
"Sayang..." Rajehs memanggil Nara dengan nada sensualnya, tentu saja pria itu akan menagih janji istrinya tentang bayarannya.
Nara yang mendengar panggilan lembut dari suaminya bertingkah bodoh, seolah tidak tau apa apa, bersikap tidak ada janji diantara mereka wanita itu sibuk dengan dirinya sendiri, membersihkan wajahnya dan menggunkana cream malam untuk melembabkan wajahnya dimalam hari.
Rajehs yang melihat istrinya tidak merespon kembali bersuara memanggil istrinya, mana mungkin hanya dengan satu kali panggilan saja Rajehs akan berhenti, tentu saja itu tidak akan pernah terjadi, pria tampan itu harus mendapatkan apa yang diinginkan barulah akan berhenti.
Begitupun malam ini, dia harus mendapatkan istrinya, harus bercinta sesuai dengan keinginanya yang menginginkan Nara istrinya memimpin permainan malam ini.
Dengan segera Nara mendekat pada Nara memeluk leher gadis itu dan menyangkutkan dagunya diujung kepala Nara, mata keduanya bersitatap melalui cermin yang menyatu dengan meja rias mereka.
Tangan yang tadinya hanya sekedar memeluk kini mulai merambat kebawah, meraba raba s
dan mencari sesuatu yang sangat disukainya, hingga lahirnya kedua tangan itu berhasil meremas lembut gunung kembar Nara membuat wanita cantik itu mengeluh kecil.
Rajehs tersenyum puas, tanganya dilepas begitu saja membuat Nara kembali menatapnya dengan heran, sorot matanya menyiratkan pertanyaan pada suaminya kenapa berhenti tiba tiba.
Rajehs tersenyum kecil, "bukankah Mas sudah bilang untuk menggunakkan lingerie" ucap Rajehs mengingatkan kesepakatan mereka.
Nara merona mendengar perkataan suaminya, dia tentu saja malu jika harus menggunkan hal itu tapi sejujurnya entah kenapa sudut hatinya yang lain justru dengan senang hati untuk menyanggupi permintaan suaminya.
"Baiklah" jawab Nara masih dengan kepala yang tertunduk karena merasa malu tapi dorongan kuat dalam hatinya membuat dirinya tidak bisa berhenti.
"Warna marun, gunakan lingerie warna marun" ucap Rajehs sebelum kaki istrinya melangkah menuju ruang ganti
Lagi lagi Nara hanya bisa mengangguk, serasa tidak punya kuasa untuk menolak apalagi memberontak dengan keinginan suaminya, dan Rajesh tentu saja merasa sangat senang karena istri tercintanya saat ini benar benar menjadi wanita penurut.
Nara segera berjalan menuju ruang ganti mengambil lingerie yang diinginkan suaminya dan langsung menggunakannya disaat itu juga, setelahnya wanita cantik itu kembali keluar hanya dengan menggunakan pakaian tipis tembus pandang itu.
Berajalan dengan pelan dan penuh pesona membuat Rajehs menganga melihat tubuh mulus dan putih istrinya yang tercetak jelas dibalik kain tipis itu.
Walau sebenarnya Nara sangat malu tapi entah kenapa justru niatnya tidak kendor, dengan penuh percaya diri wanita cantik yang bergelar sebagai istri itu sudah berdiri dihadapan suaminya.
"Ohh sayang, kau sangat ****" ucap Rajehs dengan nada kagumnya.
Nara tersipu mendengar ucapan suaminya, bahkan kini pipinya merona karena Rajesh yang tidak melepasakn pandangannya dari tubuhnya, memindai dari atas sampai ke bawah berulang kali, jangan lupakan tatapan penuh gairah yang dipancarkan oleh pria tampan itu.
__ADS_1
"Jangan menatapku seperti itu, aku jadi takut sendiri" ucap Nara menegur Rajehs.
Rajehs hanya terkekeh mendengar perkataan istrinya, tidak mengindahkannya justru kini pria tampan itu menyentak pelan tangan Nara hingga kini istrinya duduk di pangkuannya dengan sempurna.
Tentu saja Nara terkejut karena mendapat serangan tiba tiba, dengan reflek tangannya melingkar dileher Rajehs sehingga mencetak senyum penuh kemenangan dari pria yang sudah menjadi suami dan ayah itu.
"Rupanya kamu begitu bersemangat sayang, hingga tanganmu langsung merangkul leherku seperti ini" bisik Rajehs tepat ditelinga Nara, bahkan meninggalkan bekar liurnya karena lidahnya yang dengan tanpa jijiknya menjilat.
"Itu karena aku kaget Mas, aku takut terjatuh" elak Nara dan itu memang alasan utamanya.
"Oh ya...?"
"Iya Mas, sudah dong jangan menggodaku terus atau aku tidak akan mau melakukannya" ancam Nara.
wanita itu sudah tidak tahan mendengar godaan suaminya terus meneru, rasanya rasa percaya dirinnya kian mengikis kala mendengar setiap perkataan Rajehs.
"Baiklah sayang, sekarang layanilah suami ini, berikan service yang memuaskan" kekeh Rajehs.
Nara yang memang entah kenapa juga sangat menginginkannya sampai menurunkan harga dirinya langsung menyerang bibir Rajehs dengan brutal, tentu saja siapa yang mau menolak kenikmatan dan itulah yang dirasakan pria tampan itu saat ini yaitu menyambut dengan tangan terbuka perbuatan istrinya.
"Terimakasih sayang" ucap Rajehs setelah pelepasannya yang kesekian kali malam itu, mengecup kening Nara lalu memeluknya dengan penuh sayang.
"Mas..." panggil Nara dengan suara lirihnya.
"Katakan sayang"
"Apa aku terlihat seperti wanita murahan?" tanya Nara dengan suara kecilnya.
Sepertinya kesadaran wanita cantik itu baru saja kembali, mungkin karena tadi sudah di butakan oleh api gairah yang sangat luar biasa dan setelah sudah tersalurkan barulah keradaanya kembali.
Rajehs yang mendengar pertanyaan dari istrinya sontak saja melonggarkan pelukannya, menatap istrinya dengan lekat seolah ingin mencari sesuatu disana alasan kenapa pertanyaan itu terlontar dari bibir mansi Nara.
"Kenapa berkata seperti itu sayang, tidak ada wanita murahan yang menyenangkan suaminya sendiri" jawab Rajehs.
Jujur saja Rajehs tidak suka dengan pertanyaan itu tapi sebisa mungkin menahan hatinya agar tidak menyakiti hati istrinya, apalagi baru saja adegan penyaluran cinta terjadi diantara keduanya.
__ADS_1
"Aku hanya tidak mau membuatmu merasa ilfeel denganmu Mas" lirih Nara.
"Hei sayang, mana ada suaminya yang me atap jijik istrinya hanya karena sang istri berusaha menyenangkannya, hanya pria bodoh yang seperti itu sayang dan Mas bukan pria bodoh" jawab Rajehs dengan lembut tapi penuh penekanan.
"Baiklah, terimakasih Mas, aku hanya takut saja tadi tapi sekarang sudah tidak" jawab Nara dengan seutas senyum manisnya seperti biasa diberikan pada sang pujaan hatinya.
Cup
Cup
Cup
Cup
Rajehs mencium seluruh wajah Nara dan terkahir di bibir manis yang menjadi candunya dengan durasi yang sedikit lama, "terimakasih sayang, sekarang tidurlah, Mas tau kamu lelah melayani suamimu ini" ucap Rajehs dengan lembut, dan tangannya mengusap lembut pipi Nara kemudian memeluk kembali.
Nara tentu saja senang dengan perlakukan itu, tanpa ragu membalas pelukan dari Rajehs dan menenggelamkan wajahnya didada bidang ssang suami.
"Selamat malam Mas" ucap Nara.
Rajesh hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang seperti anak ABG saja, walau hari ini penuh perjuangan bagi pria tampan itu menghadapi istrinya tapi malam ini terbayarkan karena service dari Nara.
"Selamat malam sayang, mimpi yang indah ya, kalau bisa mimpikan kita sedang menyatu" jawab Rajehs dengan menggoda istirnya.
Nara memukul kecil dada suaminya, "ishh Mas kok nyuruhnya gitu sih, jangan dong" rengek Nara.
"Iya iya sayang, mimpi yang inda saja dan terserah mau mimpi apa" Rajehs kembali terkekeh tapi Nara tidak lagi merespon lantaran karena kelelahan.
"Tidurlah sayang" ucap Rajehs kemudian memjamkan matanya dengan posisi memeluk tubuh Nara dengan erat.
.
.
Bersambung...
__ADS_1