
Rajehs berajalan dengan penuh wibawanya, diikuti Leo dari belakang dengan tidak kalah tegasnya menuju ruabg rapat yang sudah disiapkan untuk client yang akan mereka ajak bekerja sama, Rajehs sengaja menagajak agar calon investornya melakukan rapat di kantor saja, dengan begitu sedikit dia bisa menunjukan pada calon isvestor jika tidak akan sia sia jika mereka harus menjalin kerja sama dan itu sebenarnya memang benar, semua orang orang sangat ingin berbisnis dengan Rajesh, hanya saja kali ini ada yang berbeda, kali ini ada seseorang yang harus dia saingi dan Rajehs ingin menjadi unggulan tentunya.
Bersamaan dengan Rajehs yang ingin memasuki ruang rapat, client yang ditunggu tunggu juga sudah datang dan ingin memasuki ruang rapat.
"Tuan Mich...." sapa Rajehs dengan sopan.
"Ohh Tuan Fernandese, maaf aku terlambat" ucap Mich.
"Tidak masalah, Masih tersisa lima menit lagi" jawab Rajehs setelah melihat arloji dipergelangan tangannya.
Walaupun Rajehs membutuhkan kerjasama itu tapi bukan berarti pria tampan itu akan mentolerirr yang namanya keterlambatan, Rajehs sangat tidak suka dengan yang namanya keterlambatan.
"Ah benarkah? saya pikir sudah terlambat" helaan nafas terdengar dari Mich.
"Mari silahkan masuk Tuan Mich" ajak Rajehs yang langsung diangguki oleh pria yang berstatus sebagai client.
Pintu ruangan terbuka membuat dua orang yang sejak tadi sudah menunggu langsung bangkit erdiri dan membungkuk hormat, tepatnya pada client yang akan mereka ambil hatinya hari ini agar bisa menangani proyek besar yang akan memberikan pemasukan sangat besar pada perusahaan mereka.
"Selamat siang Tuan Mich, selamat siang Tuan Fernandese" ucap Reyhan di akhir kalimatnya menekankan nama Rajehs.
"Oh Tuan Reyhan sudah datang lebih dulu rupanya?"
"Seperti yang anda lihat, saya sedang menjadi orang yang tepat waktu"
"Saya suka dengan hal itu Tuan, tapi kami juga tidak terlambat bahkan saja datang lima menit lebih cepat, bukan begitu Tuan Fernandese?" tanya Mich diakhir kalimatnya.
__ADS_1
"Anda benar sekali Tuan Mich, mungkin Tuan Reyhan hanya ingin tidak terlambat sehingga datang lebih dulu, tapi maaf Tuan Reyhan jika anda datang tapi tidak saya sambut dikerenakan istri saya datang membawakan ku sarapan" ungkap Rajehs dengan senyum liciknya
Reyhan mengepalkan tangannya mendengar perkataan Rajehs, dia sudah tau jika Nara ke kantor Rajehs dan Reyhan juga tau apa yang dibawa wanita yang masih dicintainya tapi tetap saja mendengar langsung dari mulut Rajehs membuat jiwa kecemburuannya memburu tak suka.
Ingin sekali Reyhan melayangkan pukulannya tapi dia maish culip waras untuk tidak melakukan hal itu, dia tau berada dimana dan juga tujuan apa datang ke tempat yang sebenarnya sangat ingin dia hindari.
"Terimakasih Tuan Fernandese, pegawai anda sudah sangat cukup untuk kami" Felix menggantikan Reyhan untuk menjawab perkataan Rajesh, dia tau sahabat sekaligus atasannya itu enggan untuk berbasa basi dengan Rajesh, oleh karena itu dia berinisiatif sendiri agar tidak ada ketegangan yang terjadi apalagi jika sampai sang investor tau akan hal ini.
"Baiklah silahkan duduk Tuan Mich, Tuan Reyhan" ucap Leo mempersilahkan semuanya untuk duduk kembali.
Semua duduk di tempat masing masing, Rehan duduk di tempatnya sebagai pemilik perusahaan sedangkan Reyhan kembali duduk di tempat yang sebelumnya dia duduki bersama Felix, walau sebenarnya keadaaan sedikit mencekam bagi kedua belah pihak tapi sebisa mungkin mereka bersikap profesional agar bisa memenangkan tender yang menjadi tujuan utama keduanya.
"Baiklah, kita akan memulai rapat terliebih dahulu, silahkan untuk Tuan Mich, tentukan siapa yang harus presentase terlebih dahulu?" Leo mempersilahkan clientnya untuk menentukan presentase siapa yang lebih dulu ingin di dengarkan.
"Baiklah, sebenarnya saya tidak lagi meragukan presentasi anda Tuan Fernandese karena saya yakin anda pasti sudah menyiapkannya semuanya dengan perhitungan yang matang, jadi saja ingin meminta ijin agar saya bisa mendengar presentasi dari Tuan Reyhan, pengusaha yang baru saja bergelut selama tiga tahun ini tapi sudah menunjukan bakat yang baik" pinta Mich.
Tentu saja Tuan Mich, saya juga ingin tau seperti apa kemampuan dari pengusaha baru kita" jawab Rajehs dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.
Reyhan mengepalkan tangannya dengan kuat saat mendapati Rajesh rival dalam percintaan sekaligus rival dalam bisnis itu meremehkannya dan dia tidak suka diremehkan, "kau begitu meremehkanku rupanya? lihat saja seperti apa aku akan meruntuhkan kesombonganku Rajehs Fernandese" tekat Reyhan.
Pria tampan itu dengan cepat dan penuh percaya dirinya berdiri untuk mempresentasikan hasil laporan yang akan dia ajukan untuk menarik investornya saat ini dan dia akan melakukan dengan sebaik mungkin agar kesombongan dari Rajehs Fernandese bisa terpatahkan dengan kemampuannya.
Reyhan mulai menjabarkan semua apa saja yang akan mereka lakukan untuk proyek itu, menjabatkan sedetail mungkin dan agar clientnya merasa puas akan penjelasannya.
"Perentase yang sanga luar biasa Tuan Reyhan.... saya sangat puas dengan apa yang anda jabarkan" decakan kagum dari Mich membuat Reyhan merasa bangga, dia tidak memerlukan pujian dari orang lain, cukup dengan clientnya dan mengantongi hasil yang memuaskan yaitu bisa bekerja sama.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan Mich, Anda membuat saya tersanjung" ucap Reyhan dengan senyum ramahnya dan membungkukan tubuhnya sedikit sebagai bukti hormatnya.
"Ya ya.... Adan pantas tersanjung karena itu kenyataan" jawab Mich.
"Bagaimana menurutmu Tuan Fernandese?" tanya Mich meminta pendapat Sanga tuan rumah.
"Saya tidak bisa memberi penilaian, karena saya juga ikut berkompetisi bukan? dan jika anda menanyakan tentang pendapat sayang, maka jawabannya adalah masih banyak kekurangannya dan anda akan mendapat kesempurnaan jika mendengar presentasi dari peursaan kami" jawab Rajehs dengan santainya.
"Oh Anda benar sekali, saya sudah terlalu memuji tanpa mendengar presentase anda, padahal saya perlu melakukan perbandinga" gumam Mich mengiyakan perkataan Rajehs.
"Silahkan Tuan Rajehs" ucap sekretaris dari Mich.
Rajehs berdiri dengan gagahnya, tidak ada rasa gugup apalagi gentar, mungkin karena hal seperti ini sudah sangat biasa baginya sehingga menganggap presentasi ini merupakan hal yang biasa saja tapi walau begitu, tetap saja Rajesh harus melakukan yang terbaik untuk memenangkan tender dan menunjukan pada seseorang yang tak lain adalah rivalnya bahwa dirinya belum bisa dikalahkan dalam segi manapun.
"Dengan luwes Rajehs menjelaskan item demi item, poin poin penting yang harus dipertimbangkan oleh pihak investor, menjelaskan untung rugi dalam pelaksanaan proyek dan bagaimana perkembangan kelanjutan dari proyek yang akan mereka bangun jika pilihannya hati pada tempat dan lokasi yang direkomendasikan oleh Rajesh.
"Luar biasa....sangat luar biasa presentase anda Tuan Fernandese dan harusnya sejak awal saya tidak perlu meragukan anda sehingga meminta anda membuag waktu lagi untuk menjelaskannya" jelas Mich dengan tepukan tangan yang ikut terdengar memberikan pujian untuk Rajesh.
Pria tampan itu tentu saja sangat merasa puas, dia puas karena pujian terhadap dirinya jauh lebih dari Reyhan yang artinya dia lebih unggul dan lebih hebat dari rival sekaligus musuhnya.
"Terimakasih Tuan Mich, saya sangat merasa tersanjung" ucap Rajehs dan metanya melirik sekilas kearah Reyhan yang sedang menahan amarahnya.
"Kau tidak akan bisa menyaingiku dalam bidang apapun Reyhan" batin Rajehs dengan senyum licik yang terbit disudut bibirnya tapi dengan cepat kembali berubah kala Mich menatap kearahnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung...