STORY OF NARA

STORY OF NARA
tidak bertanya


__ADS_3

Nara tersentak sesaat kemudian tertawa kecil mendengar permintaan gadis belia itu, "kamu sadar dengan yang terucap dari bibirmu itu?" tanya Nara.


"Tentu, aku sangat sadar meminta hal ini" jawab Cleora dengan yakin.


"Sama Cleora, aku juga sadar...aku masih sangat sadar menolak permintaanmu. Maaf tapi aku wanita yang sudah bersuami dan aku sudah bahagia dengan suamiku, jadi jangan meminta yang tidak mungkin kau lakukan, lebih baik kamu pertahankan saja dirinya, bersabarlah sedikit lagi dan buat dia melihat kearahmu hanya menatap kearahmu saja" ucap Nara memberi semangat pada gadis yang dulu menjadi rivalnya.


Cleora menggeleng, dia sudah tidak sanggup lagi bertahan disisi Reyhan, padahal ini baru terhitung bilang ketiga mereka menikah tapi tidak ada perubahan dari suaminya bahkan kini semakin menjadi dan dengan tegannya memberi penghinaan pada dirinya.


"Tiga bulan sudah sangat cukup untukku bersama dengannya Nara, tetap saja dia tidak bisa berpaling darimu, namamu sudah bersemayam direlung hatinya dan aku...aku tidak bisa menyentuhnya sama sekali, aku tidak bisa menggeser posisimu disana dan aku sudah lelah, aku menyerah dan aki akan pergi" ungakp Cleora yang sudah tidak bisa menahan perasaanya lagi.


Nara menjadi sangat iba terhadap gadis yang ada dihadapannya, sementara Radith hanya menatap tamu ibu sambungnya tanpa mengerti apa yang sedang dibicarakan karena telinganya yang terutupi karena heandsead.


"Separah itulah hatinya membantu untumu"? Anya Nara lirih.


Dia tidak pernah menyangkan pria yang dulu terkenal lembut dan hangat terhadap dirinya, tidak pernah bersikap kasar pada perempuan kini sudah berubah menjadi pria tak berperasaan, bahkan dengan teganya menghina gadis yang menjadi istrinya, gadis yang seharusnya dia lindungi dari bahaya.


"Aku yang salah...aku yang salah karena memaksakan masuk dalam hidupnya, egohku karena cintaku yang begitu besar membuatki buta jika pria itu tidak mencintaiku, bahkan dengan liciknya aku memanfaatkan keadaanya yang tidak punya harta untuk menjeratnya, menjanjikan jabatan dengan syarat menikah denganku selama enam bulan" tutur Cleora,


Gadis cantik itu mengungkap semua yang terjadi dengan rumah tangganya pada Nara membuat Nara sangat terkejut dengan penuturan itu, bagaimana bisa seorang gadis menawarkan pernikahan sementara selama enam bulan saja? bukankah harusnya yang biasa melakukan hal itu adalah para pria untuk menjerat para gadis tapi kini dunia serasa terbalik, emansipasi wanita terlaku maju saat ini.


"Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu" pekik Nara membuat beberapa pengunjung menoleh kearahnua karena terkejut.


Nara menutup mulutnya menyadari semua orang menatapnya, jadi koki seketika wanita cantik itu, dan ini semua karena terlalu terkejut dengan cerita Cleora.


Cleroa tersenyum kecil mendengar pertanyaan Nara, dia juga tidak tau kenapa ide terkutuk.itu bisa terlintas dipikirannya dan kini hanya penyesalan yang ada padanya.

__ADS_1


"Awalnya aku berpikir mungkin jika kami dekat dan satu rumah, perlahan aku bisa menarik perhatiannya, mengalihkan pikirannya darimu menjadi untukku, berharap mungkin aku bisa menggantikan posisi dirimu dihatinya, tapi... tapi ternyata aki salah.. aku salah karena nyatanya aku tidak menggapai cintanya"


Nara mengusap kedua tangan Cleroa yang ada diatas meja, dia bisa merasakan pedihnya hati gadis itu, bagaimana terlukanya jika tidak dianggap seperti ini apalagi jika sampai penghinaan terlontar dari mulut orang yang kita sayang, walau sebelumya dia tidak pernah diperlakukan seperti itu tapi tetap saja Nara bisa merasakan hal itu.


"Kamu bersabarlah...aku hanya ingin mengatakan jika kamu bisa bertahan maka bertahanlah sebentar lagi tapi jika tidak, maka itu semua menjadi keputusanmu, hanya saja... maaf aku tidak bisa memenuhi permintaanmu, aku sudah bahagia dengan kehidupanku sekarang" jelas Nara.


Cleora menatap mata Nara dengan Lamat, berusaha mencari cela kebohongan dimata itu tapi sepertinya semua yang dikatana Nara adalah kebenaran, Nara sudah sungguh bahagia dengan kehidupan barunya"


"Aku hanya berharap jika kamu berubah pikiran, maka kembalilah padanya, dia masih sangat mencintaimu" ucap Cleroa yang masih keukeh pada perkataannya.


"Sayang...." seru seseorang yang tak lain adalah Rajesh suami Nara.


Dia datang setelah ucapan Cleroa terhenti, sebenanya pria tampan itu sudah datang sejak tadi hanya saja saat matanya melihat ada tamu istrinya dan juga mengenali siapa yang datang akhirnya Rajehs memilih untuk tidak menghampiri tapi mencoba menyimak pembicaraan keduanya dengan baik.


Dia sangat senang ternyata istrinya sudah tidak lagi menginginkan mantan pacarnya, bahkan istirnya mengatakan bahagia bersamanya dan itu benar benar membuat Rajehs dilanda bahagia, tapi itu tidak lama karena emosinya tersulut saat mendengar Cleora membujuk istrinya terus menerus untuk kembali pada Reyhan.


"Mas..."


"Daddy...."


Nara dan Radith kompak berseru saat melihat Rajehs datang dengan gaya coolnya menghampiri meja mereka, sementara Cleora bersiap untuk pergi, karena menurutnya tidak akan ada kesempatan lagi untuk bicara pada Nara jika sang suami sudah ada bersamanya.


"Nara....aku pamit pergi, aku harap kamu bisa memikirkan perkataan ku" ucap Cleora.


"Maaf Cleora, aku tidak perlu memikirkan hal itu karena keputusanku tidak akan berubah" jawab Nara dengan tegas.

__ADS_1


Rajesh yang memang sudah tau dan mendengar semua percakapan keduanya tidak lagi penasaran, bahkan wajahnya terkesan biasa saja menanggapi situasi yang terjadi.


"Sayang...kita makan disini saja?" tanya Rajehs membuat Nara menoleh termasuk Cleora yang mendengar perkataan Rajehs.


Nara tersenyum pada suaminya kemudian mengangguk mengiyakan perkataan prianya sedangkan Cleora merasa iri dengan kehidupan Nara yang dipenuhi orang orang yang mencintainya, pria pria yang penuh kasih sayang untuk Nara, sedangkan dirinya? cih, Cleora hanya mempi tersneyum miris meratapi nasibnya yang sejak dulu tidak pernah ada yang mencintainya dengan tulus selain ayahnya saja.


Mengingat ayahnya, Cleroa jadi merindukan paru baya itu, pria yang menjadi cinta pertamanya, seseorang yang menjadi temennya untuk melindungi dirinya dari bahaya, ingin sekali Cleora memeluk ayahnya saat ini, mencurahkan semua kisahnya pada pria paru baya itu tapi keadaan tidak menginjinkan dirinya.


"Kita makan siang disini saja Mas" kata Nara.


"Ayo Dad, pesankan makanannya, aku sudah sangat lapar" keluh Radith.


"Aku pergi Nara" pamit Cleora yang sudah tidak tahan melihat kebahagiaan yang ada didepannya itu, sementara Nara hanya bisa melihat iba gadis yang menjadi penyebab hancurnya hubungan percintaannya dulu.


"Kasihan kamu.... aku kini sudah bahagia dengan kehidupanku kini, tapi kamu masih terus berjuang mempertahankan yang ada malah kini terancam musnah kebahagian yang kamu perjuangkan untuk kamu nikmati" batin Nara.


"Terimakasih....terimakasih karena dirinya, aku mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya dan aku berharap Tuhan memberi kebahagian untukmu juga walau bukan bersamanya" lanjutnya dalam hati.


"Sayang ayo makan, jangan lihatin dia terus" tegur Rajehs membuat Nara tersentak.


"Eh iya Mas"


Mereka akhirnya makan dengan nikmat, tidak ada percakapan yang terlibat, bahkan Rajehs benar benar tidak menyinggung soal Cleora, dia hanya ingin menunggu istrinya berkata walau sebenarnya dirinya sudah mendengar langsung semua percakapan wanitanya dan gadis lain juga sudah mendengar seperti apa jawaban istrinya.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2