
Tahun kedua sudah kembali tiba, pasangan itu sudah bisa melewatinya dan kini Nara sedang menantikan kedatangan kekasihnya itu, karena menurut perktaan kekasihnya kalau minggu lalu Reyhan sudah menyelesaikan studinya dan kemungkin hari ini dia akan kembali sesuai informasi juga dari kekasihnya minggu lalu.
Nara sudah meminta ijin pada Dilon, pria yang belum bisa menaklukkan hati Nara setelah dua tahun berkecipung di tempat pekerjaan yang sama.
"Selamat pagi Mr, saya ijin tidak masuk karena harus kembali ke rumah orang tuaku" ucap Nara saat panggilannya di jawab oleh Dilon.
Nara terpaksa berbohong mengatakan ingin pulang ke rumah orang tuanya, menyambut kedatangan kekasihnya maka sudah bisa dipastikan jika kepala sekolah mereka tidak akan mengizinkan dia izin hanya untuk menjemput kekasihnya.
"Baiklah jika kau mau pulang ke rumah keluargamu, tapi hanya satu hari bukan?" tanya Dilon.
"Benar Mr, hanya satu hari nanti sore saya akan kembali lagi dan besok akan kembali bekerja lagi" jawab Nara yang diangguki oleh Dilon walai tidam dilihat oleh Nara.
"Baiklah kau berhati hati" ucap Dilon penuh perhatian.
Nara tidak menanggapi perhatian Dilon, Dia segera mematikan ponselnya Kemudian bersiap-siap untuk menjemput kekasih hatinya di bandara, dan setelah lima belas menit berlalu Nara kembali dari kamar mandi dia berniat menuju lemari untuk mengenakan pakaiannya.
Tetapi kakinya harus berbelok saat mendengar bunyi ponselnya berdering dan ternyata itu adalah dari Rehan kekasih hatinya.
Senyum indahnya mengembang sempurna saat mengetahui jika yang menghubungi ayah adalah Rehan dengan segera dia menggeser icon warna hijau untuk menjawab panggilan dari kekasihnya.
"Hallo Reyhan sayang"
"Hallo Naraku" jawab Reyhan dengan lesu.
"Ada apa sayang, kenapa kau lesu seperti itu?" tanya Nara mulai cemas.
Persaanya mendadak tidak karuan, dia berfirasat jika akan ada yang di sampaikan Reyhan kabar yang akan membuat dirinya kecewa hari ini.
"Maafkan aku Nara sayang, tapi aku tidak bisa kembali" ucap Reyhan.
Deg
__ADS_1
Nara membatu mendengar kenyataan jika lagi lagi mereka harus jarak jauh, merasakan hubungan yang benar benar menyiksa dirinya, entah alasan apa Reyhan membatalkan keberangkatannya.
Dengan sekuat tenaga Nara menahan perasaanya dan air matanya agar tidak menetes "kenapa?" tanya Nara berusaha tenang.
"Kemarin saat aku berkemas, aku dihubungi oleh agensi perusahaan dan menawarkan pekerjaan menjadi manager perusahaan, selama setahun dan nanti setelah itu aku boleh memilih mutasi di tempat yang aku mau dan mereka akan memberikanku jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya di tahun ke dua" ucap Reyhan panjang lebar.
"Jadi kau akan bertahan disana selama setahun lagi?" tanya Nara dengan bibir yang bergetar.
"Maafkan aku Nara sayang, tapi aku mau mengambil tawaran ini, karena aku akan kembali ke indonesia dan bekerja di cabangnya nanti setelah satu tahun lamanya disini" ucap Reyhan memberi alasan.
"Tapi kenapa kamu harus bekerja disana, apa kamu tidak bisa bekerja disini saja?" tanya Nara yang sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi"
"Maafkan aku sayang, aku harus menerima tawaran ini agar bisa bersamamu tahun depan" ucap Reyhan, "aku janji hanya satu tahun sayang, setelah itu kita tidak akan berpisah lagi" bujuk Reyhan.
Nara masih terus menangis, tidak tau harus bersikap seperti apa, apakah dia harus egois demi kerinduannya sesaat atau bertahan di tengah rindu yang melanda dan menikmati hasilnya kelak bisa bersama orang yang laling di cintai, hidup bahagia selamanya.
Dengan menarik nafas yang dalam akhirnya Nara memberi keputusan untuk tetap bertahan dan menunggu kepulanga Reyhan satu tahun lagi, dia berfikir jiaa dua tahun saja dia bisa menunggu maka satu tahun kedepan bukanlah perkara sulit untuk dia menunggu.
"Baiklah, tapi cepat pulang dengan membawa cintamu tetap untukku" ucap Nara.
"Tentu! tentu aku akan pulang membawa cintaku dan aku mohon jangan menangis" ucap Reyhan dengan yakin tanpa tau apa yang akan terjadi kedepannya.
"Berarti kau akan mulai bekerja?" tanya Nara yang masih ingin melepaskan rindu dengan Reyha.
"Bukan akan bekrja tapi aku sudah bekerja" jawab Reyhan.
"Mulai kapan?"
"Mulai kemari disini dan hari ini disana" ucap Riko terkekeh.
"Baiklah berhati hati dan jaga hati jaga mata, jangan kelaih hati, ada gadis yang sedang menunggumu disini" ucap Nara bercanda tapi terdapat nada serius disana.
__ADS_1
"Tentu, aku akan menjaga semua yang ada padaku karena ini hanya akan menjadi milikmu" ucap Reyhan dengan yakin.
Nara tersenyum mendengar perkataan Reyhan dia sangat yakin kini jika Reyhan tidak akan pernah menghianatinya terbukti dari usaha Reyhan yang ingin mencapai kesuksesan untuk masa depan mereka.
"Baiklah, silahkan bekerja tuan agar kau bisa membawa banyak uang untukku" goda Nara.
Reyhan terkekeh mendengar godaan Nara "tentu, tentu saja aku akan membawakanmu banyak uang dan akan memanjakanmu setelah kita menikah" menimpali godaan Nara tapi terdapat keseriusan disana.
"Yasudah matikan ponselmu silahkan kembali bekerja" ucap Nara dan langsung mematikan ponselnya.
Seketika pecah tangis Nara, dia sudah tidak sanggup menahanya lebih dalam, dia sangat tidak bisa sebenarnya berpisah dari jauh teralalu lama daru Reyhan tapi selalu saja hatiya berusaha kuat hanya karena satu alasan yaitu untuk masa depan mereka berdua.
"Aku harus bisa menahan diri, menunggu satu tahun lagi! ya satu tahun lagi agar bisa bersama selamanya dengan kekasihku dan Ayah bisa menerima Reyhan nantinya' gumam Nara.
Nara menghapus air matanya, sekarang tujuannya adalah berangkat kesekolah saja, kalau nanti Dilon bertanya perihal dia yang tidak jadi ijin maka dia akan menajwab jika tidak jadi karena Ayah dan Ibunya yang akan mengunjungi dirinya di apartement.
Nara sudah tiba dengan taxi yang membawanya menuju sekolah dan berhenti tepat di deoan gerbang.
"Selamat pagi Ms Nara" sapa satpam dengan sopan.
"Selamat pagi pak, bagiaman seha?" tanya Nara dengan senyum khasnya.
"Seha Ms Nara, tidak ada yang kurang sedikitpun" canda satpam.
"Waduh jelas jangan kurang dong pak, kalau kurang mah nanti susah carinya" jawab Nara menimpali candaan Satpam yang mengundang gelak keduaya.
"Tak apa Bu, kan nanti bisa di beli lagi" jawab Satpam.
"Apanya yang ingin di beli pak?" kalau badannya kurang mana bisa di beli bapak"
"Astagaa Ms...! beli baju kalau kurang hahaha" jawab Satpam terbahak.
__ADS_1
"Bapak bisa saja, yasudah saya masuk ya pak" pamit Nara dan langsung melesat pergi meninggalkan halaman sekolah.
Bersambung