bahkan ada beberapa yang merekam kejadian itu, Tantu saja ini sangat berharga bagi mereka bisa merekam apa yang dilakukan oleh pengusaha muda dan juga pengusaha baru yang sedang naik daun itu.
"Jangan ada yang berani mereka kejadian ini, atau kalian tidak akan bisa keluar dari tempat ini dengan keadaan baik!" ucap Leo penuh penekanan, dan seketika semuanya menyembunyikan ponsel, menghapus rekaman yang sudah terlanjur terekam.
"Semua bubar...." sentak Felix yang imut menggertak membuat beberapa orang yang berada disana langsung bergerak dan berlarian keluar dari restoran.
__ADS_1
"Katakan apa masalahmu padaku?" tanya Rajehs dengan santainya.
"Masalahnya adalah kau sidah merebut wanitaku* bentak Reyhan.
"Hahahaha.... sejak kapan aku merebut wanitamu? apa kau lupa apa yang terjadi? oh... ok aku akan mengingatkanmu, aku menikahi Nara saat kau dan istriku berpisah" jelas Rajehs dengan menekan kata istriku pada Reyhan.
Reyhan semakin meradang mendengarnya, tentu saja ingatannya masih sangat baik, tapi hatinya menolak akan kenyataan itu, bukan karena tidak mau mengakui tapi karena dia sendiri membenci akan kejadian terkutuk itu, hingga menyebabkan dia kehilangan orang yang paling dia cintai.
"Bergengsek..."
Reyhan kembali melayangkan tinjunya, dan dengan cepat Rajehs mengelak dari serangan itu membuat Nara kembali memekik keget dengan kejadian itu, wanita cantik itu berteriak histeris mencoba menghentikan kedua pria pria melalui teriakannya tapi tidak ada yang mendengar bahkan kini keduanya semakin sengit untuk memberikan serangan.
"Nona Muda, silahkan anda tungu didalam mobil bawa sekalian Tuan kecil" ucap Leo dengan nada tak terbantahkan.
"Tapi..."
"Jangan membantah untuk kali ini Nona Muda" sentak Leo.
"Jangan membentak Mommyku" teriak Radith.
"Saya mohon Nona, silahkan bawa Tuan kecil dari sini" pinta Leo kali ini dengan nada seditki lembut.
"Baiklah, ayo sayang kita keluar" ucap Nara.
"Tapi bagaimana dengan Daddy Mom?" tanya Radith, anak kecil itu berasa enggan untuk meninggalkan ayahnya.
"Tidak apa apa, ayo kita keluar dulu, biar Paman Leo yang menyelesaikannya" jelas Nara dan menyeret Radith dengan setengah paksa.
.
__ADS_1
.
Bersambung....