STORY OF NARA

STORY OF NARA
Part 20


__ADS_3

Nara saat ini sudah berada di kediaman Saker sesuai dengan perkataan dan permintaan keluarganya dan Nara pun memutuskan untuk menginap hingga hari pertuanngan Lionel.


Jika di tanya kejujuran akan keinginan Nara, sebenanrnya dia juga sangat merindukan suasana rumah, kehangatan keluarga serta empuk dan nyamannya kamar tidurnya tapi semua itu ditinggalkam Nara demi cintanya pada Reyhan bisa di restui oleh keluarganya terutama ayahnya.


"Hmm...nyamanya kamar sendiri" gumam Nara sembari merebahkan tubuhnya.


Walau apartement yang di tempatj Nara adalah miliknya juga tapi jujur saja dia tidak terlalu nyaman hidup sendiri selama tiga tahun ini tapi apa boleh buat itu adalah pilihannya untuk cintanya.


Tok tok tok...


"Sayang.... bangun kita makan malam dulu" seru Naina.


Ceklek.


"Baiklah bu, aku juga sudah lapar, maaf ya tidak bisa membantu ibu memasak karena keekanakan tidur" ucap Nara dengan senyum khas rayuan mautnya.


"Tidak apa sayang, ibu sudah di bantu sama bibi kok dan sekarang ayo kita makan" ajak Naina.


Mereka menuruni akan tangga menuju ruang makan, disana sudah ada kakak dan ayahnya menunggu kedatangnya, "maaf ya membuat kalian menunggu" ucap Nara merasa tidak enak hati.


"Tidak apa Princess, ayah dan kakakmu baru juga duduk disini" jawab Saker dengan suara lembutnya seperti biasanya pada keluargannya.


"Ayo kita makan" ajak Naina.


Mereka semua makan dengan di layani oleh Naina, jangan tanya apa kah Nara juga di layani ibunya? maka jawabannya adalah iya karena tradisi dalam keluarga mereka seperti itu melayani seluruh isi dalam rumah yang merupakan keluarganya hitung hitung juga untuk mengajarkan Nara kelak jika menikah.


"Nara sayang..." panggil Saker menggantung ucapannya.


"Ada yah, apa yang ingin kau katakan?" tanya Nara.


"Kembalilah tinggal disini" pinta Saker.


Nara terdiam, bibirnya bungkam lidahnya keluh untuk menjawab. Dia bingung harus menjawab apa, di sisi satu dia sangat ingin sekali tinggal kembali bersama keluarganya tapi di sisi lain ada cinta yang harus di perjuangkan dan dua sudah sampai di tahap ini dan tidak mungkin bagi dia mundur sebelum mendapat restu orang tuanya.


"Ayah merestui kalian, dari dulu sejak ayah pertama kali memintamu kembali kerumah" ucap Anan seolah tau apa yang di pikirkan Nara.


"Terimakasih Yah, tapi biarkan aku menunggu Reyhanku kembali terlebih dahulu barulah aku akan kembali" jawab Nara dengan senyum manisnya.


Ketiga orang dewasa itu menatap Nara dengan tatapan yang sulit di artikan Nara, dia tidak tau apa yang sedang mereka pikirkan.


"Ada apa dengan mereka? seperti terjadi sesuatu saja" gumam Nara dalam hati.


"Bagaimana kamu bisa menerima kenyataan yang akan terjadi"

__ADS_1


"Kakak tidak akan membiarkan kamu bertemu dengan lelaki itu Nara!" batin Lionel.


"Ayah minta maaf jika kau akan terluka pada akhirnya karena ayah yah egois ini" batin Anan sedih.


"Ada apa? kenapa menatapaku seperti itu? ada masalah kah?" tanya Nara.


"Tidak ada, kakak sebenarnya berharap kamu mau kembali tinggal disini tanpa menunggu pria itu" ucap Lionel dengan tangan yang terkepal saat mengatakan pria itu yang di tujukan untuk Reyhan.


"Tidak kak, aku nanti akan kembali tapi tunggu dia dulu kakak. Maaf jika membuat kalian kecewa" ucal Nara merasa tidak enak.


"Baiklah nak, tapi jika terjadi sesuatu denganmu maka datang saja pada ibu ini, karena ibu akan ada untukmu" ucap Naina.


"Pasti bu, aku akan mengadu pada ibu jika aku ada masalah" jawab Nara sembali memeluk ibunya Naina.


"Baiklah, aku kembali ke kamar, mau istrahat lagi" lanjut Nara berpamitan.


"Istrahatlah sayang"


"Pergilah"


"Tidur yang nyenyak"


Masing masing dari ke tiganya memiliki jawaban masing masing tapi menajawab hampir bersamaan pada Nara membuat gadis cantik itu hanya tersenyum geli pada keluarganya.


Kring Kring Kring


"Siapa yang menghubungiku? apa mungkin Reyhan?" tanya Nara dalam hati.


Bergegas Nara menunu tempat ponselnya di letakan, tanganya terulureraih ponselnya dan benar saja ternyata kekasih hatinya yang menghubungi.


Senyum mengembang terbit di sudut bibir indah Nara, dengan segera menjawabnya "hallo Rey sayang..." jawab


"Hallo sayang, apa kabarmu? sudah makan? sekarang kau dimana?" tanya Reyhan.


Nara menerbitkan senyumnya mendengar perhatian Reyhan, "pertanyaanmu banyak sekali Rey sayang" jawab Nara.


Reyhan mendengus karena jawaban yang di berikan Nara tidak sesuai dengan pertanyaanya, "ckck sayang jangan menjawab yang tidak aku tanyakan!" ketus Reyhan.


Nara semakin terkekeh melihat ekspresi wajah kekasihnya yang menahan kekesalan, "jangan masam begitu nanti tampannya akan hilang" ledek Nara.


Reyhan yang mendengar hal itu mendadak, menegakkan badannya, menatap lurus kedapan , pikirannya kini sedang berkelana memikirkan pernikahannya yang tinggal menghitung hari.


Reyhan berpikir keras apakah keputusan ini sudah benar atau tidak, hanya saja satu hal yang tidak mungkim Reyhan lakukan lagi adalah mundur. Reyhan tidak mungkin mundur lagi, dia sudah terlanjur masuk dalam permaianan yang di ciptakan bersama Cleora dan saat ini yang hanya bisa dilakukan adalah berharap dan berdoa semoga tidak diketahui Nara perilah pernikahannya.

__ADS_1


"Apa kau masih mencintaiku Nara?" tanya Reyhan mendadak serius.


Nara mengerutkan keninganya atas pertanyaan yang di lontarkan Reyhan padanya, selama mereka menjalin kasih ini pertaman kalinya kekasihnya bertanya kebenaran hatinya. Apa kah selama ini masih kurang kah untuk membuktikan dirinya sangat mencintai tapi walau seperti itu dia tetap menjawab pertanyaan kekasihnya itu.


"Tentu saja aku mencintaimu Rey sayang, kau pasti tau itu tanpa aku katakan" jawab Nara dengan senyum manisnya.


"Sayang aku mau video call padamu" pinta Reyhan yang langsung di anggukan oleh Nara.


"Sayang...." panggil Reyhan dengan manja.


"Kamu kenapa hemm...?"


"Aku merindukanmu"


"Aku juga merindukanmu Rey" jawabnya.


Reyhan kemabali menatapa Nara dengan tatapan yang sulit di artikan dan Nara bisa menebak itu, ada sesuatu yang mengganggu pikiran kekasihnya itu, "ada apa Rey?"


"Tidak ada, aku hanya merindukan dirimu"


"Kapan kau akan kembali Rey?"


Reyhan terdiam, tidak tau haru menjawab bagaimana karena dia memang tidak tau kapan akan kembali karena perihal kembalinya dirinya belum ditentukan.


"Tunggulah sayang, yang pasti dalam bulan ini aku pasti akan kembali" jawab Reyhan dengan senyum manisnya.


"Maafkan aku Nara sayang, aku terpaksa menghianatimu. Ku maohon maafkan aku yang terlalu mencintaimu dan ingin bersamamu membuatku harus melakukan ini" batin Reyhan.


"Rey, aku harap kau cepat kembali. Kau tau ayahku sudah memintaku kembali kerumah" curhat Nara.


"Kembali lah sayang"


"Tidak, aku tidak mau kembali sebelum kamu kembali ke Indonesia" jawab Nara yakin.


"Sayang....jangan keras kepala, kembalilah" bujuk Reyhan.


"Tidak Rey, aku akan menunggumu" keukeh Nara.


Reyhan mengela napasnya melihat Nara keras kepala seperti itu, rasa bersalah semakin mendera perasaan Reyhan melihat bagaimana perjuangan kekasih hatinya mempertahankan cinta mereka, tapi malah sebaliknya Reyhan dengan mudahnya menerima orang lain untuk memenuhi ambisinya tanpa berniat mencari jalan keluar untuk bertahan.


"Baiklah sayang begaimana baiknya menurutmu" ucap Reyhan akhirnya mengalah.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2