STORY OF NARA

STORY OF NARA
tidak sabar


__ADS_3

"Mas kok lama banget sih" Nara mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal harus menunggu Rajehs yang lama hanya untuk membayarkan makanan mereka.


"Maaf sayang, Mas sedang bicara sebentar dengan pemilik warungnya.


"Tumben sekali Mas mau bicara dengan orang lain, biasanya kan tidak Sudi tuh" sindir Nara.


Rajesh hanya menggelengkan kepalanya mendengar ocehan istrinya, dia tidak mau meladeni karena menurutnya itu akan percuma saja karena dia akan tetap kalah telak jika berdebat dengan wanitanya yang seratus delapan puluh derajat berubah.


Sampai di mension, Nara kembali memasuki kamarnya, bukan untuk tidur lagi melainkan untuk sekedar rebahan saja menikmati waktu hingga sore tiba.


Sedangkan Rajehs langsung menuju ruang kerjanya, mengecek email yang dikirim Leo hari ini karena sudah pasti pria tampan itu tidak akan kembali lagi ke kantor walau keadaan Nara sudah lebih baik bahkan sekarang terkesan cerewet tapi tetap saja dia tidak mau meninggalkan wanitanya.


Hari semakin gelap, wanita cantik yang tadi pagi tidak baik baik saja kini sudah terlihat segar, bahkan kembali beraktifitas memasak makanan untuk orang orang tercintanya.


Rajehs yang melihat hal itu, langsung memasang wajah sendunya, merasa semua hanya tinggal harapan saja yang memang mustahil akan merak dapatkan saat ini.


Bukan apa apa wajah Rajehs demikian, karena setelah kembalinya dari warung untuk makan siang, pria tampan itu terus kepikiran tentang ucapan pemilik warung yang memuat sudut hatinya yang lain sangat berharap, sehingga setelah sampai di mension dengan segera melangkah memasuki ruang kerjanya.


Tentu saja Rajehs mencari tau tanda tanda seoranh wanita hamil, dan dia menemukan banyak hal, mulai dari muntah dipagi hari, tidak bisa menncium aroma seperti yang dikatakan oleh maidnya tadi pagi mengenai wanitanya, ada pula artikel yang mengatakan mood wanita hamil bisa saja berubah ubah seperti yang terjadi pada Nara dan itu membuatnya menyimpulkan mungkin saja istrinya tengah mengandung dan berencana akan membawa Nara ke rumah sakit besok pagi.


Tapi semua rencana yang sudah tersusun rapi itu hancur seketika melihat istrinya dengan telaten memasak bahkan tidak ada tanda tanda wanita cantik itu merasa terganggu penciumannya.


"Harapanku terlalu berlebihan" gumam Rajehs dengan senyum getirnya lalu bergegas menuju kamar untuk membersihkan dirinya.


Selesai dengan semuanya, Nara memutuskan untuk kembali kekamarnya, karena memang tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dikerjakan mengingat semua maid memiliki pekerjaan masing masing membuat ruang gerak Nara menjadi terbatas.


"Mas sudah kembali dari ruang kerja?" tanya Nara setelah memasuki kamarnya dan mendapati sang suami baru saja keluar dari kamar mandi.


Rajehs tersenyum pada istrinya, "mau mandi juga?" tanya Rajehs dengan senyum manisnya tapi dalam sekejap saja senyum itu meredup mendengar jawaban dari suaminya.

__ADS_1


"Tentu saja..! ini sudah sore pastinya mandilah, apalagi aku baru saja memasak" ketus Nara.


Wanita cantik menunjukan ketidak sukaanya dengan pertanyaan Rajesh, merasa suaminya tidak benar benar perhatian dan lagi Nara ingin keinginannya bisa diketahui tanpa harus ditanyakan lagi.


Wajah Rajehs mendadak datar, bukam karena marah, tapi karena harapan yang tadinya sudah di pupuskan Kembali dibangkitkan dengan sikap Nara yang tidak biasanya, hingga akhirnya pria tampan itu memutuskan untuk bertanya, "apa kau sedang datang bulan sayang?" tanua Rajehs dengan senyum yang dibuat semanis mungkin walau sebenarnya sangat kesal dengan sikap suaminya.


"Tidak ada" jawab Nara dengan malas, lalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Rajehs hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya, ingin sekali marah tapi tentu saja tidak bisa apalagi jika nanti Nara sampai menangis lagi, uhh sungguh tidak bisa Rajehs menyaksikan istrinya menangis apalalgi karena dirinya.


"Mas.... Mas...." terikana Nara membuyarkan lamunan Rajehs.


"Ya...." saut Rajehs dengan suara yang setengah berteriak.


"Aku lupa bawa dalamanku, tolong ambilkan dong.." pinta Nara.


Rajehs kembali dibuat tercengang oleh perkataan istrinya, bukan karena tidak mau mengambilkan apa yang dimintai Nara, hanya saja merasa tidak percaya ketika istrinya memintanya, pasalnya selama ini wanitanya selalu sensitive dengan hal itu, rasa malunya terlalu besar untuk hal hal seperti ini.


"Mas... cepat...!" teriak Nara.


"Sabar kenapa sih..!" jawab Rajehs tak kalah kuatnya berteriak pada istirnya.


"Ini..." Rajehs menyodorkan dalaman Nara setelah pintu kamar mandi sedikit terbuka oleh wanita cantik itu.


"Mas ikhlas tidak sih?" tanya Nara.


"Tentu saja ikhlas, dan akan lebih ikhlas laginjika ada bayarannya sayang" ucap Rajehs dengan seringai liciknya.


Nara mendelik mendengar ucapan suaminya, tentu saja dia tau apa yang dimaksud Rajehs, apalgi melihat tawa licik suaminya saat ini membuat Nara fix curiga dan tidak bisa diganggu gugat lagi.

__ADS_1


"Apa yang Mas minta?" Nara bukannya merasa takut seperti bisanya, justru menantang suminya.


Tentu saja Rajehs lagi lagi dibuat terkejut, istrinya yang selama tiga tahun ini selalu bertingkah malu malu saat mendapat godaan tapi kini justru dengan tanpa bebannya menanyang dirinya.


"Ohh sayang, jangan menantang atau kau akan menyesal" ucap Rajehs.


"Tidak, kau ingin minta apa tentu saja aku akan berilah agar Mas ikhlas membantuku" kekeh Nara yang masih saja terlihat santai.


"Ohh sayang, kau pasti tau apa yang paling membuatku senang" goda Rajehs dengan alis yang naik turun.


"Sesuai keinginan Tuan Muda"


Rajesh membulatkan matanya tak percaya, dengan gampangnya sang istri mengiyakan permintaannya, tapi seketika perasaan terkejut itu tergantikan dengan senyum sumringah, tentu saja dia tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang ada.


"Nanti malam, tapi aku ingin kau memakai lingerie dan satu lagi, malam ini pimpinlah permainan maka aku akan semakin ikhlas" ucap Rajesh disusul dengan kekehan renyahnya saat mendapati Nara bersemu mendengar permintaanya.


"Mas melunjak saja" ketus Nara dan menutup pintunya dengan keras membuat Rajehs terkejut bukan main dan hanya bisa mengelus dadanya.


Tapi seketika sudut bibirnya kembi tertarik memikirkan adegan yang akan mereka lakukan nanti malam, tentu saja fantasi liar dan mesumnya mulai bekerja memikirkan bagaimana kesan yang akan mereka lewati nanti malam, apalagi saat ini istrinya yang akan memimpin permainannya.


"Aku sudah tidak sabar untuk cepat malam" gumam Rajesh dengan gaya bodohnya, "eh bukankah ini sudah malam? hanya perlu menunggu selesai makan malam untuk mengisi perut makan akan makan lagi untuk mengisi energi.


Ya, bagi Rajehs bercinta bukanlah menguras energi tapi justru menambah energi dan memberikan mood yang baik, hingga besok saat bekerja harinya bisa baik karena sudah mendapat suplemen untuk kebutuhan batinnya.


Rajehs memakai pakaiannya dan kemudian duduk disofa hang terdapat didalam kamar mereka, rencananya yaitu menunggu istrinya dan mereka berdua akan turun bersama sama, tapi sebelum itu Rajesh memastikan terlebih dahulu apakah lingerie istrinya yang dulu disiapkan masih ada atau tidak.


Dan setelah menyiapkan semuanya, barulah Rajehs berjalan menuju sofa dan mendudukan bokongnya disana untuk menunggu Nara wanitanya.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2